
Jovi yang melihat Aurel menatapnya, seketika dia berkata, "Sebegitu tampannya kah aku ini, sampai kau tak ingin mengalihkan tatapan mu dariku?" ujar Jovi dengan senyum menggoda
Aurel menyeringai, serasa ingin muntah dengan ketebalan muka Jovi yang sok ganteng,
"Ya. Kau sangat tampan, sampai aku ingin muntah melihat wajahmu," Ledek Aurel
"Kau ini. Masih saja bersikap jual mahal, akui saja kalau kau menyukai wajah tampanku." Jovi terus saja menggoda Aurel dengan senyum jahilnya
Aurel seketika melepas tasnya dan memukulkan kearah Jovi beberapa kali, Jovi melindungi kepalanya dengan kedua tangannya.
"Aww. Stop. Stop. Stop. Ada apa dengan mu ini? Apa kau kerasukan, sampai memukuli orang seperti ini? Kau tahu, semua lelaki akan kabur jika kau galak begini," ujar Jovi dan Aurel pun berhenti memukul
"Kau pikir aku peduli? Biar saja mereka kabur, setidaknya tak akan ada yang berani macam macam denganku," tukas Aurel sambil menyilangkan kedua tangannya.
Pantas saja Adit sampai kabur dari rumah, sedang wanita yang dijodohkan padanya saja seperti seekor Singa betina. Batin Jovi
"Aku mengerti sekarang, kenapa kau kabur dari rumah, itu karena wanita ini sangat mengerikan, apa jadinya jika kalian berada dikasur yang sama?" bisik Jovi pada Adit sambil menatap Aurel
Adit tertawa geli, dan menonjok bahu Jovi pelan, akhirnya mereka pun tertawa terbahak bahak, membuat Aurel mengerutkan keningnya kebingungan.
"Oh, iya. Jov, Nanti temenin gue pulang kerumah ya, pake motor lu aja perginya!!" Seru Adit
"Gak usah, pake mobil aku aja, motor dia terlalu lamban, aku gak mau nunggu lama dirumah kamu." Aurel segera membantah
__ADS_1
"Aku tidak ingin satu mobil denganmu, apalagi berdua," Kata Adit acuh
"Cih, kamu pikir aku mau berdua sama kamu dalam satu mobil, gak usah GR, aku cuma gak mau aja harus nunggu lama dirumah kamu sampai kamu datang, aku masih banyak urusan lain, bukan hanya mengurus perjodohan yang gak penting gini," tukas Aurel dengan nada kesal.
"Siapa yang peduli dengan urusanmu?" ujar Adit tak perduli
Aurel kembali mengangkat tasnya ingin memukul Adit, tapi Adit segera menghentikannya
"Stop. Kau ini perempuan, kenapa harus galak begini sih? Ok fain, aku akan ikut naik mobil denganmu, tapi Jovi juga harus ikut!" Adit mengalah daripada dia harus dipukul seperti Jovi
"Kenapa aku harus ikut?" ujar Jovi sambil menunjuk dirinya
"Udah kamu nurut aja, jangan ngebantah," Adit berkata dengan suara kecil sambil memukul pelan lengan Jovi.
Akhirnya Jovi cuma bisa pasrah dan tidak berkata apapun lagi
"Gila ya tuh cewek, benar-benar seperti Singa betina yang habis melahirkan" Jovi menggelengkan kepala merasa lega dengan kepergian Aurel, dia yakin jika Aurel tidak pergi sekarang, telinganya akan terasa panas dengan ocehan-ocehannya yang tak bermutu
"Kau lihat kan, bagaimana sikap dia itu, mengerikan sekali, tidak heran kalau aku kabur," ujar Adit tersenyum licik.
Sebenarnya bukan sikap Aurel yang membuatnya kabur dari rumah, melainkan memang dia tidak memiliki perasaan apapun pada Aurel, mereka hanya bersahabat sejak kecil, dan sangat sering berkelahi hanya karena masalah sepele, itu juga yang membuat persahabatan mereka awet sampai sekarang. Sebenarnya Aurel wanita yang baik, tetapi dia akan berubah menjadi Singa jika ada yang memancing amarahnya
Tepat pukul tiga sore, Jovi dan Adit telah berada ditempat parkiran, Adit mencari cari mobil Aurel, tapi tidak ketemu, tiba tiba sebuah mobil Lexus Rc berwarna biru keluar dari deretan mobil yang terpakir dan suara klakson pun terdengar, Jovi dan Adit segera menghampiri mobil itu, disana terlihat Aurel duduk dikursi kemudi
__ADS_1
"Kau salah sasaran jika mau pamer, mobil ini tidaklah seberapa bagiku, jadi jangan sombong," ujar Adit setelah masuk kedalam mobil.
"Hallo ... Yang pamer siapa? Kalau aku tidak menekan klakson, kau tidak akan tau kalau yang berada dalam mobil ini adalah aku." Bantah Aurel.
"Bisa jalan sekarang?" Jovi yang duduk dikursi belakang tiba tiba bersuara
Aurel pun menghidupkan mesin mobilnya, dan keluar dari gerbang kampus. setengah jam kemudian mereka sampai dirumah Adit, Aurel memencet klakson mobil, satpam yang telah mengenali mobil Aurel segera membukakan gerbang pagar.
Mereka bertiga turun dari mobil. Terlihat rumah mewah yang sangat terkesan elegan, tapi itu tak membuat Jovi terkejut, bahkan rumahnya jauh lebih mewah jika dibandingkan dengan rumah Adit
Mereka bertiga masuk kedalam, setelah pelayan rumah membukakan pintu.
"Papa mana Bi?" tanya Adit pada pelayan rumah
"Tuan ada dikamarnya, Tuan muda," jawab pelayan dengan hormat
Adit mengangguk dan melangkah pergi menuju kamar Ayahnya, yang diikuti oleh Aurel dan Jovi. Setelah sampai didepan pintu kamar, Adit mengetuk pintu, beberapa saat pintu terbuka dan terlihat wanita paruh baya yang sangat cantik keluar dari kamar. Ya, wanita itu adalah Ibunya Adit, Rosita dewi.
"Adit ... Kamu pulang Nak? Mama kangen sama kamu." Ibunya kegirangan sembari memeluk Anaknya, air matanya pun tak kuasa ia tahan melihat anak nya kembali, setelah dua bulan tak pernah ia ketahui kabarnya.
Adit membalas pelukan ibunya dengan hangat. Harus diakui dia sangat menyayangi Ibu dan Ayahnya, dia hanya tak suka jika Ayah dan Ibunya memaksakan sesuatu yang tak dia sukai
Tante Rosi? Semenjak aku meninggalkan rumah,kenapa selalu saja ada kebetulan seperti ini, bertemu dengan orang yang saling bersangkutan satu sama lain. Batin Jovi
__ADS_1
Ayah Adit. Johan Prayoga, adalah sahabat dekat Ayahnya dari semenjak mereka kuliah, begitu pula dengan Ibunya yang sangat dekat dengan Rosita Dewi, mereka sering sekali datang berkunjung kerumah Jovi, itulah sebabnya Jovi mengenali mereka, begitu juga sebaliknya, mereka pun mengenal Jovi.
****** aku, jika mereka memberitahukan identitasku pada Aurel dan Adit, bisa kebongkar semua rahasiaku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jovi semakin gelisah jika membayangkan apa yang akan terjadi.