ANAK MILIARDER MENCARI CINTA

ANAK MILIARDER MENCARI CINTA
Kenangan Lama


__ADS_3

 


Jovi telah mendaftarkan dirinya masuk ke universitas ternama diJakarta, sebenarnya dia tidak ingin masuk diuniversitas ternama, tapi ayah dan ibunya tetap keras kepala ingin dia kuliah diuniversitas itu


Menurut ayah Jovi, sekalipun Jovi ingin berpura pura miskin, dia juga tidak akan membiarkan anaknya kuliah di universitas biasa, karena kelak Jovi lah yang akan menggantikannya untuk memimpin perusahaan "ADN GROUP" dia harus mendapatkan pelajaran yang tepat agar bisa membawa perusahaan menjadi lebih baik lagi


Jovi hanya bisa pasrah dengan keputusan ayah dan ibunya yang juga ingin membiayai kuliahnya, ibu dan ayahnya hanya menyuruhnya bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari, tapi untuk biaya kuliah mereka yang akan tanggung semuanya


Jovi pun tak bisa membantah lagi daripada ayah dan ibunya berubah pikiran, walau bagaimanapun dia tetap ingin merasakan dunia luar sebagai orang yang biasa saja


Saat mereka sedang menyantap makan siang dimeja makan tiba tiba Riana berkata pada Jovi


 


"Jovi, suatu saat jika kamu sudah tidak tahan lagi dengan kerasnya hidup diluar, walaupun kamu belum menyelesaikan kuliah, pulanglah kerumah, hidup diluar itu tidak gampang Nak, belum lagi tidak semua orang yang akan menghargai kamu nantinya" ujar Riana membujuk Jovi


 


Saat itu mereka hanya makan berdua, karena ayah Jovi seperti biasa tidak akan makan siang dirumah karena sedang berada dikantor


"Mama tenang saja, Jovi pasti akan pulang jika Jovi tidak tahan lagi, walau gimanapun juga kan Jovi tetap akan menggantikan papa untuk mengurus perusahaan, Jovi hanya ingin merasakan bagaimana menghidupi diri sendiri tanpa dibantu oleh papa, tapi kalian bersikeras untuk membiayai kuliah Jovi" kata Jovi sambil mengunyah makanannya


Memangnya kalau papa sama mama gak bantuin kamu, kamu bisa bayar biaya kuliah kamu sendiri " ledek Riana


 


Jovi tersenyum sambil menggaruk kepalanya malu


 


"kalau cuma masuk diuniversitas biasa sih seharusnya bisa, tapi karena papa sama mama masukin Jovi dikampus yang mahal, jadinya Jovi gak punya pilihan lain" jawab Jovi tak mau kalah


"Kamu tuh ya, ada aja jawabannya biar mama gak berkutik lagi" ujar Riana


 

__ADS_1


Jovi tersenyum menang, melihat ibunya mengalah


 


"Mah, besok Jovi sudah akan pindah" seketika Jovi memecah keheningan, Riana tertegun sejenak, tak melanjutkan suapannya


 


"Secepat itu?" Tanya Riana datar


"Iya, Jovi kan udah mau masuk kuliah, jadi harus segera pindah" jawab Jovi seadanya


" Oke ... Oke" ucap Riana sambil mengangguk anggukkan kepalanya


 


 


Setelah mereka makan, mereka pun kembali pada aktifitas mereka masing masing, Jovi tengah mengemas barang barangnya yang akan dia bawa, disaat dia sedang mengotak atik pakaiannya dilemari, tiba tiba selembar foto jatuh didepan matanya


 


 


Jantung Jovi seketika berdegup kencang, seakan ada perasaan kesal, marah, sekaligus rindu, bercampur menjadi satu, hatinya menjadi kacau, ia tertegun sejenak melihat foto itu, lalu dia meraihnya dan menatapnya tanpa berkedip


 


Jovi memegang foto itu sambil bangkit berdiri dan berjalan kearah jendela


 


"Sudah setahun berlalu, kenapa setiap aku mengingatmu jantungku serasa ingin pecah menahan kerasnya degupan yang tak dapat aku tahan" Jovi tersenyum kecut menahan kegetiran dihatinya


Didalam foto terlihat seorang pria dan wanita memakai seragam SMA duduk disebuah meja saling menatap satu sama lain, keduanya tersenyum penuh cinta seakan takkan ada yang memisahkan mereka

__ADS_1


Ya, itu tidak lain adalah Jovi bersama bekas kekasihnya, Lissa Deviana.


 


Mereka menjalin hubungan selama kurang lebih setahun, disaat mereka pacaran Lissa selalu menempel pada Jovi bak perangko, seakan tak ingin berpisah walau satu inci pun


 


Namun siapa yang akan menyangka suatu ketika Jovi melihat Lissa menggandeng pria lain dengan mesranya memasuki sebuah mall, melihat itu Jovi seakan tak berpijak lagi pada bumi seluruh kakinya gemetaran menahan amarah


Jovi pun segera mengejar Lissa, namun disaat dia berada dihadapan Lissa, bukannya merasa bersalah atau terkejut, Lissa malah memasang wajah tanpa ekspresi seperti tidak terjadi apa apa


Saat Jovi bertanya pada Lissa, Lissa hanya memandang Jovi dengan tatapan hinaan, bukan itu saja, bahkan Lissa melontarkan sebuah kata kata yang amat sangat kejam penuh penghinaan, itu tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya


Meskipun dia sangat marah, tetapi dia tetap tidak bisa melupakan bekas kekasihnya itu, masih ada rasa cinta yang sudah berakar dilubuk hatinya


"Aku tidak pernah menyangka akan ada hari dimana kamu menghianati aku dan menganggap aku seperti sampah tak berguna" Jovi terdiam sejenak


"dimana wanita polos yang selalu menempel denganku itu? Beginikah balasan dari apa yang telah aku perjuangkan? Hhmm, sungguh ironis" Jovi tersenyum getir mengingat penghianatan dari Lissa


"Apakah semua wanita sungguh menganggap uang adalah segalanya, lalu apa namanya cinta itu? Tak ada yang namanya cinta jika kau tak punya uang, begitukah prinsip wanita?" Batin Jovi dengan tatapan lurus kedepan


"Ah ... Sungguh menyebalkan jika semua wanita itu sama sifatnya dengan Lissa, kalau saja semua wanita seperti ibuku yang rela berjuang bersama untuk meraih puncak kesuksesan, mungkin semua pria yang ada dimuka bumi ini takkan ada yang melajang" Jovi berbicara sendiri sambil sesekali tersenyum pahit


Ya, saat ibunya menikah dengan ayahnya, ayahnya saat itu memang tidak memiliki apa apa, sedangkan ibunya berasal dari keluarga yang terpandang, tapi ibunya rela meninggalkan semua kemewahan yang ada demi ikut bersama ayahnya untuk berjuang bersama


Tak perduli sekeras apa larangan keluarganya, ia tetap pada pendiriannya, hingga akhirnya ayahnya mampu mengembangkan usahanya menjadi yang terdepan saat ini, dan menjadi orang yang sangat dihormati dan disegani


tetapi tidak banyak yang tau kalau Jovi adalah anak dari pengusaha nomor satu di Indonesia ini, karena ayahnya memang tidak pernah mengekspos tentang dirinya


Setelah lama mamatung didepan jendela Jovi pun kembali menyimpan foto mantannya itu dilemari dan berkata


"Kau tinggallah lagi disini dan jangan coba coba untuk keluar lagi sampai aku sendiri yang akan membuangmu, tapi saat ini aku masih belum mau melenyapkanmu" Jovi berbicara sambil menatap foto itu seperti orang bodoh


Ia pun menyimpan fotonya dan melanjutkan kembali mengemas barang barangnya.

__ADS_1


 


__ADS_2