Andra Dan Rea Let The Story Begin

Andra Dan Rea Let The Story Begin
Perubahan Rea


__ADS_3

Gina menghela nafasnya pelan. Dua kali pertemuan antara Rea dan Bella, tapi gadis itu belum mau bicara soal masalah apa yang tengah dia hadapi. Rea selalu menjawab tidak ada apa-apa. Atau saya baik-baik saja. "Kenapa bukan kau sendiri saja yang melakukan konseling dengannya, dia kan adikmu?" Bella berkata pada Gina suatu hari. Bella, rekan satu profesi dengan Gina. Sama-sama psikolog hanya beda target. Bella lebih banyak menghandle kasus anak belasan tahun yang mengalami masalah dengan mentalnya. Sedang Gina lebih banyak menangani konseling kasus dalam rumah tangga.


"Aku takut, dia merasa tidak nyaman saat bercerita padaku. Aku pikir share dengan orang yang tidak terlalu dikenal akan terasa lebih baik. Mereka akan menilai secara obyektif, tidak memihak satu sisi," balas Gina.


Bella mengangguk paham. Sedikit banyak wanita itu setuju dengan pendapat Gina. "Apa belakangan ini dia tertekan maksudku lingkungan baru, orang baru. Rea mungkin akan sedikit kesulitan dengan itu. Aku lihat itu diwajahnya," tanya Bella. Gina sedikit berpikir. Dia pikir semua orang bersikap baik pada Rea, kecuali....


"Andra....." desis Gina geram. Bahkan setelah kejadian di kolam renang itu, Andra, akuntan judes itu semakin galak pada Rea. Dua kali bertemu Andra, Rea langsung menundukkan wajahnya. Meski Gina tahu, ada rasa kagum dalam pandangan Rea untuk Andra. Atau bahkan lebih.


Gina memejamkan matanya. Oke, masalah psikis akan dipikirkan sambil jalan. Gina masih harus memikirkan semua kursus yang harus Rea ambil. Wanita itu berencana meng-up grade Rea. Membawa gadis itu ke level yang lebih tinggi. Gina akan membawa Rea bertemu seorang guru dari sebuah sekolah kepribadian kenalan Gina. Selain belajar soal kepribadian, sang mama sudah ribet ingin mendaftarkan Rea ke sekolah tata rias ternama di kota itu. Berta ingin Rea bisa mengaplikasikan make up pada dirinya.


Berta yakin dengan the power of make up, Rea akan semakin bersinar. Rea hanya mengangguk patuh ketika dua wanita itu membeberkan semua rencana yang ada di kepala masing-masing. Hanya Matt yang tampak tidak setuju. "Ma....kau akan membuat putrimu kelelahan," pria itu memperingatkan. "Tidak apa-apa Pa, daripada Rea cuma diam di rumah, bosan," ucap Rea.


"Tu kan Pa," Berta berkata sambil melirik ke arah sang suami. Rea terbiasa dengan jadual padat saat sekolah. Begitu Matt menyetujui rencana Berta dan Gina. Maka dimulailah hari penuh perjuangan Rea. Gadis itu sadar, dia harus memantaskan diri untuk bisa berada di keluarga Aherne. Karena itu, dia akan berusaha keras mengikuti semua rencana yang mama dan kakaknya sudah siapkan.

__ADS_1


Semua kelas dilahap habis oleh Rea. Dengan kecerdasan otaknya, hal itu bukan masalah untuk gadis belasan tahun itu. Dalam dua minggu, sosok Rea mulai berubah. Dia yang dulu kucel dan dekil, kini berubah glowing. Bersinar dengan sejuta pesona yang siap membuat ketar ketir lawan jenisnya. Mark, Shane dan Bryan dibuat terpana ketika bertemu Rea saat makan siang di sebuah restauran. "Kalau begini caranya, Andra gue jamin nggak akan berkutik," bisik Shane. Pasalnya, Shane yang satu kantor dengan akuntan judes itu tahu, kalau Andra iilfeel dengan Rea sejak awal bertemu.


Bukan hanya secara tampilan saja Rea berubah. Secara manner, gadis itu juga mengalami peningkatan. Gadis itu kini lebih luwes dan bisa menempatkan diri di segala situasi. Semua kursus yang Berta dan Gina berikan untuk Rea berhasil membawa Rea pada sebuah tampilan beda meski hatinya masih menyimpan trauma.


"Tidak apa-apa Kak, aku bisa pulang naik taksi," Rea berkata melalui ponselnya. Gadis itu sekarang tidak kudet lagi. Sebuah ponsel keluaran terbaru berada dalam genggaman Rea. Nyaris tidak terlihat karena bentuk mininya yang bisa dilipat empat. Tiga minggu berlalu, dan semua kursus itu sudah selesai dia pelajari. Sekarang gadis itu sedang getol belajar taekwondo. Satu hal yang bisa menjadi ajang menyalurkan frustrasi dan juga ketakutannya. Ya, gadis itu masih belum lepas dari mimpi buruknya. Tindakan Clara benar-benar merasuk hingga ke alam bawah sadarnya.


Ditambah lagi Nicky, sibuk meracuni Rea agar belajar mengemudi. "Kau akan membahayakannya di jalan, Nicky," Mark memperingatkan. "Siapa yang akan melepaskannya di jalanan sendirian. Itu hanya untuk berjaga-jaga untuk keadaan darurat," Nicky beralasan. Dan karena alasan itulah, Matt memberikan izin bagi Rea untuk mengambil kelas mengemudi. Meski yang sering terjadi, para pria itulah yang mengajari Rea menyetir jika waktu mereka luang.


Rea menatap hampa pada kesibukan lalu lintas di hadapannya. Di tangannya sebuah paperbag berisi beberapa buku berada. Dia mulai bosan karena semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Di sisi lain, Andra menggerutu karena setelah tiga minggu tidak direcoki Gina. Hari ini, wanita itu menghubunginya. Minta tolong untuk menjemput Rea di toko buku. "Rea lagi.....Rea lagi....apa sih yang spesial dengan gadis penipu itu," maki Andra sepanjang jalan. "Kau akan mendapat kejutan soal Rea," satu pesan Gina cukup membuat Andra penasaran.


Tapi semua makian Andra itu menghilang ketika dirinya melihat Rea berdiri di tepi jalan. Sedang menunggu taksi sepertinya. Tiga minggu tidak bertemu, Andra seperti melihat itu bukan Rea. Gadis dekil itu menghilang, berganti menjadi seorang gadis cantik nan manis. Dengan penampilan sederhana tapi impact-nya luar biasa. Gadis itu terlihat begitu memukau, memakai kemeja berwarna peach, dipadukan dengan celana jeans, serta flat shoes. Rambut panjang yang diikat sembarangan dan ditiup angin menanmbah kesan drama pada Rea.


__ADS_1


Kredit Pinterest,


Here we are......Andrea Kirana Aherne,


Make up flawless membuat Rea terlihat sempurna di mata Andra. "Sial! Kenapa dia jadi beneran stunning gitu," umpat Andra, yang tidak bisa menutupi rasa takjubnya.


Pria itu langsung melesat keluar dari mobilnya, begitu Rea memberhentikan sebuah taksi. "Maaf dia akan pulang dengan saya," suara Andra, sembari menahan tangan Rea yang akan masuk ke dalam taksi. "Kak Andra....." lirih Rea. Gadis itu buru-buru menepis pegangan tangan Andra padanya. Memundurkan langkah, mengambil jarak aman. Lalu menundukkan kepala. Hal itu sepertinya otomotis Rea lakukan saat bertemu Andra. "Masuk!" kata Andra.


"A....aku..aku akan pulang naik taik taksi saja," jawab Rea terbata. Sesaat Andra memejamkan mata. Mencium aroma lavender lembut yang menguar dari tubuh Rea. Tanpa menunggu jawaban Andra, Rea berbalik dan melangkah menjauh. Sepertinya saat bersama Andra, Rea berubah jadi gadis yang ceroboh. Tanpa memperdulikan teriakan Andra, Rea mulai meninggalkan pria itu. Tapi baru berjalan beberapa langkah, sebuah tarikan tangan membuat tubuh ramping Rea berbalik. Kali ini sebuah mobil berkecepatan tinggi berhasil Rea hindari. "I've told you to watch your way," desis Andra. (Sudah aku katakan untuk memperhatikan langkahmu)


Rea seketika mengangkat wajahnya. Reflek ingin menjauhkan diri, tapi Andra malah menarik tubuhnya mendekat ke arah pria itu. Untuk pertama kalinya mata keduanya bertemu. Andra jalas terpukau dengan kecantikan Rea yang sekarang. "Dia cantik dan imut."


Pun dengan Rea, jantung gadis itu berdebar begitu kencang saat melihat wajah tampan Andra dari dekat. "Kenapa dia jadi mempesona begini?" Andra merutuki hatinya yang kini seolah mengkhianatinya. "Kak Andra tampan sekali," bisik Rea polos dalam hati.

__ADS_1


Untuk sesaat keduanya bertahan dengan posisi itu. Andra benar-benar dibuat terpukau dengan perubahan Rea.


*****


__ADS_2