ANAK MILIARDER MENCARI CINTA

ANAK MILIARDER MENCARI CINTA
Menjelaskan


__ADS_3

(FLASHBACK OFF)


"Pah, ini bukan seperti yang Papa pikirkan, sebenarnya, aku sudah menemui Raisa, tapi aku tidak menyukai wataknya yang begitu angkuh."Jovi menjelaskan agar ayahnya tak salah paham.


"Ini ... maksud kamu apa? Jelas jelas ayahnya Raisa mengatakan kalau kamu tidak datang menemui dia." Bram Adiguna kebingungan.


"Iya, itu karena aku pura pura jadi pelayan cafe, jadi dia tidak mengetahui kalau sebenernya aku orang yang mau dijodohkan padanya." Jovi menjelaskan tentang kejadian kemarin malam pada ayahnya.


"Kenapa harus berpura pura? Mereka kan jadi salah paham, mengira kalau kamu tidak mau menemui dia." ayahnya semakin bingung dengan jalan berfikirnya Jovi.


"Ya, Jovi sengaja Pah, Jovi cuma mau ngetes dia aja, mau tau sifat dia seperti apa, tidak disangka, dia wanita yang ganas, sangat mengerikan" tukasnya dengan mata tak berkedip.


"Maksud kamu, kamu tidak langsung memperkenalkan diri, melainkan berpura pura hanya untuk mengetes Raisa?" Bram mengangkat alisnya bertanya.


"Ya, tepat sekali. Pah, aku hanya akan menikah sekali, aku tidak ingin sembarangan dalam memilih pasangan, belum lagi aku akan baru mau melanjutkan kuliah, masih ada banyak waktu, untuk aku mencari pasangan hidup yang pas buat aku, belum lagi Papa menjodohkan aku dengan wanita yang begitu angkuh, bagaimana kehidupanku kedepannya nanti jika dia menjadi Istriku?" Jovi berharap ayahnya mau mengerti.


Jika dipikir pikir memang benar apa yang dikatakan putranya, tidak bisa langsung memutuskan pasangan hidup dengan mudahnya, apalagi taruhannya adalah masa depan kita sendiri, dan lagi dia hanya memiliki satu anak, apa dia rela melihat masa depan anaknya menjadi suram?

__ADS_1


Pikiran Bram berkecamuk, hatinya jadi bimbang, dia tidak tau harus bagaimana menghadapi situasi seperti ini


disatu sisi dia tidak ingin mempertaruhkan masa depan anaknya, disisi lain dia tidak ingin mengecewakan ayahnya, saat ini Bram Adiguna benar benar merasa kacau, dan berkata pada Jovi,


"Sebenarnya Papa juga tidak ingin memaksa kamu menerima perjodohan ini, tapi Papa tidak punya pilihan lain, ini adalah permintaan Almarhum Kakek kamu."


Mendengar penuturan ayahnya, Jovi hanya bisa menghela nafas panjang, dan terdiam beberapa saat.


"Pah, sebelum Kakek meninggal, apa dia sudah pernah bertemu dengan Raisa?" tanya Jovi memecah lamunan ayahnya.


"Pantas saja Kakek mau menjodohkan aku dengan Wanita Harimau itu, karna Kakek tidak tau sifat aslinya seperti apa. Ah, kalaupun juga Kakek bertemu dengannya, dia juga pasti akan berpura pura didepan Kakek untuk mendapatkan simpati, wanita seperti itu benar benar tidak layak untuk aku jadikan istri." Jovi menyeringai dengan mata lurus kedepan


"Jadi sekarang mau kamu gimana?" Bram kembali bertanya.


Jovi hanya bisa mengangkat bahu dan menggelengkan kepalanya, wajah Bram pun terlihat suram, Jovi yang melihat wajah suram ayahnya, menjadi sedikit kasihan.


"Papa tidak perlu khawatir, nanti aku akan memikirkan semuanya, jangan dijadikan beban, nanti malah jadi frustasi." Jovi mencoba untuk menenangkan ayahnya.

__ADS_1


Bram hanya menganggukkan kepala sembari menatap Jovi, ia tidak punya pilihan lain selain mempercayai anaknya itu.


"Ya sudah, kamu pergilah mandi, lalu turun untuk sarapan, Papa tunggu kamu dibawah." Bram pun melangkah pergi


"Oke." Jovi beranjak dari tempat tidur, bersiap untuk mandi


Setelah mandi dia memakai baju kaosnya, karena dia tidak punya acara di luar, jadi hanya memakai kaos, setelah selesai, Ia pun keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk sarapan.


Dimeja, ayah dan ibunya sudah menunggunya untuk sarapan bersama.


Hallo para Readers ku yang tersayang, tetap stay dinovel ini ya, dan jangan lupa buat dukung Author berupa,


Vote, like, coment, dan rate5 nya ya!!


Dukungan kalian adalah sumber semangat Author


Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2