
Nita mengecek art yang menyiapkan perjamuan untuk teman dan klien Alex dan dia senang semua telah siap tinggal dirinya yang harus bersiap.
Waktu menunjukkan pukul lima lebih tiga puluh menit, Nita bergegas ke kamar untuk mandi, namun tiba-tiba Dania menangis dan ini membuat Nita mengurungkan niatnya untuk mandi.
Nita sungguh lelah, fisiknya benar-benar payah, setelah dari bawah kini dia harus turun ke bawah lagi untuk menenangkan Dania. Saat di bawah dia melihat Alex dengan para klien dan temannya.
"Itu istri kamu?" tanya salah satu klien Alex dengan berbisik.
"Iya itu istri aku," jawab Alex.
"Halo papa," sapa Nita seolah dia adalah Dania
Nampak raut wajah teman-teman Alex berubah, mereka juga saling pandang.
Alex yang tau apa yang teman-temannya pikirkan pun segera menyuruh mereka semua duduk dulu karena Alex harus membersihkan diri.
Alex menarik tangan Nita, dia mengajak Nita ke kamar.
"Mas aku belum menyapa teman kamu Lo," kata Nita.
"Nggak usah, bagaimana bisa kamu menyapa mereka dengan penampilan seperti ini!" bentak Alex yang membuat Nita terdiam.
Dia tidak menyangka Alex akan bicara seperti itu.
"Kamu tu apa-apaan sih sayang, kan aku sudah bilang kalau aku hari ini ada tamu dan mereka itu teman dan klien aku, seharusnya kamu itu bersiap dan berdandan cantik bukannya seperti ini," kata Alex yang seketika itu juga membuat Nita menitikkan air mata.
"Maaf mas tadi aku bantu Rio mengerjakan tugas finger painting lalu Dania juga rewel jadi aku belum membersihkan diri," jelas Nita
Alex yang dipenuhi rasa kesal, malu dan sedikit amarah menolak penjelasan Nita.
"Beberapa hari ini kamu tuh berubah. Pakaian lusuh, bau, muka kusam yang lebih mirip pembantu nggak seperti biasanya yang wangi dan berpenampilan cantik," maki Alex.
Kata-kata Alex bagai sembilu untuk Nita, bagaimana Alex bisa berkata seperti itu kepadanya, bagi Nita Dania jauh lebih penting dari semua itu. Dania yang terus nangis membuat Nita tidak bisa berbuat apa-apa belum lagi Rio yang terkadang memintanya membantu mengerjakan tugas jangankan bersolek mandi saja sampai menunggu Alex pulang.
__ADS_1
"Aku kira kamu benar-benar mencintai aku mas, bahkan gara-gara aku sibuk mengurusi anak kamu kamu bilang aku pembantu, manis sekali lidah kamu kalau berucap mas. Hitungan hari aku sibuk mengurusi Dania sendiri Lo mas, aku kira kamu akan bersimpati pada aku tapi ternyata kamu mengolok aku. Kamu hanya cinta aku karena penampilan aku yang cantik bukan karena cinta aku apa adanya," kata Nita sambil menangis.
"Arrrggggh," Alex mengusap rambutnya kasar.
"Daripada disini bersama seorang pembantu dan juga wanita yang bau dan lusuh lebih baik sana kumpul dengan teman-teman kamu yang wangi," kata Nita lalu dia pergi keluar kamar.
Alex memanggil manggil Nita namun panggilan Alex tidak Nita gubris.
Lalu Alex turun ke bawah untuk menemui teman-temannya lagi.
Kini mereka berpindah tempat ke halaman belakang, dari kamar Dania Nita bisa melihat Alex tertawa bersama teman-temannya.
Hatinya masih sakit atas perkataan Alex, saat asik melihat Alex yang bersenang-senang dengan temanya Nita mendapatkan panggilan kalau salah satu kafenya terbakar ada beberapa pegawai yang jadi korban untuk itu Nita harus segera datang, namun karena hari sudah malam, Nita bisa datang besok pagi.
"Kenapa harus ada masalah," kata Nita.
Dia tidak bisa terus terusan begini, Nita menghubungi baby sitter Dania, memintanya untuk segera kembali kalau bisa malam ini dan untungnya baby sitter Nita mau kembali malam ini juga.
Nita mengayun ayun Dania hingga dia tertidur dan Nita meminta Rio untuk menjaga adiknya selama dia mandi.
Seusai mandi Nita mengemasi baju ke kopernya, rencanannya dia akan ke kota orangtuanya hingga urusan kafenya selesai karena bolak balik akan membuat anak-anaknya lelah.
Alex yang kebetulan masuk ke kamar tak sengaja melihat Nita berkemas, raut wajah Alex seketika berubah.
"Kamu mau kemana?" tanya Alex
"Pergi," jawab Nita singkat karena dia masih kesal dengan Alex
"Kemana?" tanya Alex lagi
"Bukan urusan kamu, urusi saja urusan kamu mas nggak usah ngurusi urusan aku," jawab Nita
"Nita!" teriak Alex
__ADS_1
Nita yang sudah selesai menyeret kopernya dan menyandarkannya di dinding.
"Aku tidur di kamar Rio, supaya kamu bisa istirahat tanpa terganggu dengan aku dan Dania," kata Nita lalu dia membalikkan badan, dengan segera Alex menangkap tangan Nita.
"Tidurlah di sini," titah Alex.
"Kamu kan nggak cinta mas sama aku, aku ini bau lo, kusam dan penampilan lusuh seperti pembantu lebih baik jika kita nggak tidur bersama," kata Nita.
Alex menggelengkan kepala, dia meminta maaf pada Nita akan ucapannya tadi namun Nita enggan untuk memaafkan Alex.
"Nggak mas, kamu nggak salah. Kamu bisa bicara begitu karena kamu belum pernah merawat anak sendiri, kamu nggak pernah merasakan gimana mendiamkannya saat dia rewel, kamu belum pernah ini dan itu dan kamu nggak tau rasanya gimana," jelas Nita
"Sehingga mulut kamu dengan mudah mengjudge aku seperti itu. Seharunya kamu itu iba dengan aku yang mengurusi Dania dan Rio sendiri, belum lagi memantau kafe-kafe aku, bukannya malah berucap yang menusuk hati," imbuh Nita
Alex terdiam, dia tau kalau ucapannya sungguh keterlaluan.
"Sayang maafkan aku," kata Alex
Nita menitikkan air mata, perselisihan dalam rumah tangga itu wajar namun entah mengapa dia sungguh sakit hati dengan Alex, dia berharap waktu cepat berlalu hingga dia bisa pergi sejenak dari Alex.
"Biarkan aku pergi beberapa hari, mungkin dengan begitu kita bisa saling introspeksi diri," kata Nita lalu dia keluar kamar.
Teman-teman Alex masih menunggu, dan alex segera kembali bergabung dengan mereka.
Hari semakin larut dan mereka semua pamit.
Alex pergi ke kamar Rio, dia melihat Nita yang sudah tertidur, Nita nampak lelah sekali semua terlihat dari wajahnya.
"Apa yang telah aku katakan padanya, wanita yang rela lelah demi anak-anakku, wanita yang mengabaikan penampilannya demi anak-anakku dan dengan teganya aku mengatainya seperti pembantu," kata Alex dengan menyesal.
Alex mengangkat tubuh Nita dan memindahkannya ke kamar mereka.
Dan kebetulan sekali baby sitter Dania telah datang dan Alex memintanya untuk menjaga Dania.
__ADS_1
Alex yang merasa bersalah berkali-kali mencium tangan Nita, dia takut kalau Nita akan meninggalkannya lagi.