ANAK MILIARDER MENCARI CINTA

ANAK MILIARDER MENCARI CINTA
Air mata kadal


__ADS_3

disore hari, terdengar suara klakson mobil dari luar.


Aurel segera turun dari kamar untuk memyambut Jovi.


Dan pas sekali ia berpapasan dengan gadis itu, Aurel sendiri belum tahu siapa namanya.


Gadis itu berlari keluar, tampaknya dia juga pergi untuk menyambut Jovi.


"Kak Jovi. Aku merindukanmu, lama sekali kita tidak pernah berjumpa," teriaknya kegirangan sembari menghambur memeluk Jovi.


Jovi membalas pelukannya dengan tersenyum, Aurel cukup tidak nyaman melihat pemandangan seperti itu.


"Kamu sudah sangat besar tapi masih saja bersikap manja padaku, benar benar tidak berubah dari dulu," ucap Jovi sembari mencubit hidungnya.


gadis itu bernama Rasya, dia dan kakaknya dulu sangat akrab pada Jovi diwaktu Jovi masih SMP. Kakaknya dulu sangat menyukai Jovi, sedangkan Rasya, dari dulu dia memang selalu menempel pada Jovi jika Jovi pergi bermain dirumahnya.


"Aaww ... Sakit kak," ucapnya yang terlihat manja.


Jovi melepaskan cubitannya dan mengelus kepala Rasya dengan tersenyum.


Itu pertama kalinya Aurel melihat Jovi bersikap hangat pada wanita lain, dari dulu, semenjak dia pacaran dengan Jovi, dia tidak pernah akrab dengan gadis lain sampai sedekat itu.


Aurel masih bertanya tanya, siapakah gadis itu? Kenapa Jovi tampak menyayanginya?


Jovi dan Rasya masuk kevila, Jovi sempat melirik kearah Aurel, tetapi setelah itu dia kembali mengacuhkan Aurel, kata sapaan saja tidak sempat diutarakan oleh Aurel.


"Kak. Pelayan rumahmu terlihat sangat cantik. Dimana kamu mendapatkan pelayan secantik dia?" tanya Rasya saat mereka duduk disofa.


Jovi menoleh pada Aurel yang kini sedang berdiri disampingnya.


Kenapa wanita ini tidak menjelaskan tentang siapa dia sebenarnya? Apa dia tidak ingin mengakui kalau dia adalah istriku? Sebegitu tidak sukanya kah dia memiliki status menjadi istriku? Jangan bermimpi untuk menyembunyikan statusmu, karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Gumam Jovi.

__ADS_1


"Kak. Kenapa kamu diam?" Rasya memiringkan kepalanya menunggu jawaban dari Jovi.


"Hmm ... Dia bukan pelayan, tapi dia istriku," jawab Jovi.


Kau berusaha menyembunyikannya, maka aku akan berusaha untuk membongkarnya. Jovi menatap Aurel sembari tersenyum sinis.


Aurel yang mendengar pengakuan dari Jovi, benar benar merasa sangat senang, dia tidak menyangka bahwa Jovi mau mengakui dia sebagai istrinya didepan orang lain.


Ternyata kamu masih perduli denganku. Aku sangat senang mendengarnya. Aurel tersenyum menatap hangat kearah Jovi.


Terjadilah kesalah pahaman yang hakiki diantara mereka berdua.


Jovi yang mengira Aurel tidak perduli pada dirinya, tidak mau mengakui dia yang sebagai suaminya, lantas dia memberitahukan yang sebenarnya, mengira bahwa Aurel akan kesal jika mendengar pernyataan itu.


Sedangkan Aurel, alasannya yang tidak ingin memberitahukan tentang identitasnya sebagai istri Jovi, hanya takut itu akan membuat reputasi Jovi menjadi buruk, makanya dia menyembunyikan statusnya sebagai istri Jovi. Pada saat dia mendengar Jovi yang mengakuinya, dia merasa sangat senang, padahal niat Jovi hanya ingin membuatnya kesal.


Raut wajah Rasya seketika berubah, dia menatap Aurel dengan tatapan hina, tidak terima jika Aurel yang menjadi istri Jovi.


Sedangkan Rasya ingin sekali melihat kakaknya yang menjadi pendamping hidup Jovi, tetapi mendengar Jovi telah memiliki istri, sikap liciknya mulai keluar.


"Tidak apa apa, tidak perlu meminta maaf, mungkin seseorang akan lebih senang jika dipanggil pelayan, kedepannya jika mau panggil pelayan juga tidak apa apa, kan tidak ada yang keberatan," sindir Jovi sembari menatap Aurel.


Aurel hanya diam saja, percuma jika dia membantah, dia juga tidak akan dianggap baik oleh Jovi.


Rasya yang mendengar ucapan Jovi, merasa sangat senang. Itu artinya, rumah tangga mereka tidak seharmonis yang dia pikirkan.


Bagus. Tampaknya Kak Jovi tidak menyukai wanita ini, kalau begitu, aku bisa memiliki kesempatan untuk memisahkan mereka, dan menjodohkan Kakakku pada Kak Jovi. Rasya tertawa puas dalam hatinya.


"Hmm ... Kak. Apa kamu pernah menghubungi Kak Resta? Dia sering menanyakan tentangmu padaku, tampaknya dia masih menyimpan rasa simpati padamu, tidak lama lagi dia akan pulang, setelah dia pulang nanti, bagaimana jika kita merayakannya? tetapi hanya bertiga saja. Bagaimana?" ucap Rasya sengaja membuat panas suasana.


Aurel mengerutkan keningnya mengerti dengan maksud Rasya, sudah pasti dia ingin mengaduk aduk rumah tangganya dengan Jovi, baru sehari menikah, masalah sudah datang menyapanya, padahal masalah yang sebelumnya saja belum teratasi.

__ADS_1


Jovi tersenyum kecut mendengar ucapan Rasya, "Pasti. Aku akan ikut merayakannya," jawab Jovi mengangguk pelan.


"Kenapa harus bertiga saja, kamu lupa bahwa Jovi mengatakan kalau dia telah memiliki istri? Kamu sengaja kan, ingin membuat rumah tangga kami retak?" timpal Aurel yang sudah merasa kesal.


"Kak? Kamu kenapa bicara seperti itu? Aku benar benar tidak ada maksud untuk melakukan hal bodoh seperti itu, tetapi kenapa kamu menuduhku seperti itu?" jawab Rasya memelas, berpura pura menjadi anak yang polos.


"Hng. Trik semacam ini sudah sering kulihat pada sekelompok wanita murahan, maksudmu mengajak suamiku untuk merayakan kepulangan Kakakmu itu apa? Bukankah untuk membuat mereka berdua bersama?" sulut Aurel.


"Apa maksud Kakak mengatakan wanita murahan? Apa Kakak menyindirku sebagai wanita murahan? Apa Kakak begitu benci padaku? Sampai menyebutku dengan kata seperti itu?" ucap Rasya yang berpura pura polos didepan Jovi.


"Ck. Aku tidak mengatakan jika kamu wanita murahan, kamu saja yang menganggap dirimu seperti itu," Aurel memandang sinis kearah Rasya.


Rasya memasang wajah sedihnya, berpura pura menjadi orang yang tertindas.


Rasya berbalik memegang tangan Jovi.


"Kak. percayalah! Aku benar benar tidak bermaksud apapun, tetapi kenapa Istri Kakak menuduhku tanpa alasan? Aku sedih." Rasya menangis sesenggukan agar Jovi menaruh simpati padanya.


Air mata yang benar benar palsu, dia sangat pandai dalam berakting. Lihat saja, kali ini aku tidak akan mengalah pada siapapun. Gumam Aurel yang merasa sangat geli dengan sikap Rasya.


Jovi melirik kearah Aurel dengan wajah dinginnya, lalu kembali memandang Rasya yang sedang menangis.


"Sudahlah. Jangan perdulikan omongannya, dia memang suka begitu. Jangan membuat beban baru dihidupmu!" ucap Jovi menenangkan.


"Sudahlah. Tidak perlu berpura pura polos begitu, asal kamu tahu, itu sangatlah menggelikan. Aku tidak tahan melihatnya," ucap Aurel dengan sinisnya.


"Diam!" bentak Jovi tanpa menoleh.


"Kenapa? Apa yang aku katakan ini salah? Apa kamu juga percaya dengan air mata kadalnya itu?" Aurel kini benar benar berani membantah perkataan Jovi, entah dari mana sumber keberanian itu datang, tetapi saat ini, yang dia pikirkan hanyalah kelangsungan rumah tangganya. Aurel tidak ingin ada manusia jadi jadian yang masuk dalam kehidupan rumah tangganya.


Ngeliat antusias kalian sama cerita ini, Author jadi sayang buat berhenti nulis, jadi Author buru buru lanjutin ceritanya.

__ADS_1


Mungkin sekarang gak bisa Up banyak atau panjang, tapi Author usahakan bisa Up tiap hari.


Semoga kalian makin suka sama ceritanya ya! 😊


__ADS_2