ANAK MILIARDER MENCARI CINTA

ANAK MILIARDER MENCARI CINTA
Reuni


__ADS_3

Keesokan harinya, Aurel kesiangan, waktu sudah menunjukkan pukul 09.00


Aurel bergegas bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Saat dia selesai mandi, tiba tiba ponselnya berdering, terlihat nama Lani dilayar ponsel.


"Hallo Lani. Ada apa?" tanya Aurel.


"Aurel. Mau tidak temani aku memilih gaun untuk aku pakai nanti malam?" pinta Lani.


"Boleh boleh saja, kebetulan aku juga tidak memiliki kegiatan lain hari ini."


"Baiklah, nanti aku akan menjemputmu, aku meminjam mobil Adit."


"Oke." Aurel bergegas bersiap siap untuk pergi bersama lani, tidak lama setelah ia sarapan, Lani pun tiba didepan rumahnya, Aurel sedikit berlari menghampiri Lani.


"Sudah siap?" tanya Lani saat melihat Aurel datang.


"Sudah. Ayo jalan!" ujar Aurel saat masuk kemobil.


Lani pun melajukan mobil menuju sebuah mall.


Setibanya mereka disana, Lani tampak begitu senang.


"Aurel. Ayo kita kesana melihat gaun!" ajak Lani.


Tiba tiba mata Lani tertuju pada sebuah dress berwarna biru tua, yang terlihat sederhana tetapi elegan, Lani meraih gaun itu dan menyuruh Aurel untuk memasangnya.


"Kenapa aku yang harus memasangnya? Yang mau beli bukan aku," tanya Aurel bingung.


"Sudah. Kamu turuti saja ya!" Lani mendorong tubuh Aurel agar masuk keruang ganti.


Beberapa menit menunggu, Aurel keluar, dan benar saja, itu sangat cocok ditubuh Aurel. Warna biru gelap dipadukan dengan kulit putih Aurel, benar benar membuat dia semakin bersinar.


"Wah ... Kamu cantik sekali." mata Lani terbelalak kagum melihat postur tubuh Aurel yang sempurna.


"Kamu ambil yang ini saja ya!" ucap Lani senang.


"Tidak. Aku tidak bisa membeli baju ini, sangat mahal, uangku tidak cukup." Aurel menggelengkan kepalanya tidak berani membeli dress mahal itu, karena keluarganya sekarang sedang kesusahan.


"Tidak apa apa. Adit yang membelikanmu, tidak perlu khawatir." Lani mengedipkan mata pada Aurel.


"Mmm ... Tolong bungkus baju itu untuk temanku ya!" ujar Lani pada karyawan mall.


Setelah mendapatkan baju Aurel, Lani mengajak Aurel untuk pulang.


"Eh. Tunggu dulu! Kamu bilang mau beli baju, tapi kenapa kamu malah membelikan aku?" tanya Aurel bingung.

__ADS_1


"Tidak apa apa, Aku tiba tiba ingat, ternyata aku sudah membeli baju," Lani tersenyum nyengir.


"Begitu?" Aurel tidak menyadari bahwa Leni hanya berbohong padanya.


Tentu saja Lani sudah merencanakannya tanpa sepengetahuan Adit. Ya, siapa tahu nanti setelah Jovi kembali melihat Aurel, dia tiba tiba ingin kembali pada Aurel.


Lani diam diam tersenyum jahil, tidak menyangka Aurel yang dulunya galak dan sekarang berubah menjadi polos.


"Nanti malam, aku dan Adit akan jemput kamu, kamu berdandan lah dengan cantik ya!" goda Leni.


Kini akhirnya malam pun menyapa.


"Mah. Mama yakin bisa dandanin Aurel?" ucap Aurel tidak yakin, namun dia juga tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan pada ibunya, karena dia sama sekali tidak mengerti cara berdandan.


"Kamu tenang saja, Mama jago dalam bidang ini," ucap ibunya tanpa ragu.


"Iya Kak, Kakak tenang saja, Mama bisa kok, kemarin Mama juga pernah dandanin Fina, dan itu terlihat sempurna." Fina ikut menimpali.


"Kak. Apakah Kak Jovi juga hadir?" tanya Fina tiba tiba, tetapi ibunya segera menghentikan Fina, agar tidak menyebut Jovi didepan Aurel, ibunya takut kalau Aurel akan sedih.


"Tidak apa apa Mah. Kakak tidak tahu Fina, dia orang yang sibuk, tidak mungkin akan datang," ujar Aurel datar.


Setelah setengah jam ibunya bergelut dengan alat alat make up, akhirnya selesai juga, Aurel kini benar benar cantik, dengan riasan dari ibunya sendiri, ditambah rambut yang disanggul menyisakan sedikit rambut disebelah kiri dan kanannya, dress sepanjang lutut, menambah aura kecantikannya keluar.


"Wah ... Kakak, kamu cantik sekali, ini seperti bukan dirimu." Adiknya membuka mata lebar lebar begitu kagum melihat kecantikan kakaknya.


"Itu pasti Kak Adit. Ayo Kak kita turun!" Fina menarik tangan Aurel keluar dari kamar.


Lani dan Adit melihat Aurel yang tampil beda, tidak seperti biasanya, benar benar terpesona dengan keanggunan Aurel.


"Kamu cantik sekali malam ini, aku yakin, semua mata pasti akan tertuju padamu," ucap Lani saat Aurel masuk kemobil.


"Kamu berlebihan sekali," ujar Aurel malu malu.


Adit seketika terkejut melihat Aurel yang seperti itu, benar benar tidak menyangka Aurel sekarang dengan mudahnya terlihat malu, jika itu dulu, Aurel tidak akan mau menunjukkan sikap yang seperti itu.


Setelah satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai disebuah hotel, dimana acara mereka dilangsungkan, tempat acara berada dilantai paling atas.


Saat mereka masuk, keruangan yang begitu luas, disana telah banyak orang yang menghadiri acara.


Adit melirik kekiri dan kekanan, namun dia tak menemukan Jovi.


"Adit sini!" teriak Roni yang sedang duduk dimeja.


Mereka melangkah menghampiri Roni, dan ternyata Roni sedang duduk bersama Mawar.


"Mawar .... " teriak Lani.

__ADS_1


"Lani .... " Mawar ikut berteriak melihat sahabat lamanya kini ada dihadapannya.


Mereka berpelukan dengan begitu erat, melepas rindu mereka yang selama ini tidak pernah bertemu.


"Aurel. Kamu apa kabar?" Mawar tersenyum sumringah dan berbalik memeluk Aurel.


"Aku baik baik saja." Aurel membalas pelukan Mawar.


Mawar cukup heran melihat Aurel yang kini tampak pendiam, karena dia sendiri juga tidak tahu bahwa Aurel dan Jovi telah putus hubungan.


"Astaga ... Disaat seperti ini kenapa aku malah ingin buang air, merepotkan sekali," gerutu Lani kesal.


"Tidak apa apa, biar aku temani," ujar Mawar.


"Baiklah. Sayang, aku dan Mawar ketoilet dulu ya!" pamit Lani pada Adit. Adit mengangguk dan tersenyum.


"Lani aku ikut ya! Aku tidak enak sendirian disini," ucap Aurel dengan polosnya, sembari memegangi tangan Lani.


"Ayo!" Lani mengangguk setuju.


Tidak lama setelah kepargian mereka bertiga, semua orang tampak berdiri dengan tegang.


"Ada apa? Kenapa mereka semua berdiri?" tanya Adit bingung.


Seseorang yang melihat Adit dan Roni tidak berdiri, lantas dia menegur mereka berdua.


"Kalian cepatlah berdiri! Orang besar sudah datang," ujarnya.


Adit mengerutkan alisnya bingung, namun dia tetap menuruti perkataan orang itu, ikut berdiri seperti semua orang.


"Orang besar mana yang akan datang, sampai mereka semua tampak begitu hormat, memberikan penyambutan seperti ini. Aku juga orang besar kenapa mereka tidak menyambutku saat aku datang?" ujar Adit mencebikkan bibirnya.


"Kamu masih kurang besar, makanlah yang banyak agar nanti jika kamu besar, juga akan disambut seperti ini," ledek Roni.


"Sialan .... " Adit memukul tangan Roni kesal.


Tidak lama kemudian, pintu terbuka, dan terlihat sosok perkasa berjalan masuk dengan langkah kaki yang mengintimidasi, benar benar menyilaukan mata.


Siapa lagi kalau bukan Jovi, hanya dia yang mampu membuat semua orang hormat padanya.


Jovi yang memakai jas berwarna navy berjalan dengan penuh kharisma, Jimmy yang berada di sampingnya, dan dua pengawal berjalan dibelakangnya.


Ya ampun. Ternyata orang besar yang dimaksud itu adalah Jovi, kenapa aku bisa tidak kepikiran tentang dia ya? Anak ini, ternyata dia datang juga. Astaga ... Mampuslah aku, bagaimana dengan Aurel? Jovi pasti akan marah besar padaku jika dia tahu aku membawa Aurel kesini. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Sebentar lagi Aurel pasti akan kembali. Adit menggigit jari dengan sangat panik.


Hayoo ... Ada yang penasaran apa yang akan terjadi? Hehe


Besok lagi aja ya up nya 😁

__ADS_1


Diharapkan untuk bersabar. 😊


__ADS_2