
Andra berjalan masuk ke sebuah ruangan yang di depannya banyak penjaga. Mereka semua menganggukkan kepala saat Andra melewati mereka. Tidak ada wajah tampan penuh kelembutan seperti saat bersama Rea. Atau wajah penuh wibawa dan kharisma seperti saat dia ada di hadapan stafnya.
Yang ada wajah garang penuh kemarahan. Kemarahan karena ada tikus kecil berani mengusiknya.
"Isshh, kalau dia bukan wanita sudah kugantung dia di pohonnya Matt Aherne belakang rumah," gerutu Andra sembari membuka pintu.
"Kau datang?"
Jack menyapa atasannya. Pria itu tampak akrab dengan Andra meski mereka jarang bertemu. Andra hanya terdiam, tidak menyahut sapaan Jack. Matanya terfokus pada wanita yang kini duduk terikat di hadapannya. Dalam 36 jam, Jack berhasil membawa wanita itu dari Macau ke sini.
"Bangunkan dia!"
Satu perintah meluncur dari bibir Andra dan seorang anak buah Jack langsung menyiram tubuh wanita itu dengan seember air. Wanita itu langsung terbangun, gelagapan.
Begitu matanya terbuka, dia melihat Andra yqng duduk di depanya. Pria itu benar-benar terlihat tampan dengan setelan celana jeans hitam dan jaket kulit yang membalut tubuh atletisnya.
Kredit Pinterest.com
"Kau siapa?"
Wanita itu bertanya dengan bibir gemetar. Dia cukup takut ketika dia membuka matanya tadi. Seingatnya dia tengah bermain judi di Macau, tapi kenapa di tiba-tiba berada di sini.
"Enak sekali kau berjudi di Macau."
Satu kalimat tajam dari Andra berhasil membuat tubuh wanita itu semakin ketakutan. Andra sangat menyukai raut wajah ketakutan wanita itu.
"Stacey Orico, 25 tahun. Ck, kau bahkan lebih tua dariku."
Jack mengulum senyumnya mendengar protes sang tuan soal umur.
"Siapa kau?"
Lagi wanita itu bertanya. Andra akhirnya membuka maskernya. Betapa terkejutnya Stacey, melihat bosnya ada di hadapannya.
"Pak...."
"Aku bukan bapakmu!"
Potong Andra cepat. Jack hampir melepaskan tawanya melihat tingkah konyol Andra. Meski auranya, aura membunuh. Tapi kalau wajahnya innocent begitu, mana ada sandera yang takut.
"Bos, seriuslah sedikit." Bisik Jack.
"Aku sudah sepuluh kali rius!" Balas Andra kesal.
__ADS_1
Sementara di depan sana, Stacey tampak menyeringai. Melihat bagaimana Andra begitu tampan dalam balutan pakaiannya sekarang. Terlihat maskulin sekaligus seksi. Wanita itu menggigit bibir bawahnya.
"Katakan! Siapa yang sudah mengirimmu untuk menghancurkan reputasiku?"
Bentak Andra. Stacey sesaat terkejut. Tapi detik berikutnya wanita itu tersenyum. "Aku akan mengatakannya kalau kau membayarku."
"Berapa yang kau minta?"
"Aku tidak perlu uangmu!"
Stacey menatap lekat tubuh Andra. Kini gantian Andra yang menyeringai. Pria itu berbisik pada Jack. Tanggap, Jack dan beberapa anak buahnya langsung keluar dari ruangan itu. Setelah pintu ditutup, Stacey langsung berjalan menghampiri Andra. Langkah Stacey begitu menggoda.
Tapi Andra tidak menganggapnya begitu. Bagi Andra, tingkah Stacey sungguh menjijikkan. Sudah jelas jika Stacey wanita murahan.
Wanita itu duduk di pangkuan Andra, jarinya perlahan mengusap lembut rahang Andra. Baru kali ini, Stacey bisa menyentuh wajah seorang Deandra Oliver Sky. Pria yang terkenal dingin pada semua wanita. Tapi sebentar lagi pria itu akan dia buat bertekuk lutut di hadapannya.
"Katakan siapa?"
Andra menoleh, hingga wajahnya dan wajah Stacey benar-benar dekat. Meski Andra tetap memasang jarak. Sementara Stacey semakin terpesona dengan ketampanan Andra.
"Berikan apa yang aku inginkan, maka kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan."
Stacey berbisik di telinga Andra. Sedang Andra langsung mengumpat dalam hati. Berdekatan dengan Stacey membuatnya ingin muntah. Berbeda saat bersama Rea. Wangi Rea membuat Andra betah memeluk gadis itu. "Ahh, kenapa aku jadi merindukannya."
"Akan kuberikan apa yang kau mau tapi tidak di sini. Sekarang katakan dulu. Anak buahku sedang memesan hotel untuk kita."
"Jadi kita bisa pergi sekarang. Aku sudah tidak tahan."
"Tentu saja. Tapi itu....dalam mimpimu!"
Detik berikutnya Andra berdiri setelah mendorong tubuh Stacey, kini gantian Stacey yang duduk di kursi Andra. Wanita itu langsung mendelik, ingin marah tapi tidak bisa. Di pipinya, kini sudah ada sebilah pisau tajam yang entah Andra dapat dari mana. Andra menggerakkan pisau itu di pipi Stacey.
"Kau pikir aku akan tergoda dengan tubuh kotormu. Jika aku bisa mendapatkan perawan di luar sana!"
Decih Andra jijik. Tak berapa lama, pintu terbuka dan masuklah Jack.
"Bawa dia ke kantor polisi. Beserta buktinya."
Andra melepaskan satu benda dari kerah jaketnya. Sebuah microchip perekam. Dengan alat itu bahkan suara desisan yang sangat lemah sekalipun bisa direkam.
Dua orang anak buah Jack langsung menyeret Stacey keluar dari tempat itu. Wanita itu terus berteriak, mengumpat, tidak terima dengan perlakuan Andra.
"Berisik tahu!" Ketus Andra. Pria itu masuk ke ruang CCTV di sebelah. Ikut mengamati rekaman kamera pengawas di sana. Setelah Andra puas dengan hal itu. Dia berpamitan pada Jack.
"Mau ke mana Bos?"
__ADS_1
"Mandi kembang tujuh rupa." Sahut Andra cuek.
"Nggak diruqyah sekali?" Goda Jack.
"Lu pikir gue kesurupan!"
"Bukan kesurupan. Tapi ketempelan setan!"
Jack terkekeh mendapat pelototan dari bosnya. Pria itu masuk ke mobil yang akan membawa Stacey ke kantor polisi. Jack pun menatap remeh pada Stacey yang duduk ketakutan. Di apit dua anak buah Jack. Tak berapa lama mobil Jack, melaju setelah Lambo milik Andra lebih dulu meninggalkan tempat itu. Tempat itu rupanya hanggar kosong milik Sky Airlines.
*
*
Andra benar-benar "mandi kembang" Pria itu bahkan menerobos masuk kamar sang mama untuk mengambil aroma terapi milik Katya yang terkenal karena aromanya yang kuat.
"Ngapain?"
Katya bertanya heran, melihat Andra mengacak-ngacak kamar mandinya.
"Aroma terapi yang paling kuat mana, Ma. Andra abis kecebor got. Bau banget. Pengen berendam biar bau gotnya ilang."
Katya semakin heran, wanita itu mendekat, lalu mendengus aroma tubuh Andra. Wangi, gak bau got.
"Got mana yang nyeburin kamu?"
Katya mengubah pertanyaannya. Dia tahu kata got hanya istilah untuk menutupi sesuatu. Andra diam, tidak mengubris pertanyaan Katya.
"Kamu main perempuan di mana? Kamu selingkuh dari Rea?" todong Katya.
"Issshhh, Mama ni asal aja ngomongnya. Andra kan tipe setia. Mana ada cerita Andra main perempuan."
Katya langsung membuat gerakan ingin muntah. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan mulut lemes sang putra akhir-akhir ini.
"Lagian Ma, Andra sudah cukup puas dapetin Rea. Kagak ada tandingannya tu cewek. Body aje gila. Bikin....."
Andra meringis ketika Katya mengeplak lengan Andra. Dia tahu ke mana arah pembicaraan sang putra.
"Dah ambil yang itu. Itu aromanya paling kuat. Sana cepat semedi biar otak kamu ikutan bersih, kagak ngeres aja bawaannya."
Katya mendorong tubuh Andra keluar dari kamarnya. "Isshhh, Mama ini diajak curhat gak asik."
Gerutu Andra mulai masuk ke bath up yang sudah dia tuangi sebotol aromaterapi milik Katya. Hampir tercekik tenggorokan Andra, mencium aromaterapi sang mama yang strong abis.
"Kaya beginian kok Daniar Haga Sky tergila-gila."
__ADS_1
Batin Andra berusaha menikmati "mandi kembang" ala dirinya. Pria itu begitu asyik. Hingga menghabiskan waktu cukup lama di kamar mandi. Tanpa dia tahu, ponselnya dari tadi berdering. Seiring sebuah kabar yang menggemparkan public per-akuntansian.
****