ANAK MILIARDER MENCARI CINTA

ANAK MILIARDER MENCARI CINTA
Bertemu Penculik


__ADS_3

Disisi lain, Jovi yang mengendarai motornya saat akan pulang, tiba tiba dia melihat seorang wanita yang diseret oleh dua orang berbadan besar dan kekar untuk masuk kedalam mobil, wanita itu berteriak meminta tolong, namun tidak ada satupun orang yang memperdulikannya, mungkin lebih tepatnya orang orang pada takut untuk membantu, saat melihat tujuh orang berbadan kekar itu menatap ke arah setiap orang yang melewati tempat itu.


Jovi yang melihat itu, dia tidak bisa mengabaikannya, ia memarkirkan motornya di pinggir jalan dan berjalan kearah sekelompok pria kekar itu.


"Lepaskan dia!" teriak Jovi dan membuat sekelompok pria itu menoleh kearahnya.


"Heh bocah, jika kau masih mau hidup tenang, lebih baik segera pergi dan jangan ikut campur masalah kami," ucap salah satu pria berbadan besar itu.


"Lalu bagaimana jika aku tidak ingin pergi?" kata Jovi sinis.


"Jika kau tak ingin pergi, takutnya nanti kau malah digotong orang dibawa kerumah sakit, mending jika kau masih bisa selamat, takutnya sebelum sampai dirumah sakit kau sudah tidak bernyawa, jika kau masih menyayangkan nyawamu, lebih baik pergi sekarang juga!" ujar pria berkepala botak yang juga merupakan ketua dari sekelompok penculik itu.


"Siapa yang akan masuk rumah sakit masih belum bisa dipastikan, mungkin saja kalian yang akan terbaring dirumah sakit," kata Jovi santai.


Para penculik itu seketika tertawa terbahak bahak, tidak menyangka pemuda didepan mereka akan mengatakan hal yang tidak masuk akal, dan lagi seakan akan yakin bisa mengalahkan mereka semua


Bahkan jika dia mengatakan bisa mengalahkan satu orang dari mereka, tidak akan ada yang percaya jika melihat perbedaan postur tubuh Jovi dan para penculik itu.

__ADS_1


Namun mereka tidak akan menyangka, pemuda yang mereka remehkan memiliki seni bela diri yang hebat, gurunya adalah orang nomor satu dalam dunia bela diri, yaitu Paman Ghani, di Indonesia ini siapa yang tidak kenal dengan tuan Ghani yang sangat disegani dan ditakuti disuluruh penjuru dunia, teknik bela dirinya tidak diragukan lagi.


Sedangkan wanita itu melihat Jovi merasa terharu, mengapa tidak, dari sekian banyaknya orang yang melihat dia diculik, hanya Jovi yang bersedia membantunya tapi dia juga merasa khawatir, bagaimanapun dia hanya sendiri ia tak mungkin bisa menghadapi ketujuh penculik itu, kini dia tidak yakin bisa lepas dari penculikan.


"Anak muda jangan bilang aku tidak memperingatkanmu, kamu sendiri yang datang untuk mengantarkan nyawamu," ujar pria berkepala botak.


"Heh. Kepala botak, dari tadi kau selalu banyak omong, sini hadapi aku kalau berani, apa jangan jangan kau takut?" Kata Jovi mengejek.


Pria botak itu pun semakin geram terhadap Jovi, dia pun memberi kode kesalah satu bawahannya untuk maju menghadapi Jovi, dia mengira satu orang saja cukup untuk menghadapi Jovi, karena dia yakin kalau Jovi hanya besar di omongan saja dan tidak memiliki kemampuan dalam bela diri.


Dia memukul Jovi dengan tenaga penuh, tapi Jovi dengan cepat menghindari serangannya, dia kembali menendang kearah Jovi, tapi seketika Jovi menangkap kakinya dan memutarnya hingga membuat pria itu jatuh terhempas ketanah.


Buukk


"Aakkhh .... " pria itu mengerang kesakitan, tulangnya seakan retak akibat terhempas.


Kelincahan Jovi membuat pria itu tidak sempat mengeluarkan banyak jurus, Jovi dengan cepat mengakhiri pertarungan membuat lawan sulit untuk kembali bangun

__ADS_1


Orang orang yang melihat pertarungan itu pun merasa terkejut, walau bagaimanapun perbedaan mereka secara fisik sangatlah jauh, tapi Jovi dengan mudahnya mengalahkan lawannya.


Terlebih lagi pria botak itu, wajahnya seketika menjadi tidak enak dipandang, dia tidak menyangka, dalam hitungan detik Jovi berhasil mengalahkan anak buahnya.


"Apa cuma segini kemampuan anak buah mu? lemah sekali, kalau perlu suruh semua bawahanmu untuk maju secara bersamaan" kata jovi sambil tersenyum mengejek.


Mendengar ucapan Jovi, diapun terbakar amarah, sambil menggertakkan giginya langsung memerintahkan semua bawahannya untuk menyerang secara bersamaan, orang orang yang melihat lima orang maju bersamaan, seketika wajah mereka pucat, bagaimanapun mereka tidak akan mengira kalau Jovi bisa mengalahkan lima orang sekaligus.


Pertarungan antara Jovi dan lima orang penculik itu pun dimulai, namun siapa sangka dalam hitungan menit Jovi mampu merobohkan kelima penculik itu, dan lagi lagi Jovi mengejutkan semua orang, sebagian ada yang ternganga tidak percaya, dan sebagian diam diam menatap Jovi dengan tatapan kagum.


Hai para readers ku tercinta jangan bosan buat dukung author, berupa


Vote, like, coment, dan rate nya ya


Dukungan kalian adalah semangat author


"Terimakasih"

__ADS_1


__ADS_2