Andra Dan Rea Let The Story Begin

Andra Dan Rea Let The Story Begin
Dua Pilihan


__ADS_3

Dalam dua minggu, keadaan Andra banyak mengalami banyak kemajuan. Pria itu sudah mulai bisa berjalan,meski pelan dan jarak dekat. Untuk jarak jauh, dia harus dipapah dan dibantu. Cidera di tulang belakangnya berangsur membaik, seiring dengan kekuataan otot kaki yang juga bertambah. Hasil dari terapi rutin yang dia jalani. Hal itu membuat semua orang bisa bernafas lega. Terlebih Andra mulai mampu mengatasi masalah pssikisnya.


Pria itu mulai masuk kantor, setelah sesi terapi selesai. Untuk mengurangi rasa bosan Andra. Meski pria itu lebih banyak mengerjakan berkas, ketimbang wara wiri menghadiri meeting. Tapi itu lebih baik ketimbang dia terkurung seharian di rumah dan rumah sakit. Sangat menyiksa. Urusan meeting dan bertemu klien masih dikerjakan oleh Rea, Alex dan kadang Daniar. Jika Rea dan Alex kewalahan.


Semua berjalan lancar, sampai pertemuan Rea dan Arka kembali terjadi. Keduanya bertemu di kantor Andra karena pria itu ada kerjasama dengan Sky Airlines dan mengharuskan pria itu berdiskusi dengan bagian planning dan marketing. Entah Alex dan Jack tahu atau tidak, sebenarnya Arka selalu mengikuti Rea. Mengamati wanita itu dari jauh.


Tidak ada yang berani melarang Arka. Bahkan Sonya sekalipun. Wanita itu sudah kembali ke rumah setelah proses penahanannya dibatalkan. Berdalih dia diancam Stacey untuk mengikuti perintahnya. Status tersangka seketika berubah menjadi saksi. Dengan Stacey yang menanggung akibat dari semua perbuatannya.


Semua itu tidak lepas dari campur tangan Arka. Dia harus membebaskan Sonya, dia tidak mau kehilangan obyek yang menjadi pelampiasan sisi gelapnya. Baik pelampiasan sekksuall, maupun pelampisan secara fisik. Dia perlu Sonya.


Sonya sendiri sudah pasrah dengan hidupnya. Padahal dia berharap dipenjara untuk waktu lama, agar dia bisa lepas dari jerat iblis berwajah tampan. Atau kadang dia berharap agar mati. Dia sungguh tidak tahan dengan perlakuan Arka padanya.


Meski setelah selesai menyalurkan sisi psycho-nya, Arka akan mengobati luka ditubuh Sonya. Melakukannya dengan lembut, penuh cinta. Jika hal itu terjadi, Sonya hanya bisa melongo. Dia tahu kalau sang suami punya dua kepribadian. Arka jelas perlu seorang psikiater, tapi Sonya juga tidak berani menyarankan hal itu. Menyarankan hal itu, sama saja bunuh diri.


Kembali ke pertemuan Rea dan Arka. Rea berusaha menolak ajakan makan siang Arka di kantin kantor Andra. Tapi Rea mempertimbangkan, kalau dia hanya punya waktu saat itu. Sebab setelah ini, schedule meetingnya mengantri sampai sore. Mau tak mau bumil itu mengikuti kemauan Arka. Satu pesan Rea kirim pada Alex. Memberitahu situasinya.


Rea cukup terkejut ketika Arka mengetahui apa yang disukai dan yang tidak disukai wanita itu. Pria tersebut bahkan yang melayani Rea. Mengambilkan makan siang dengan sistem prasmanan. Semua orang di kantin jelas terkesima dengan kehadiran dua orang yang memiliki kriteria cantik dan tampan di tempat itu.


"Kamu tahu apa yang aku suka?"


Nada bicara Rea sudah beralih ke informal, setelah Arka memintanya begitu. Arka tersenyum mendengar pertanyaan Rea. Katakanlah, apa yang tidak Arka ketahui soal Rea. Pria itu tahu semua tentang Rea. Bahkan soal kehamilan Rea yang bahkan sang suamipun belum diberitahu.


"Aku tahu banyak soal dirimu."


Kata pria itu sembari mengulurkan sendok dan garpu yang sebelumnya sudah dibersihkan ulang oleh Arka. Lagi-lagi Rea menganga. Arka tahu kebiasaannya.


"Makanlah, jangan sampai kelaparan."


Kata Arka lembut. Pria itu lantas, menopang dagunya. Memperhatikan Rea yang mulai melahap makanannya.


"Jangan khawatir, dagingnya aku pilihkan yang welldone. Tidak akan bahaya."


Senyum Arka terbit melihat raut bingung di wajah Rea. Tangan Arka terulur mengusap puncak kepala Rea. Sikap penuh kasih sayang seperti seorang kakak pada adiknya. Seketika rasa itu kembali menyergap hati Rea. Wanita itu merasa kalau Arka memiliki rasa lebih padanya.


"Maksudnya apa ya?"


Rea bertanya di sela acara mengunyah daging yang ternyata benar, matang sempurna. Lembut dan lezat tentunya. Selera makan Rea meningkat tajam. Arka menaikkan satu alisnya mendengar pertanyaan Rea.


"Kenapa kamu baik padaku?"

__ADS_1


Senyum Arka melebar, wanita dihadapannya ini benar-benar tidak tahu, kalau kehadirannya bisa menarik perhatian banyak pria. Baik dengan niat baik atau buruk.


"Semua juga akan baik padamu. Tidak ada alasan untuk tidak bersikap baik padamu."


Rea menghembuskan nafas kasarnya. Apa Arka tidak tahu kalau dia berulangkali mengalami hal yang tidak menyenangkan.


"Apa kamu gak tahu kalau aku pernah....."


"Tahu...aku tahu semua soal kamu."


Tatapan keduanya bertemu. Ada binar sendu dalam tatapan Arka. Sorot penuh rasa bersalah terpancar dari manik hitam Arka.


"Tapi jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan satu orangpun menyakitimu sekarang. Aku pastikan itu."


Hati Rea bergetar aneh, kala tangan Arka menyentuh tangannya. Mengusapnya lembut. Sebuah rasa asing kini menelusup masuk ke dada Rea. Dia merasakan kasih seorang kakak mengalir dalam sentuhan tangan Arka. Sama seperti saat Mark memeluk dirinya.


"Siapa kamu?"


Arka dengan cepat menarik tangannya dari tangan Rea. Begitu pertanyaan Rea terucap. Bukannya menjawab, Arka justru menatap lurus pada Rea. Meski tatapan itu tajam, tapi penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Aku bukan siapa-siapa. Hanya orang yang peduli padamu."


Rea menghentakkan garpunya. Suaranya cukup menarik perhatian.


Ancam Rea. Arka menerbitkan senyum yang membuat Rea merasa familiar dengan aksi pria itu. Senyum Arka terlihat sangat meremehkan perkataan Rea.


"Andrea Kirana Sky, aku tidak berpikir untuk menidurimu seperti banyak pria di luar sana...."


Dugh.....aaarrgghhhh...


Arka meringis merasakan tendangan Rea di tulang keringnya. Dia lupa kebiasaan Rea yang satu itu.


"Jangan sembarangan kalau ngomong."


"Astaga, jaga sikapmu. Kamu lagi hamil."


Rea mendelik, fakta tentang Arka yang tahu kehamilannya mengejutkan dirinya. Kehamilannya hanya diketahui oleh keluarganya saja. Belum tersebar keluar. Bahkan Andra saja belum tahu.


"Kamu tahu aku....."

__ADS_1


Senyum misterius terukir di bibir Arka. Dia menatap lurus Rea.


"Sudah kukatakan kalau aku tahu semuanya soal dirimu."


Pria itu meneguk minumannya sampai tandas. Mengabaikan tatapan minta jawaban dari Rea. Arka lantas berdiri, hendak pergi dari sana. Sebab Alex sedang dalam perjalanan ke sana.


"Jawab dulu. Siapa kamu?"


Arka menoleh. Melihat Rea dari ekor matanya.


"Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya orang yang peduli pada kebahagiaanmu dan keselamatanmu."


Rea mengepalkan tangannya. Kesal. Jawaban ambigu Arka membuat kepalanya pusing.


"Kendalikan emosimu. Itu tidak baik untuknya."


Rea membeku ketika Arka kembali mengusap lembut kepalanya. Siapa sebenarnya Arka. Kenapa dia bisa tahu banyak soal dirinya. Istri Andra itu melihat Arka yang berjalan menjauhinya dengan jutaan tanya di hati.


"Maaf, aku baru membaca pesanmu."


Suara Alex memecah kebuntuan pikiran Rea soal siapa Arka.


"Bisa kamu minta Jack menyelidiki Johannes Arka?"


Alex melihat Rea tidak percaya. Hingga Rea menceritakan semua soal Arka. Wanita itu hanya ingin berjaga-jaga. Alex langsung menghubungi Jack setelah paham situasinya.


Sementara Arka tersenyum mendengar semua pembicaraan Rea dan Alex. Tanpa orang lain tahu, penyadap sudah terpasang di kulit Rea. Sebuah tanda hitam seperti tahi lalat, tertempel di punggung tangan Rea sejak pertama kali Arka bertemu Rea.


"Kita lihat. Sejauh mana kamu bisa menyelidikiku, Re."


Tidak ada nada marah dalam ucapan Arka. Dia terlihat seperti seorang kakak yang tengah mengawasi sang adik bermain. Pria itu meninggalkan kantor Andra, dengan senyum puas terukir di bibir. Mengetahui Rea baik-baik saja. Sikap yang aneh untuk seorang pria yang baru bertemu Rea beberapa kali.


"Aku hanya perlu menunggu dua hari lagi. Setelah itu aku akan memutuskan. Mengejarmu atau melindungimu."


Dua pilihan tercetus di hati Arka. Semua keputusan akan dia ambil dalam dua hari ke depan.


***


Slow up ya readers, maapkeun ya...😁

__ADS_1


Meski begitu ritual jempolnya tetap ditunggu...mode malak...tetep on...


****


__ADS_2