Andra Dan Rea Let The Story Begin

Andra Dan Rea Let The Story Begin
Bertemu Ken


__ADS_3

Nana melangkah keluar ruangan Mark dengan wajah marah dan kecewa. Di belakangnya tampak Mark yang berlari mengejar Nana. Bermaksud mengajak Mark makan siang. Wanita itu malah mendengar pembicaraan Mark dan Vio. Wanita itu kecewa ketika tahu kalau Vio adalah pasangan g** Mark di masa lalu. Mark tidak jujur pada Nana.


Terlebih dia melihat Mark dan Vio berpelukan. Terlihat jika mereka sangat dekat. Nana seketika ragu kalau Mark sudah sembuh.


"Na, dengarkan aku."


Mark mencekal tangan Nana di depan lift. Nana menepis cekalan tangan Mark. Berusaha pergi dari sana.


"Na...dengarkan aku dulu. Aku dan Vio tidak ada hubungan...."


Ucapan Mark terputus ketika Nana meringis sembari memegangi perutnya. Rasa tegang menjalar di perut Nana bagian bawah. Mark dengan sigap membawa Nana ke bagian obgyn, begitu melihat kondisi Nana.


"Ada apa?"


Dokter yang tengah bertugas langsung bertanya, sebab seingatnya, Mark baru membawa Nana periksa beberapa waktu lalu.


"Sepertinya dia kram."


Mark meringis ketika Nana meremas genggaman tangannya. Mark tahu Nana tengah menahan rasa sakit di perutnya. Tanggap, dokter perempuan itu memeriksa Nana sebentar. Lantas menyuntikkan sesuatu untuk meredakan rasa sakit Nana.


"Jangan terlalu stres, Mbak."


Nana melengos mendengar perkataan dokter itu. Terlebih si dokter langsung memperingatkan Mark. Untuk menjaga perasaan Nana selama kehamilan ini.


Setelah si dokter pergi, Mark mulai menjelaskan. Kalau Vio memang ingin kembali padanya. Mengajaknya untuk melakoni masa lalu mereka lagi. Tapi Mark menolak. Nana awalnya tidak percaya. Dia terlanjur melihat adegan pelukan Mark dan Vio. Wanita itu tidak mau menatap Mark. Selalu menghindari kontak mata dengan pria itu.


Setelah beberapa waktu membujuk Nana dan tidak membuahkan hasil, Mark lantas terdiam. Dia tidak tahu bagaimana lagi harus menjelaskan pada Nana, agar calon istrinya itu percaya kalau dia tidak punya hubungan apa-apa dengan Vio.


Nana mulai bicara ketika Rea datang menjenguk bersama Andra. Nana diharuskan beristirahat sebentar untuk memastikan tidak ada masalah dengan kandungannya. Pada Nana, Rea menjelaskan kalau kakaknya Mark sudah berubah. Rea memastikan kalau sang kakak tidak akan kembali ke masa lalu. Rea berani menjaminnya. Bahkan Rea sendiri yang akan memberi hukuman pada Mark jika pria itu berani mengkhianati Nana.


Tawa Nana meledak mendengar ancaman Rea pada Mark.


"Biar aku potong habis punyanya jika dia berani main gila sama Vio."


"Kalau kamu potong aku terus gimana?"


"Ya, kamu dianggurin."


Nana mencebik mendengar jawaban enteng Rea. Sementara Mark dan Andra saling pandang, tidak tahu apa yang dibicarakan oleh kedua wanita itu. Meski begitu, Mark bisa tersenyum ketika Nana tidak lagi marah padanya. "Awas kalau kamu masih berhubungan dengan Vio."

__ADS_1


Ancam Nana sembari membuat gerakan memotong di leher. Mark menelan ludahnya kasar. Meski tidak terlalu yakin apa arti kode dari Nana, yang jelas itu pasti sesuatu yang bakal merugikannya.


Akhirnya wanita itu diizinkan pulang setelah tidak ditemukan masalah serius pada kandungan Nana. Keempatnya berjalan beriringan keluar dari ruangan Mark. Ketika sampai di lobi, mereka bertemu Ken, sedang berjalan bersama seorang gadis cantik. Andra seketika memasang tampang waspada. Sementara Rea tentu merasa senang. Dia belum sempat mengucapkan terima kasih, sebab penangkapan Janson dan Clara adalah bantuan Ken. Nana...jangan ditanya lagi. Dia tentu heboh bisa bertemu dengan teman debatnya semasa sekolah.


"Ahai....ketemu anak Pak Somat di mari."


Ken memutar matanya jengah. Masih saja Nana memanggil sang ayah dengan sebutan Somat. Sementara gadis cantik di samping Ken tampak bingung dengan situasi ini. Hingga akhirnya Ken memperkenalkan gadis itu pada Rea dan teman-temannya.


"Ohh, jadi ini yang namanya Rea, cantik sekali. Pantas saja Ken susah move on."


Ledek gadis yang oleh Ken dikenalkan sebagai Alisha. Ken menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sementara Andra langsung merengkuh pinggang Rea. Menunjukkan kepemilikan.


"Dia sudah menikah."


Andra memberi info.


"Aku tahu."


"Baguslah kalau begitu. Jadi jangan pikir untuk jadi pebinor ya."


"Iya....iya. Tapi boleh dong gue meluk dia buat terakhir kalinya."


"Kagak!"


"Pelit amat lu. Meluk doang gak boleh. Kalau nyium baru gak...."


"Eh anak kemarin sore. Lu kan dah punya tu...siapa namanya...lu nikahin aja dia cepetan. Nggak usah ganggu my Re lagi."


Ken mendelik, sementara Alisha langsung salah tingkah dibuatnya. Sedang Andra langsung mendapatkan cubitan ekstra keras dari Rea.


"Maafkan dia ya Ken. Dia memang begitu. Kamu tahu sendiri."


Alisha kembali terkejut mendengar suara Rea yang sangat merdu. Dia kini paham kenapa Ken begitu mencintai Rea, wanita yang telah menikah dengan Andra.


"Nggak masalah sih. Dia kan emang begitu ma gue dari dulu. Takut kalau gue ngambil elu dari dia."


Ken menjawab santai setelah berhasil mengatasi debar jantungnya, melihat Rea yang bertambah cantik. Wanita itu jelas bahagia bersama Andra.


"Oh ya Ken, aku mau mengucapkan terima kasih, kamu sudah membantu polisi menangkap mereka. Aku belum sempat berterima kasih padamu."

__ADS_1


Kata Rea setelah mereka memutuskan untuk duduk di kafe rumah sakit. Mark ada urusan sebentar. Jadi Nana disuruh menunggu bersama Rea. Alisha mulai mengobrol asyik dengan Nana, sembari menguping pembicaraan Rea, Andra dan Ken.


"Tidak perlu berterima kasih. Sebab aku juga andil dalam membuat Clara melakukan itu padamu."


"Maksudmu?"


Ken lantas bercerita soal Clara yang salah mengira, soal gadis itu yang menyangka kalau Realah penyebab hancurnya hidup Clara. Padahal itu ulahnya.


"Tapi gue setuju elu melakukan itu. Dia pantes diberi pelajaran."


Secara mengejutkan Andra dan Ken melakukan tos. Ketiga wanita itu saling pandang.


"Jadi kita damai ya. Selesai masalah kita. Bolehkan kalau gue berteman sama istri lu?"


Mohon Ken, baginya bisa terteman sudah cukup. Punya hubungan baik tanpa ada rasa curiga dari Andra.


"Boleh, tapi nikahin dulu tu si Ali...baru gue ACC elu temenan sama Rea. Hanya teman, gak lebih. Lebih dari itu, gue putusin kerja sama kita.


"Kok gitu sih. Bisnis ya bisnis. Perasaan ya perasaan. Gak pro amat sih lu."


"Bodo! Mau temenan, nikah dulu sana."


"Ada pula syarat begitu."


Andra buat wajah masa bodoh dengan protes Ken. Sebenarnya Andra hanya menggertak Ken. Dia ingin sedikit memberi dorongan pada hubungan Ken dan Alisha. Sebab ayah Ken sering mengeluh kalau Ken, belum berani mengambil langkah lebih jauh untuk move on dari Rea. Bukannya apa-apa. Ayah Ken hanya tidak mau sang putra terlalu larut dalam patah hati dan pekerjaannya. Beruntungnya Ken bertemu Alisha, teman kecil yang langsung diterima Ken begitu mereka bertemu kembali.


Mendengar syarat Andra, Ken menarik nafasnya dalam. Ditatapnya wajah cantik Alisha. Alisha dan Rea hampir setipe. Hanya saja Alisha selalu ceria. Satu hal yang membuat hari Ken berwarna.


"Apa Alisha mau menikah denganku, jika dia tahu kalau aku hanya menjadikannya sebagai pelarian saja."


Batin Ken, kembali memandang Rea dan Andra bergantian. Seolah minta pendapat.


******



Kredit Pinterest.com


Ada yang rindu dengan Ken?

__ADS_1


Ritual jempolnya jangan lupa ya...


Like, komen dan votenya...😘😘


__ADS_2