Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Dunia tak selebar daun kelor


__ADS_3

Keesokannya Gilang akan merayakan kesembuhan Nindi dengan makan malam romantis berdua, dia memesan VIP room tak lupa dia menyuruh Veri untuk membelikan sebuah hadiah spesial untuk Nindi,


"Kamu carikan hadiah yang bagus untuk Nindi," kata Gilang pada Veri.


Veri tentu bingung, hadiah apa yang bagus untuk Nindi, akhirnya dia bertanya terkait bajet untuk membeli hadiahnya sehingga dia bisa memilih kira-kira hadiah apa.


"Bajetnya berapa pak?" tanya Veri


"Seratus juta ke atas," jawab Gilang


"Segitu, gimana kalau kalung berlian." Veri memberikan ide kalung berlian dan Gilang langsung menyetujuinya.


"Ide bagus, pokoknya carikan yang tercantik dan terindah untuk yang terkasih," sahut Gilang dengan tersenyum.


Gilang menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya, dengan memegang pulpen dia senyum-senyum sendiri. Dia sungguh tidak sabar untuk malam ini.


Veri pamit keluar untuk menjalankan titah Gilang, dia pergi ke toko perhiasan yang paling bagus di kotanya.


Veri bertanya pada pelayan di sana kalung keluaran terbaru dan yang paling bagus.


Pelayan menyarankan sebuah kalung dengan berlian berbentuk hati dengan permata yang melingkari kalung.


"Cantiknya mbak, berapa harganya?" tanya Veri


"Tiga ratus juta mas," jawab pelayan tersebut.


"Ok mbak bungkus," ucap Veri.


Veri membayar dengan menggunakan debit, karena dia tidak membawa uang tunai sebanyak itu.


Setalah mendapat kalungnya Veri kembali ke kantor untuk memberikan kalungnya pada Gilang.

__ADS_1


Gilang melihat kalung yang dibeli Veri dia sungguh tidak sabar untuk memakaikannya di leher istrinya.


Gilang tidak sabar menunggu jam kantor selesai entah berapa puluh kali dia melihat benda kecil yang melingkar di tangannya.


"Lama sekali sih, daritadi masih saja jam tiga," guman Gilang


Gilang mengerjakan pekerjaannya kembali, dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima, dan Gilang bersiap untuk pulang.


Tak butuh lama untuk sampai di rumahnya kelihatannya alam semesta mendukung rencana Gilang untuk makan malam dengan istrinya sehingga jalanan yang biasanya macet sekarang sepi sekali.


Kini mobil Gilang sudah terparkir rapi di halaman, dia segera ke kamarnya dan betapa kagetnya dia saat masuk kamar, Gilang melihat Nindi dengan gaun warna dusty pink dan juga sepatu flat shoes transparan waran merah muda juga. Warna tas mengikuti gaunnya, di lehernya juga melingkar emas putih dengan bandul inisial G.


"Kamu cantik sekali sayang," puji Gilang dengan mata yang tak lepas dari istrinya.


"Maksih mas," balas Nindi.


Gilang mendekati istrinya kemudian memeluknya


"Tongkat saktiku langsung bereaksi melihat kamu yang begitu cantik begini sayang," bisik Gilang dengan mengendus leher Nindi yang tertutup oleh rambut.


Karena tidak ingin merusak dandanan istrinya Gilang bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sambil menunggu Gilang dia membaca novel kesayangannya yang berjudul Suami BuleKu, novel yang menceritakan seorang pasangan kekasih yang harus terpisah karena sebuah tragedi di Korea, yang mana CEO atau sang kekasih harus hilang ingatan yang mengakibatkan mereka terpisah, Nindi sampai ikut sedih membaca novelnya, dia tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi padanya, sudah sedih dengan kisah David Reno dan Puput, kini dia harus sedih karena ternyata Raka asisten David Reno memiliki perasaan terhadap Puput yang dimana, rasa itu tidak pernah dia utarakan.


"Novel ini nyesek sekali, penasaran dengan akhirnya," gumam Nindi.


Saking asiknya baca novel online, dia tidak sadar kalau Gilang sudah siap.


"Lo mas kapan keluar dari kamar mandi, kok aku nggak tau," kata Nindi


"Ya tadi sayang, kamu asik main ponsel, memangnya main apa?" tanya Gilang


"Nggak main mas, ini baca novel, kisahnya menyedihkan dua orang jatuh cinta namun harus terpisah karena tragedi di Korea, si lelaki hilang ingatan," jawab Nindi

__ADS_1


"Tragis sekali," sahut Gilang


"Iya mas," timpal Nindi


"Jangan terlalu dipikirkan kan hanya novel, toh itu juga fiksi bukan kisah nyata," ucap Gilang lalu mengajak Nindi berangkat.


Tak lupa mereka berdua pamit pada mama, setelah mengantongi ijin mama mereka berdua berangkat.


Kebetulan sekali saat di parkiran ada Celo dan Indira yang ingin makan malam juga.


"Kak Celo," panggil Gilang


Celo dan Indira menoleh, Nindi mengamati Indira dengan saksama, begitu pula dengan Indira.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Indira


"Pernah dong, kamu Indira kan?" jawab dan tanya Nindi balik.


"Kamu siapa?" tanya Indira heran karena wanita yang di depannya mengenalnya


"Aku Nindi," jawab Nindi


"Aaaa Nindi, kamu kok berbeda banget sih Nin, kamu cantik sekali seperti bidadari yang turun dari angkot," sahut Indira.


"Kamu muji atau mengejek," ucap Nindi kesal.


Akhirnya Nindi menceritakan pada Gilang kalau Indira ini adalah temannya, mereka berdua dulu sangat akrab hingga Nindi memutuskan untuk pindah ke apartemen Gilang.


Celo juga mengenalkan kalau Indira adalah istrinya tapi dia nggak cerita kalau mereka menikah karena grebek masa.


"Ternyata dunia itu nggak selebar daun kelor ya," kata Nindi.

__ADS_1


halo kak, bagaimana kabarnya, pasti baik kan?


maaf baru up, Untuk novel Suami BuleKu bisa juga di baca sambil nunggu up, terima kasih kak😘😘😘😘


__ADS_2