Akulah Istri & Selingkuhanmu

Akulah Istri & Selingkuhanmu
Menunda rencana


__ADS_3

Hai kak,


makasih ya untuk koment part sebelumnya.


Aku tu gemes dan ngakak sendiri baca komen kakak semua, kira-kira kenapa ya.


Mimpi, ngelamun atau memang benar-benar nyata ya, mana yang bener nih.


"Tidaaaaaak," teriak Gilang


"Mas, mas, kamu kenapa?" tanya Nindi yang menepuk bahu Gilang. Dia heran melihat suaminya yang berteriak histeris seperti orang kesurupan mahkluk tak kasat mata.


Gilang menoleh dengan tatapan sayu, melihat Nindi berdiri di sampingnya membuat Gilang lega, takut kehilangan Nindi membuat otak Gilang traveling kemana-mana hingga dia membayangkan Nindi pergi meninggalkannya dan malah meninggal terpeleset di tangga.


Gilang segera memeluk Nindi, "Jangan tinggalkan aku, please!" bisik Gilang


Mendengar bisikan Gilang membuat Nindi tertawa kemudian dia melepas pelukannya dan menatap Gilang dengan lekat.


"Kamu kenapa sih mas, siapa juga yang mau ninggalin kamu," kata Nindi heran


"Aku takut sayang, aku membayangkan kalau kamu meninggalkan aku," ucap Gilang


"Astaga mas, ngapain coba membayangkan hal-hal yang buruk. Mending fokus dengan rencana resepsi kita," sahut Nindi.


"Iya," timpal Gilang.


Gilang memeluk istrinya lagi, dia sungguh takut kehilangan Nindi.


Baik Nindi maupun Gilang tidak membahas obrolan mereka tadi, Gilang tidak ingin menjawab sedangkan Nindi juga lupa.


Kini mereka sudah di rumah Gilang, mama Gilang sangat senang karena Gilang dan Nindi berkunjung.


"Gilang, Nindi kenapa kalian nggak tinggal di sini saja, mama sangat kesepian," kata mamanya dengan mimik wajah yang berubah sedih


Gilang yang melihat perubahan mimik wajah mamanya mendekati wanita yang melahirkannya tersebut dan memeluknya.


"Nanti setelah Gilang menikah ma, kalau saat ini Gilang masih was was dengan papa," ucap Gilang. "Gilang kan baru menikah ma, lagian masih butuh privasi, kalau di apartemen kan suka-suka mau gituan dimana saja," imbuhnya dengan terkekeh


Mama memelototi anaknya, bisa-bisanya mes um sekali.


"Dasar!" ucap mama


"Sabar Nin, dimaklumi ya kalau Gilang over," imbuh mama

__ADS_1


Nindi tersenyum.


Mereka bertiga lalu mengobrol kesana-kemari membahas resepsi yang akan Gilang adakan sebentar lagi. Dia sudah tidak sabar menunjukkan pada dunia kalau Nindi lah istrinya.


Di sisi lain Alex dan Celo terlihat marah karena Nita masih belum melaksanakan rencannya.


Dan kini malah Alex yang seakan kecanduan tubuh Nita.


Pikirannya selalu membayangkan malam-malam panas mereka dua hari ini.


"Kalau Gilang tidak kita hancurkan aku takut papa tidak percaya lagi pada kita kak, perusahaan Gilang sungguh melesat tinggi bahkan kebanyakan tender dan kerja sama dengan perusahaan luar dia dapatkan," kata Celo


"Entahlah Celo, Nita juga belum bisa menggaet Gilang, entah kapan dia melakukan tugas itu," sahut Alex.


Celo dan Alex sungguh bingung sekarang, bagaimana selanjutnya.


Sibuk dengan kekalutan meraka pak Admadja datang untuk membahas sesuatu dengan mereka berdua.


"Celo, Alex ada yang ingin papa bicarakan," kata Pak Admadja yang membuat Celo dan Alex saling pandang.


"Apa pa?" tanya Alex


"Dari awal semua aset papa adalah hak dari adik kalian Gilang, termasuk perusahaan ini. Jadi papa mohon bujuk Gilang supaya mau menikah dengan anak dari teman papa," jawab Admadja.


"Papa kan tau kalau hubungan kita tidak baik, apa Gilang mau mendengarkan kata-kata kita pa," sahut Alex.


"Sampai kapan hubungan kalian akan seperti ini terus, kalian adalah saudara sepatutnya saling menyayangi bukan saling memusuhi," timpal Pak Admadja.


"Baik pa," ucap Alex dan Celo


Banyak yang disampaikan pak Admadja pada mereka, setalah kepergian papanya nampak Alex dan Celo dibuat gelisah tak menentu.


"Apa kita dukung Gilang dan Nindi sekarang, supaya papa membenci Gilang dan mencoretnya dalam daftar pewaris sehingga aset papa jatuh ke tangan kita," ide Celo yang membuat Alex berfikir.


"Entahlah Celo, aku bingung," sahut Alex


Menurut Celo lebih baik mendukung Nindi supaya Gilang dicoret dalam daftar pewaris, setelah semua aset sudah mereka dapat baru mereka menghancurkan Gilang dengan rencana yang lain mengingat Nita juga belum berhasil.


Di sisi lain Nita nampak tidak fokus bekerja bukan karena Gilang tidak masuk melainkan Alex dia takut kalau nanti malam Alex di rumahnya lagi dan meminta jatah padanya.


"Kenapa jadi seperti ini," gumam Nita


Hingga jam makan siang datang, Nita sama sekali belum menyelesaikan tugasnya hingga membuat Veri marah, karena berkas penting kenapa tidak diselesaikan.

__ADS_1


Nita segara menyelesaikannya hingga malam hari dia baru pulang.


Saat mobilnya masuk ke dalam halaman rumahnya, dia melihat mobil Alex sudah terparkir rapi di halaman dan ini membuat Nita frustasi namun dia harus tetap keluar mobil.


Dengan langkah malas, Nita menuju ke tempat Alex berada.


"Ada apa lagi pak Alex?" tanya Nita dengan malas


"Ada yang Ingin aku bicarakan padamu, duduklah," jawab Alex lalu menyuruh Nita duduk tentu hal ini membuat Nita kesal


"Ini rumah siapa? kok dia yang mempersilahkan duduk," batin Nita lalu duduk


"Begini Nita, kita tunda saja rencana kita," kata Alex yang membuat Nita bingung namun dia juga bersyukur paling tidak Alex dan Celo tidak menekannya.


"Baiklah pak," sahut Nita.


Nita meminta Alex untuk pulang tapi Alex malah memeluk Nita dan meminta Nita untuk melayaninya lagi.


Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Alex, Nita sudah muak dengan Alex, dia bukan pemuas naf su.


"Cukup pak, saya bukan budak Naf su anda, jadi tolong hargai saya," bentak Nita


Alex nampak murka dengan Nita, dia memegangi tangan Nita lalu mengancamnya


"Kamu berani menolak kemauanku jangan salahkan jika aku berbuat nekat pada anak kamu."


Mendengar ancaman Alex membuat Nita takut, dia tidak mau kalau terjadi apa-apa dengan Rio anaknya.


"Baiklah pak, tapi saya mohon jangan sakiti anak saya," ujar Nita memohon


"Kalau kamu menurut tentu aku tidak akan menyakiti anak kamu," sahut Alex


Kini Nita dan Alex pergi ke kamar, sebelum melakukan hubungan terlarang mereka, Nita pamit mandi dulu karena dia gerah dan juga lelah.


Tak selang berapa lama, Nita keluar dengan handuk pendek yang melilit di dadanya.


Alex yang melihat Nita jadi menelan salivanya.


Dia mendekati Nita yang duduk di meja riasnya, Nita mulai memoles wajahnya dengan skincare malam tanpa memperdulikan Alex yang sudah berdiri di belakangnya.


"Sebentar pak, saya pake perawatan wajah saya dulu,"


Alex yang sudah tidak sabar membuka lilitan handuk Nita lalu membuangnya ke lantai.

__ADS_1


"Dengar Nita, mulai sekarang kamu adalah budak Naf su aku," bisik Alex yang membuat Nita mematung.


__ADS_2