
"Gilang," panggil Celo saat masuk ke dalam ruangan Gilang yang kebetulan terbuka.
Gilang yang sedang bercanda dengan Nindi menoleh ke arah Celo,
"Ada apa kak Celo kemari?" tanya Gilang yang heran kenapa Celo kesini.
Celo duduk di sofa samping Gilang, "Aku kesini cuma ingin tau kemana Nita pergi," kata jawab Celo
"Nita?" tanya Gilang lagi
"Iya," jawab Celo singkat.
Gilang menatap Celo dengan lekat, ada apa dia menanyakan Nita dan sejak kapan dia kenal Nita.
"Aku tidak tau kak, kemarin Nita hanya bilang kalau dia ingin pergi dari kota itu saja," ucap Gilang yang membuat Celo sedikit frustasi.
Celo nampak tak baik, jika Nita tidak ketemu bagaimana nasib kakaknya.
"Apa dia tidak berkata sesuatu Gilang?" tanya Celo lagi yang membuat Gilang semakin curiga.
Saat Gilang akan menjawab Nindi menyela tak hanya itu dia juga menginjak kaki Gilang supaya dia tidak bercerita pada Celo kemana Nita pergi. Meskipun Nita hanya bilang akan pergi ke kota orang tuanya namun itu bisa menjadi clue takutnya Celo mempunyai niatan buruk pada Nita.
"Maaf kak Celo kami tidak tau kemana Nita pergi," kata Nindi
"Aaaa S*h*i*t," umpat Celo
"Memangnya ada apa kak?" tanya Gilang penasaran
Celo nampak berfikir apa dia bilang keadaan Alex pada Gilang atau tidak.
"Kalau aku bilang keadaan kak Alex pada Gilang, nanti Gilang pasti akan menertawakan Kak Alex," Celo bermonolog sendiri pada dirinya dalam hati.
"Nggak ada apa-apa," jawab Celo lebih memilih berbohong daripada berterus terang pada Gilang
Nindi semakin curiga bisa jadi kalau Celo menanyakan Nita karena dia ingin menyelakai Nita. Seperti rencana mereka sebelumnya kan mereka punya niatan menjebak Gilang dan sekarang Nita tiba-tiba pergi tentu Alex dan Celo marah akan hal itu.
Karena sudah tidak ada yang dibicarakan Celo pamit undur diri, "Ya sudah aku pamit dulu, kamu dan istrimu seperti perangko bisa-bisanya di kantor mesra-mesraan," seloroh Celo lalu pergi.
Gilang hanya terkekeh dengan menatap punggung Celo yang perlahan hilang.
"Dia selalu iri," sahut Gilang setelah Celo pergi.
__ADS_1
"Menutut kamu kenapa ya sayang, kak Celo mencari Nita?" tanya Gilang
"Entahlah mas, aku juga tidak paham," jawab Nindi bias.
Gilang dan Nindi melanjutkan candaan mereka, meskipun tidak ada Nita, namun Nindi masih saja ikut Gilang ke kantor.
Dia takut kalau ada pelakor lain yang mendekati suaminya, apalagi setelah melihat serial film yang berjudul layangan putus, Nindi kini harus waspada.
Dia tidak ingin pernikahannya hancur gara-gara orang ketiga, meskipun sepele tapi orang ketiga itu lebih kejam dari seorang begal.
Merek tak segan-segan untuk merebut dan menguasai para suami dan membiarkan istri di rumah dilanda was was yang menyiksa serta asumsi-asumsi negatif yang membuat tensi naik dan turun.
Celo kembali ke rumah sakit tanpa informasi, Alex nampak terpukul kenapa Nita tidak memberitahu pada siapa pun kemana dia pergi.
"Kenapa Nita?" gumamnya dengan frustasi.
Kasian juga melihat keadaan Alex tapi tidak ada yang bisa dilakukan.
Negara ini sangat luas, kemana mencari Nita meskipun dia memiliki anak buah tapi dia tidak tau sama sekali kota tujuan Nita.
"Sabar kak, aku akan berusaha menemukan Nita," janji Celo pada Alex kakak tercintanya.
Di sisi lain, Nita tidak merasakan apa-apa hingga kini dia masih belum tau kalau dia hamil.
Nita membuka sebuah cafe kecil di kotanya, Rio juga nampak lebih baik.
Meskipun rumah mereka tidak sebagus di kota sebelumnya namun Nita lebih bahagia saat ini.
"Tiba-tiba aku kok kepikiran pak Alex ya," gumamnya saat membuat minuman untuk pelanggannya.
Entah mengapa Nita merasakan ada yang aneh pada dirinya, dia sendiri bingung dengan dirinya.
Setalah menyajikan minuman pada pelanggannya Nita Kemabli lagi ke dapur dan tiba-tiba ada gelas pecah.
Nita mengerutkan alisnya, "Ada apa ya?" gumamnya, namun Nita masa bodoh dengan semua itu.
********
Beberapa hari dirawat di rumah sakit, kini Alex sudah boleh pulang. Setelah di rumah Alex nampak murung, dia kembali mual sampai Celo yang pusing dengan keadaan kakaknya membelikannya susu bumil untuk mengurangi mual.
"Kamu ini apa-apaan sih Celo masak iya Alex kamu belikan susu bumil," omel mamanya
__ADS_1
"Kan kak Celo memang hamil ma, lagian dia terus saja muntah dari tadi siapa tau setelah minum susu ini dia tidak mual lagi, apalagi ini rasa stroberi lo ma pasti kak Alex suka," sahut Celo dengan terkekeh.
"Astaga Celo," kata mama dengan menggelengkan kepala
Meskipun begitu mama tetap memberikan susu bumil pada Alex dan benar saja setelah minum susu itu Alex tidak mual lagi.
"Ini susu apa Celo, kenapa enak sekali?" tanya Alex
"Susu stroberi kak," jawab Celo dengan menahan tawa.
"Iya tau merk apa?" tanya Alex dengan penekanan
"Apa ya kak, itu kata kasirnya tadi itu susu produk terbaru dari luar negeri, cocok untuk orang yang mual-mual," jawab Celo berbohong.
Celo membatin tawanya, jika tau kalau susu yang diminum adalah susu ibu hamil pasti Alex akan marah. Sungguh mood orang hamil sangat merepotkan.
"Astaga Nita, bagaimana kak Alex jadi seperti ini," batin Celo lalu pergi dari kamar kakaknya.
Celo yang boring di kamar memilih keluar, Celo yang hari ini tidak masuk bersantai di halaman belakang dengan buku-buku di tangannya.
Alex mendatangi Celo yang sedang asik membaca buku, dia ingin makan sesuatu jadi dia ingin adiknya yang mencarikan apa yang dia mau.
"Celo," panggilnya
"Apa kak," sahut Celo
"Tolong Carikan buah yang asem-asem dong Celo," pinta Alex
"Buah apa kak?" tanya Celo.
Alex menjelaskan kalau dia pengen makan mangga, kedondong dan juga buah asem yang setengah matang.
"Mati aku," kata Celo dengan menutup bukunya lalu menatap Alex
"Jangan lebay, mata ada orang mati hanya karena mencari buah-buah tersebut," sahut Alex
"Masalahnya aku cari dimana kak," timpal Celo
Alex menaikkan kedua pundaknya yang berarti dia sendiri tak tau dimana mencari buah-buah tersebut.
Celo terlihat frustasi, kini dia seperti seorang suami yang harus menuruti ngidam istrinya.
__ADS_1
Melihat Alex dengan puppy eyes nya membuat Celo mau nggak mau mencari keinginan kakaknya, dia pergi ke kamar untuk mengambil kunci mobil untuk pergi mencari keinginan Alex, namun sebelumya dia membawa supir untuk ikut mencari bersama dirinya.