ANAK MILIARDER MENCARI CINTA

ANAK MILIARDER MENCARI CINTA
Anjing gila


__ADS_3

Jika mau dibandingkan, keluarganya bukanlah apa apa, mudah bagi keluarga Prayoga untuk menghancurkan mereka yang bagaikan semut.


sekarang Adit Prayoga datang sebagai temannya Jovi, bagaimana aku menghadapi situasi yang tak menguntungkan ini. Batin Alex


Saat ini, Alex tak dapat berbicara walau satu katapun, mungkin lebih tepatnya dia takut untuk bersuara, jika dia sampai salah ucap, masa depannya lah yang akan jadi taruhan


Jovi yang melihat wajah Alex yang sangat pucat bagaikan mayat itu, dia merasa heran sekaligus bingung, kenapa dia terlihat begitu ketakutan setelah melihat Adit. Jovi mengerutkan keningnya berusaha mencerna situasi yang sangat tegang ini


"Kenapa kau diam saja? Apa kau bisu? tapi sepertinya tidak, aku sangat jelas mendengar suaramu tadi saat kau mengajak temanku ini untuk bertaruh" ujar Adit sambil meletakkan tangannya dipundak Jovi, tetapi dengan segera Jovi menepis tangan Adit


"Kau ini. Aku sedang menolongmu, bagaimana mungkin kau menepis tanganku begitu saja" Adit berbisik pada Jovi


"Aku tidak butuh bantuanmu untuk membereskan para nyamuk ini" Jovi berbicara dengan suara kecil, sambil mengitari pandangannya kearah Alex dan teman temannya


Adit tertawa geli mendengar ucapan Jovi, dia tak memperdulikan ucapan Jovi dan berbalik menatap Alex

__ADS_1


"Sekarang kutanya sekali lagi, apa kau masih ingat dengan taruhan yang kau ajukan tadi hah?" Adit berbicara dengan tegas membuat Alex semakin ketakutan


"I ... Ingat Tuan muda" kata Alex tergagap sambil menunduk


Tuan muda? mengapa Alex sangat menghormati Adit, dan lagi dia menyebutnya sebagai tuan muda, siapa sebenarnya bocah ini? Batin Jovi.


Meskipun dia adalah anak dari generasi pertama, tetap saja dia tidak pernah tau tentang daftar orang orang kaya yang ada di Indonesia ini, karena memang dia tidak pernah mau berinteraksi dengan dunia ayahnya, apalagi jika ada pertemuan antara pengusaha, yang datang hanya orang kepercayaan ayahnya


"Lalu apalagi yang kau tunggu? Cepat berlutut" Perintah Adit


"Sudahlah, tidak perlu diperpanjang lagi, aku takutnya nanti anak ini akan malu sampai menjadi gila. Aku juga tidak mau ada anjing gila yang bersujud padaku hanya ingin mendapatkan sepotong tulang yang belum tentu bisa ia dapatkan" Jovi tersenyum menyindir


Alex sudah tidak tau seperti apa suasana hatinya sekarang, semua perasaan marah dan takutnya berperang melawan satu sama lain, tapi kemarahannya tetap saja dikalahkan oleh ketakutannya, hingga membuat dia tetap tak berkutik mendengar sindiran dari Jovi.


"Kau yakin, tidak ingin menghukum anjing gila ini. Jika dia datang menggonggong padamu bagaimana? Ledek Adit sambil menatap Alex yang sedari tadi hanya diam tak bergerak

__ADS_1


"Ya. Jika dia menggonggong, aku akan berikan dia sepotong tulang, kelihatannya dia sangat senang jika diberikan tulang" Jovi tersenyum kecil memandangi Alex


Adit tertawa mendengar perumpamaan Jovi terhadap Alex


"Apa kau tidak akan memberikan dia sedikit daging agar dia jadi penurut?" ujarnya lagi


"Kau tau, kalau anjing gila itu tak akan pernah menurut, dia tetap akan menggigit jika tak diberi makan" lagi lagi Jovi tak berhenti meledek Alex


Adit tertawa geli sambil menggelengkan kepalanya.


Bisa juga nih anak, tampaknya dia bukan orang yang mudah ditindas. Ah, kalau tau begini, lebih baik aku diam ditempat saja, tidak perlu campur tangan, belum lagi Alex mengetahui identitasku, cepat atau lambat pihak keluarga pasti akan menyeretku untuk pulang. Batin Adit


"Ayo! Aku tidak ingin berlama lama disini, buang waktuku saja" Jovi menepuk pundak Adit mengajaknya untuk pergi, Adit pun menganggukkan kepala dan melangkah pergi


Mahasiswa yang menonton, satu persatu ikut meninggalkan lapangan, hingga hanya tertinggal Alex dan teman temannya.

__ADS_1


__ADS_2