Andra Dan Rea Let The Story Begin

Andra Dan Rea Let The Story Begin
Kondangan


__ADS_3


Kredit Pinterest.com


Akhir pekan akhirnya tiba, seperti yang sudah disepakati. Rea, Nana dan Alex akan pergi menghadiri pesta pernikahan dari teman mereka di tempat magang. Afery Rujito, dia menunggu cukup lama untuk bisa menikahi sang kekasih. Angkatan darat harus mempunyai pangkat tertentu agar mendapat izin untuk menikah.


Pria yang akrab dipanggil Fery itu memang cukup lama naik pangkatnya, sebab sejak lulus pendidikan, dia belum pernah ditugaskan ke manapun. Entah apa alasannya. Dia dan kekasihnya pacaran hampir enam tahun.


"Betah ya si Fery sama pacarnya."


Seloroh Wahyu yang sudah siap dengan kemeja formalnya. Sama dengan Danu. Mereka tinggal mbak Kun yang masih memakai heelsnya. Sesuai kesepakatan mereka akan pergi dengan mobil Wahyu. Meminjam mobil dinas komandan mereka.


"Sayang banget si Rea gak mau diajak bareng. Kalau gak kan asyik tu, bisa mantau cewek cakep, bening lagi."


Danu memutar matanya jengah. Isi kepala Wahyu memang tak jauh dari cewek cantik. Meski dia hanya berani berucap saja. Tanpa berani bertindak. Ya kali, Wahyu mau dapat sanksi kedisiplinan dari kesatuannya.


Dari kejauhan, Danu bisa melihat sebuah mobil yang berhenti di depan kos-an Rea. Bisa dipastikan itu adalah mobil pria yang akan mengantar Rea.


"Mereka berangkat."


Danu dan Wahyu segera masuk ke mobil, disusul mbak Kun. Mereka lantas mengekor mobil Alex.


"Beuuuhhh, Pajero tu."


Kata Wahyu. Pria itu masih tidak percaya kalau Rea dijemput mobil mewah seharga lima ratus juta lebih itu.


"Dia pacarnya?"


Wahyu bertanya. Danu menggeleng. Dari arah belakang mbak Kun ikut nimbrung obrolan mereka. Sementara di mobil depan. Alex tengah berdebat dengan Rea dan Nana.


Pria itu enggan ikut masuk ke venue. Alex berkata akan menunggu di mobil saja. Tapi Rea memaksa. Dia jelas merasa aman saat Alex ada di sampingnya.


"Nambahin jatah aja."


"Biarin, kan kita bayar pakai kado mahal."


Sahut Nana cepat. Rea dan Nana patungan untuk membelikan sepasang gelang couple untuk sepasang pengantin baru itu.


Alex mendengus kesal. Lantaran dia hanya memakai kaos dengan jaket kulit, meski jaket itu masih berada di samping Nana, dijok belakang.


"Kenapa gak ngomong sih kalau mau diajak masuk. Kan aku bisa pakai kemeja atau apaan gitu."


"Alaah gitu aja cakep. Gak kalah sama angkatan."


Celetuk Nana sembari memainkan ponselnya. Kedua gadis itu memakai dress selutut dengan warna pink dan coklat. Nana kurang pede ketika disuruh pakai warna biru atau pink agar senada dengan Rea.


Keduanya meluangkan waktu untuk hunting baju dan hadiah, di mall yang ada dekat tempat magang mereka.

__ADS_1


Mereka sampai di venue pernikahan yang ternyata lumayan dekat. Hanya perlu 20 menit, mengingat mereka harus menerobos padatnya lalu lintas kota.


"Ayo..."


Rea menarik tangan Alex. Sementara pria itu malah bergeming sejak tadi.


"Re, jangan tarik-tarik. Nanti kalau pacarmu tahu. Aku bisa digantung...."


"Digantung di pohon toge."


Potong Nana cepat. Dia sendiri sudah berdiri di luar mobil sejak tadi. Mengamati gedung pernikahan yang terlihat begitu meriah di depan sana.


"Elu lagi, malah nambahin. Mana jaket gue?"


Nana mengulurkan jaket milik Alex. Pria itu menyuruh dua gadis itu jalan di depannya.


"Dia takut dianggap pacarmu, Rea."


Kekeh Nana. Di belakang mereka, Alex berdecak kesal. Begitu Rea dan Nana berjalan masuk. Panggilan mbak Kun terdengar. Hingga mereka bertiga masuk bersamaan. Meninggalkan tiga pria itu saling tatap.


Wahyu jelas menatap kepo pada Alex. Memindai penampilan Alex dari atas sampai bawah. Sementara Danu malah mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Alex. Wahyu seketika melotot tajam pada Danu.


"Kamu kenal?" tanya Wahyu.


Danu hanya mengedikkan bahu. Lalu ketiganya masuk, menyusul Rea dan kawan-kawannya. Kini Danu tahu, posisi Alex adalah bodyguard Rea.


"Tunangannya di ibukota."


Desis Alex lirih. Danu mengangguk paham. Begitu masuk, mereka langsung berbaur dengan tamu lainnya. Yang mayoritas dari kalangan militer. Karena sesi ini, khusus untuk teman-teman Fery.


Nana menarik tangan Alex, mengajaknya untuk antri mengucapkan selamat. Awalnya Alex menolak. Dia pikir buat apa. Dia kan tidak kenal dengan pengantinnya. Hingga kode dari Nana membuat Alex langsung kelimpungan. Di depan sana. Terlihat jelas kalau beberapa pria tengah berusaha mendekati Rea, meski gadis itu tidak menyadari.


"Alah busyet, ditinggal meleng lima menit aja, bos gue udah jadi target orang lain."


Pria itu lalu menerobos antrian. Lantas berhenti di samping Rea. Membuat Rea yang tengah mengobrol dengan mbak Lis dan mbak Kun langsung menoleh.


"Pacarnya Rea ya?"


Ha? Alex bingung mau menjawab apa.


"Sepupu saya tapi agak posesif."


Bisik Rea. Alex langsung mendelik mendengar perkataan Rea. "Elu kalau kagak diposesifin, main ilang-ilangan aja. Mana kalo ilang pasti yang nemu banyak." Batin Alex kesal.


Meski begitu dia mengangguk sopan sembari tersenyum. Beberapa pria yang mendekati Rea langsung mundur teratur. Melihat Alex yang tubuhnya memang tinggi besar. Persis dengan body tentara.


Pengantin baru itu tersenyum sumringah melihat teman satu kantornya datang. Mereka mulai bersalaman, dimulai dari komandan mereka. Fery cukup terkejut melihat seorang pria datang bersama Rea.

__ADS_1


"Berarti gosip soal Rea sudah punya pacar itu benar adanya."


Batin Fery. Menerima ucapan selamat dari Alex.


"Silahkan dinikmati hidangannya ya."


Fery berteriak pada semua teman kantornya. Mereka pun mulai duduk. Sembari mengambil makanan.


"Nggak makan, Kak?"


Tanya Rea, melihat Alex yang hanya mengambil camilan.


"On diet, Non. Situ?"


Alex melotot melihat porsi makan malam Rea. Full of karbo dan protein.


"Elu gendut, gue gak nanggung ya."


"Besok gue scott jam 20 kali."


Jawab Rea enteng. Alex mengedikkan bahunya. Melihat dua gadis itu menikmati makan malamnya. Rea sengaja tidak memakan karbo dari pagi. Gadis itu menggunakan apel dan pisang sebagai pengganjal perutnya.


"Pacarnya Rea kerja apa?"


Wahyu mulai kepo pada Danu. Sebab dilihatnya Danu terlihat akrab dengan Alex.


"Dia bukan pacarnya Rea. Tunangan Rea lebih tinggi dari Alex. Dia bodyguard Rea."


"Tunangan?"


Wahyu bertanya tidak percaya. Danu lalu menjelaskan, pernah bertemu tunangan Rea saat dia mencari sarapan bersama gadis itu. Wahyu sedikit terkejut. Tidak percaya mau Rea malah sudah bertunangan.


Untuk beberapa waktu, Wahyu menatap intens pada Rea. Gadis itu senantiasa tertawa, saat bercanda dengan teman satu mejanya. Tak jarang dia juga melihat kalau Rea bisa bersikap manja pada Alex.


"Hubungan yang aneh."


Untuk satu jam berikutnya, mereka benar-benar menikmati pesta pernikahan Fery. Bercengkerama dengan teman-teman satu kantor.


Pak Beni dan pak Tri malah memperkenalkan istri masing-masing pada Rea dan Nana. Dalam kesempatan itu, mereka kembali menganggap kalau Alex adalah tunangan Rea.


"Wah kalau model begini saingannya, Vino mundur aja deh. Yo ndak mampu."


Seloroh pak Tri. Semua langsung terpingkal mendengar garingnya lawakan pak Tri. Sementara Alex langsung menggaruk kepalanya.


"Semoga, akuntan judes itu gak tahu kalau aku dianggap tunangan Rea. Bisa ngamuk dia."


****

__ADS_1


__ADS_2