
Rea mengerutkan dahinya ketika menerima berkas soal Johannes Arka, yang diberikan Alex padanya. Semua normal tanpa ada satu hal yang mencurigakan. Ini aneh. Pria itu terlalu sempurna hingga malah terkesan....mencurigakan. Bahkan pengusaha sekelas Andra, sang suami pun pernah menorehkan catatan kelam dalam perjalanan kariernya.
Ingat, Andra pernah dituduh melakukan praktek kotor saat masih menjadi akuntan. Memanipulasi data dan menerima pembayaran di luar harga jobnya. Juga beberapa kesalahan dalam mengambil keputusan selama memegang tampuk kepemimpinan Sky Airlines Corp. Kesalahan yang sejenak membuat perusahaannya mengalami kerugian dan tentu saja image-nya tercemar.
Tapi Johannes Arka tidak. Pria itu menunjukkan prestasi dalam pekerjaan yang membuat Rea malah sangsi kalau itu adalah nyata. Wanita itu berpikir kalau ini semua hanyalah rekayasa.
"Lex, ini beneran?"
Tanya Rea memastikan. Yang ditanya malah diam. Menandakan kalau dia juga tidak sepenuhnya yakin dengan hasil penyelidikannya. Satu tatapan dari Alex seolah balik bertanya, menurutmu?
"Ini aneh Lex. Mana ada orang sesempurna itu. Pengusaha sebersih itu. Gak mungkin. Ini pasti direkayasa."
"Lalu?"
Rea mengedikkan bahunya. Menandakan kebuntuan yang menyelimuti kepalanya. Pada akhirnya, Rea menggeser berkas yang berisi soal Arka. Berusaha menghilangkan negatif thingking mengenai Arka yang sempat mengisi otaknya. Menggantinya dengan kesibukan mengerjakan dokumen yang mulai berdatangan ke atas meja. Menunggu ia verifikasi dan periksa. Sebelum, Andra datang dan melanjutkannya.
Tingkat kesembuhan Andra boleh dikatakan mendekati 80%, pria itu menunggu pemeriksaan terakhir dari bagian orthopedy dan scan terakhir untuk melihat tingkat kesembuhan dari cidera tulang belakangnya.
Saking asyiknya memeriksa berkas di atas meja, Rea tidak sadar kalau Andra sudah berdiri di depannya. Andra sejenak menatap sang istri yang terlihat lebih berisi pipinya. Wanita itu benar-benar tidak tahu kedatangan Andra.
Kredit Pinterest.com
Ada yang rindu tidak dengan dia?
Seulas senyum terbit di bibir Andra. Ada sedikit rasa bersalah di hati Andra, mengingat selama dia sakit kemarin, pria itu banyak memarahi sang istri. Melampiaskan segala kekesalannya pada wanita yang sudah sabar merawatnya. Bagaimanapun Andra memarahinya, Rea tidak protes atau balik marah padanya. Atau berputus asa merawatnya. Kehadiran Rea sungguh sebuah anugerah untuk Andra.
"Lex, aku tidak mau berhubungan dengan Arka lagi. Urusan pekerjaan yang berhubungan dengan dia, kau yang handle."
Andra mengerutkan dahinya mendengarkan perkataan sang istri yang mengira dirinya Alex. Pria itu meraih berkas yang berada di luar tumpukan berkas yang tengah Rea kerjakan. Andra membukanya dan dua alisnya bertaut. Itu berkas soal data Arka. Kenapa sang istri memiliki data Arka. Bahkan sampai aset Arka pun ada di berkas tersebut.
"Kenapa kamu menyelidiki Johannes Arka?"
__ADS_1
Suara Andra membuat Rea terkejut. Wajah Rea berubah pias.
"Kamu memiliki hubungan dengannya?"
Rea membulatkan matanya. Nada suara Andra seolah menuduh Rea memiliki hubungan spesial dengan Arka.
"Kepo aja."
Andra memicingkan matanya. "Kamu selingkuh dengannya?"
"Kakak apa-apaan sih?"
Andra mulai mencurigai Rea. Mengingat selama sakit, dia tidak pernah memanjakan Rea. Mereka tidak pernah melakukan sesi panas seperti sebelum Andra sakit. Pria itu jadi berpikir kalau Rea mencari pelarian. Dan nama Arka tiba-tiba muncul di benak Andra.
"Kamu selingkuh dengan Arka? Mentang-mentang aku gak pernah manjain kamu selama aku sakit. "
Nafas Andra mulai memburu. Dia mulai termakan oleh rasa overthingking-nya sendiri.
"Kamu tertarik padanya? Kalau kamu gak tertarik padanya, kamu gak akan kepoin dia!"
Deg
Hati Rea mencelos. Dia tidak tahu kalau rasa penasarannya akan jadi bumerang untuknya. Ternyata pepatah rasa penasaran itu bisa membunuhmu itu benar adanya. Kini Rea kebingungan bagaimana menjelaskan pada Andra soal data Arka yang jelas berada di atas meja. Dia salah menjawab kalau dia penasaran dengan sosok Arka.
Rea tahu benar bagaimana karakter Andra, yang tidak akan mendengar apapun saat dia sedang emosi. Seperti saat ini, apapun yang Rea katakan tidak akan masuk ke telinga Andra. Apalagi di dengar.
"Kak....aku hanya menyelidiki Arka karena dia mencurigakan. Itu saja. Aku tidak mungkin berpaling darimu."
"Aku tidak percaya."
Andra melesat keluar dari ruangannya, meninggalkan Rea yang langsung terduduk di kursi kerjanya. Air matanya tumpah. Setelah beberapa waktu berlalu, air mata itu kembali mengalir. Kesedihan itu kembali hadir di hati Rea. Dituduh selingkuh? Dia sudah beberapa kali dituding memiliki hubungan dengan pria lain. Contohnya Ken dan Bradley. Tapi dua pria itu sekarang sudah aman karena punya gandengan masing-masing.
Ken yang resmi menyunting Alisha dan Bradley yang melakukan nikah paksa dengan Yuki. Ya, pada akhirnya Bradley menuruti saran Andra untuk menikahi mahasiswinya itu. Dengan dalih agar Bradley bisa mengawasi skripsi Yuki, pria itu melamar Yuki pada sang kakek. Dan sang kakek langsung menerima lamaran Bradley. Bisa dibayangkan bagaimana kalang kabutnya Yuki. Bagaimanapun dia menolak, Bradley tetap bisa membawa Yuki ke depan altar pernikahan. Hingga gadis itu tidak bisa berkutik. Yuki hanya bisa pasrah ketika Bradley memasangkan cincin pernikahan di jari manisnya, lantas mengecup bibirnya. Satu hal yang membuat tubuh Yuki membeku.
__ADS_1
Entah apa yang dipikirkan Andra saat ini. Hingga akal Andra menjadi pendek. Tidak bisa berpikir panjang soal hubungan Rea dan Arka. Padahal tidak ada laporan dari Jack yang memberitahukan kalau Arka dan Rea pernah bertemu secara sengaja. Setidaknya begitulah laporan Jack. Padahal sebenarnya, Arka sering mengikuti Rea dan menemui wanita itu, jika Rea terlihat senggang.
Malam beranjak turun, Rea bergegas keluar dari mobilnya. Setelah menyapa Daniar dan Katya, wanita itu langsung naik ke kamarnya. Sedikit memperlambat langkahnya karena perkataan Katya.
Wanita langsung menemui Andra karena dia tidak bisa meninggalkan meetingnya siang tadi. Dan Andra tidak kembali ke kantor setelah kemarahannya pada Rea siang tadi. Begitu Rea membuka pintu. Dilihatnya Andra yang berdiri membelakanginya. Menatap keluar jendela kamarnya.
"Kak...kita harus bicara. Aku tidak ada hubungan dengan Johannes Arka."
Kata Rea dengan dada berdebar kencang. Awalnya, Alex dan Jack yang akan bicara pada Andra. Tapi wanita itu menolak. Dia yang akan bicara lebih dulu pada Andra. Jika Andra bersikeras menolak percaya pada Rea. Jack dan Alex yang akan maju membela Rea.
"Apa buktinya kamu tidak punya hubungan dengan Arka?"
"Astaga....tentu saja banyak. Aku gak pernah ketemu dia di luar schedule meeting atau pertemuaan tidak sengaja...."
"Pertemuan tidak sengaja? Kalian sering bertemu di belakangku?"
"Bukan begitu, Kak. Halah kenapa semua jadi runyam begini sih?"
Kesal Rea. Emosi yang sudah dia jaga dari tadi siang. Akhirnya meluap juga. Emosi Rea mulai merayap naik. Sesaat mengabaikan pesan Mark soaal menjaga amarahnya, Rea menatap marah pada sang suami. Hingga Andra pun ikut menatap tajam pada sang istri.
Tapi hal itu tidak berlangsung lama, karena detik berikutnya, perut Rea terasa sakit. Perut bagian bawah lebih tepatnya. Wanita itu meringis menahan gejolak perutnya yang juga tiba-tiba terasa mual. Padahal sejak hamil, Rea tidak mengalami mual dan muntah. Tapi hari ini berbeda.
Andra hanya bergeming. Melihat Rea yang melesat masuk ke kamar mandinya. Sesaat kemudian terdengar bunyi Rea muntah dan suara benda jatuh. Tapi Andra malah membulatkan mata.
"Apa Rea hamil? Hamil anak Arka?"
Pikiran keji itu seketika muncul di benak Andra.
****
Up lagi readers, ritual jempolnya jan lupa...
🤭🤭🤭
__ADS_1