ANAK MILIARDER MENCARI CINTA

ANAK MILIARDER MENCARI CINTA
Tak Berperasaan


__ADS_3

Seketika wanita itu terkejut mendapati tangannya yang ditarik paksa oleh Jovi, menuju kearah motornya.


Apa yang mau dilakukan pria ini? Jangan jangan dia juga mau melakukan penculikan terhadapku? Benaknya.


Wanita itu bernama Aurellia Bastian, ia biasa disapa dengan panggilan Aurel.


Aurel adalah anak sulung dikeluarga Bastian, ia memiliki seorang adik perempuan yang masih duduk dibangku SMA kelas dua.


"Hey hey, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" kata Aurel panik.


Jovi tidak merespon perkataan Aurel, ia terus saja menggenggam pergelangan tangan Aurel dan terus berjalan menuju ke arah motornya yang diparkir.


Aurel yang melihat Jovi tidak berkata apa apa, dia pun semakin panik, dia benar benar mengira bahwa Jovi akan menculiknya.


Apa apaan ini, baru lepas dari sekelompok serigala, dan sekarang malah masuk kekandang harimau. Batin Aurel.


 


Tiba dimotornya, Jovi menyuruh Aurel untuk naik.

__ADS_1


"Naik cepat!" perintah Jovi sambil menaiki motornya.


"Tidak mau, siapa yang akan menjamin kalau kamu tidak punya maksud lain saat aku menaiki motormu," bantah Aurel.


"memangnya aku ada maksud lain apa?Ya sudah kalau memang tidak mau naik, tapi jangan salahkan aku kalau nanti para penculik itu menangkapmu lagi," kata Jovi sambil menghidupkan mesin motornya


Seketika Aurel melompat naik, Jovi pun sempat kaget, barusan dia protes tidak mau naik, sekarang malah naik dengan sendirinya.


"Kenapa kamu naik? Apa tidak mencurigaiku lagi?" ujar Jovi sambil menoleh kebelakang.


"Siapa bilang, aku hanya tidak punya pilihan lain selain ikut denganmu, disini sangat sepi, belum tentu ada kendaraan umum yang akan lewat," ujar Aurel sambil memasang muka masam.


Apa semua wanita tidak tahu cara berterimakasih? Benak Jovi, dia pun menghidupkan mesin motornya lalu meninggalkan tempat itu.


Diperjalanan, Aurel berkata dengan berteriak, karena suara motor Jovi sangat keras membuatnya merasa bising.


"Hey. Apa kau tidak bisa membiayai sedikit uang untuk motormu ini, setidaknya tidak membuat telinga terganggu saat mengendarainya," kata Aurel.


"Ini motorku, bukan motormu, dan yang mengendarainya juga aku, bukan kamu, kenapa malah kamu yang sewot sih?Setidaknya aku lebih menyukai suara motorku dibanding dengan suara ocehanmu itu," ujar Jovi meledek.

__ADS_1


"Kamu .... " Aurel mendengus kesal, tidak menyangka Jovi malah membandingkan suaranya dengan suara motor.


Saat mereka sudah cukup jauh dari tempat kejadian, Jovi tiba tiba menyetop motornya dan menyuruh Aurel untuk turun, Aurel pun turun dan menatap Jovi dengan heran.


"kamu menyuruhku turun untuk apa? Tidak mungkinkan kamu mau meninggalkan aku disini?" Tanya Aurel curiga.


"Kalau iya memangnya kenapa? Aku sudah menolongmu dari para penculik itu, sekarang kamu pulanglah sendiri, aku tidak punya waktu untuk mengantarmu," ujar Jovi datar.


"Ini ... kamu tidak sedang bercanda kan?Kamu meninggalkan aku disini, jika para penculik itu mengejar sampai kesini bagaimana? Bukankah pertolongan kamu tadi akan sia sia?" bantah Aurel.


Aurel tidak percaya jika Jovi benar benar akan meninggalkannya ditengah jalan.


"Ini sudah cukup jauh dari tempat kejadian, para penculik itu juga tidak akan mengejar lagi, melihat dari kondisi mereka bahkan untuk bangun saja mereka pasti kesulitan, dan lagi bukannya kamu tidak suka mendengar suara motorku, jadi lebih baik kamu naik taksi saja, paling sebentar lagi akan ada taksi yang lewat," kata Jovi tanpa ragu.


Jovi kembali menghidupkan motornya dan berlalu pergi, Aurel yang melihat Jovi pergi begitu saja masih tak dapat percaya kalau ia benar benar ditinggalkan ditengah jalan.


"Apa aku sedang dikutuk? Kenapa hari ini aku menjadi sesial ini? Benar benar lelaki tak berperasaan, bisa bisanya dia meninggalkan seorang wanita dipinggir jalan seperti ini," gerutu Aurel kesal.


Setelah beberapa saat, akhirnya ada taksi yang lewat, Aurel pun melambaikan tangannya, taksi berhenti di sampingnya, dia segera masuk dan menyebutkan alamat yang akan dia tuju kepada supir.

__ADS_1


__ADS_2