Andra Dan Rea Let The Story Begin

Andra Dan Rea Let The Story Begin
Pertemuan


__ADS_3

Rea masuk ke kelas setelah lebih dulu mampir ke toilet. Di kelas, Jerry dan Devi sudah menunggu. Tapi Ken tidak terlihat. Rea menarik nafasnya. Ken sudah pasti akan membencinya. Gadis itu duduk di sebelah Devi. Menunggu dosen pengampu makul mereka masuk.


Tak berapa lama dosen pengampu masuk dan kuliah pun dimulai. Rea tampak tidak fokus pada penjelasan dosen di depan sana. Beberapa kali dia melihat ke arah pintu. Berharap Ken akan masuk ke kelas mereka.


Melihat wajah lesu Rea, Devi bertanya. Dan gadis itu hanya menggeleng. Ada sejumput rasa bersalah di hati Rea. Tapi dia harus bagaimana lagi. Lebih baik begini daripada dia seolah memberi harapan pada Ken. Kalau Ken membenci Rea, akan gadis itu terima.


*


*


"Apa kamu tahu soal Rea dan Andra yang akan menikah?"


Mark bertanya pada Nana yang tengah membereskan berkas di atas mejanya. Sementara Mark duduk sambil menopang dagu di depan Nana. Gadis di depan Mark menganggukkan kepalanya pelan, lantas kembali sibuk dengan urusannya.


Lama-lama pria itu kesal. Sejak tadi diabaikan tanpa diberi perhatian. Padahal Mark sudah bela-belain setelah operasi langsung menjemput Nana. Tapi yang dijemput malah terlihat tidak peduli.


Hah?


Nana menghentikan kegiatannya ketika Mark memeluknya dari belakang. Tubuh Nana menegang ketika Mark meletakkan dagunya di bahu Nana. Aroma parfum Mark langsung tercium di hidung Nana. Aroma maskulin nan menyegarkan.


"Jangan mengabaikanku saat aku ada di depanmu."


Bisik Mark. Nafas pria itu terasa menerpa leher Nana.


"Jangan begini."


Nana berusaha mengubah posisi mereka. Tapi Mark tidak mau. Toko Nana sudah tutup sejak tadi. Dua karyawannya juga sudah pulang. Tinggal Nana seorang di sana. Biasanya dia akan pulang setelah karyawannya membubarkan diri. Tapi dia tidak melakukannya hari ini. Pesanannya lumayan banyak. Jadi dia harus lembur untuk menyelesaikan itu semua.


Hubungan Nana dengan Mark mulai berkembang. Keduanya memutuskan untuk berkencan. Setelah Shane mengungkapkan keinginannya untuk meminang Dena, sang kakak. Pun dengan Alex yang diam-diam ternyata menjalin hubungan dengan Devi.


Hingga hubungan keduanya ketahuan Rea. Alex berteriak ketika Rea menjewer telinga sang bodyguard saking kesalnya, karena Alex tidak jujur pada mereka. Padahal mereka tidak pernah keberatan kalau keduanya menjalin kasih. Kenapa juga pakai acara kucing-kucingan segala.


Sedang Nana dan Mark akan menikah setelah Dena dan Shane menikah. Selepas Andra dan Rea menikah tentunya.


"Kenapa tidak boleh begini?"


Tanya Mark. Pria itu justru semakin getol menggoda Nana.


"Geli, Kak."


Nana berusaha menyingkirkan wajah Mark yang mulai mengendus lehernya. Sumpah, Nana langsung kelabakan dibuatnya. Tubuh Nana merinding ketika, bulu-bulu halus di wajah Mark mengenai lehernya. Geli sekaligus menimbulkan sensasi aneh di tubuh gadis itu.

__ADS_1


"Haisshhh, pria ini memang menyebalkan."


Batin Nana kesal. Nana mulai memasukkan barang-barang ke dalam tasnya. Ketika Mark mengubah posisi mereka. Lantas mendudukkan Nana ke atas meja.


"Kak Mark....."


Protes Nana menghilang ketika mata coklatnya bertemu mata biru Mark. Untuk sesaat, keduanya saling beradu tatap. Sampai, entah keberanian dari mana. Nana yang berinisiatif lebih dulu mencium bibir tebal Mark. Bersamàan dengan tangan gadis itu yang melingkar di leher kokoh Mark.


Mark tersenyum, karena Nana jarang sekali berkeinginan untuk mencium dirinya lebih dulu. Selalunya dia yang memulai. Untuk sesaat, keduanya larut dalam permainan bibir yang semakin lama semakin intens.


Mark yang notabene baru saja mendapatkan kesembuhan dari sikap g***nya, tentu dengan mudah terbakar. Dia sudah lama tidak bisa merasakan hasrat pada wanita. Tapi bersama Nana, pria itu bisa meledak kapan saja.


Seperti malam itu, entah kenapa, dua sejoli itu seolah tidak mampu menahan diri. Mark yang memang ingin sekali memiliki Nana seutuhnya. Dan Nana yang beberapa minggu ini kembali bermasalah dengan keluarganya.


Gadis itu terlihat sedang mencari pelarian dan pelampiasan dari masalahnya. Pertengkaran dengan sang papa tiga hari lalu, membuat Nana frustrasi dan sedih. Hingga pikirannya sedikit kacau.


Dari ciuman itu keduanya mulai tersulut api gairah. Baik Mark dan Nana terlihat telah kehilangan kendali diri. Hingga ketika Mark mulai menjamah tubuh Nana lebih jauh, gadis itu tidak menolak.


Mark yang seakan diberi lampu hijau, tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan. Sebab Nana selalu menolak saat disentuh lebih dari sekedar ciuman. Katakanlah Mark brengsek, karena mengambil kesempatan saat Nana terbuai dengan permainannya. Bukannya berhenti, pria justru mulai melepaskan pakaian mereka satu persatu.


Pria itu begitu takjub dengan lekuk tubuh Nana yang mulai menunjukkan kematangannya di usia 20 tahun. Tak bisa menahan diri lebih lama. Pria itu langsung membawa Nana ke kamar pribadinya. Dan disanalah keduanya menikmati penyatuan mereka untuk pertama kali.


Sampai Mark berhasil memasuki Nana di percobaan yang entah keberapa kali. Malam itu menjadi malam panjang bagi keduanya. Mark merasa Nana telah membuat hidupnya sempurna. Setelah sekian lama, pria itu bisa membuktikan kalau dirinya masih normal.


Mark tentu bangga, bisa membuat Nana mendessah nikmat dengan permainannya. Hingga menjelang tengah malam, pria itu mengakhiri sesi panas mereka untuk yang pertama kalinya. Setelah pria itu menaburkan benihnya di rahim Nana. Berharap kalau ada satu yang bisa berhasil dan Nana bisa mengandung anaknya.


"Maaf. Aku tidak bisa menahan diri. Kamu terlalu menggoda untuk diabaikan."


Mark berkata setelah keduanya tidur dengan Nana yang memeluk erat tubuh Mark. Tubuh kekar berotot yang beberapa waktu lalu membuat dirinya menggila. Hingga dengan kesadaran penuh membuat Nana menyerahkan dirinya pada Mark.


Terasa Nana mengedikkan bahu dalam pelukan Mark. Mantan gadis itu tidak peduli kalau tubuh polosnya bisa mematik gairah Mark lagi.


"Ada masalah lagi?"


Mark bertanya sambl melingkarkan tangannya di perut Nana. Mengusap lembut perut Nana yang malam itu resmi menjadi seorang wanita sepenuhnya.


"Biasa, dia selalu saja tidak setuju dengan apa yang kulakukan."


Ada nada mengadu dan ingin dibela dalam suara Nana. Pria itu sendiri sudah tahu bagaimana ruwetnya keluarga Nana. Karena itu, Shane dan dirinya berpikir, untuk membawa Dena dan Nana keluar dari rumah itu secepatnya. Tentu saja caranya dengan menikahi keduanya.


Mendengar jawaban Nana, Mark lantas mencium puncak kepala Nana. Menenangkan gadis itu.

__ADS_1


"Tunggulah sebentar lagi, aku akan membawamu keluar dari sana."


Perkataan Mark seperti oase bagi Nana. Baginya, Mark bukan hanya pria yang dia akui telah berhasil mencuri hatinya. Namun pria itu adalah tempatnya mengadu, tempatnya mencari ketenangan dan perlindungan ketika sang papa kembali menekan hidupnya.


Nana lantas mengeratkan pelukannya pada Mark, hingga pria itu kembali merasakan gairahnya naik lagi. Tapi pria itu berusaha menahan diri. Dia yang dokter tentu tahu bagaimana keadaan seorang gadis setelah kehilangan mahkotanya.


"Tidurlah. Aku akan selalu ada untukmu. Aku berjanji."


Mark kembali mencium puncak kepala Nana. Lantas ikut memejamkan mata bersama wanita itu.


*


*


Di sisi lain, di sebuah klub malam di kota itu. Seorang wanita yang kembali menjalani profesinya menjadi kupu-kupu malam, merasa terkejut saat melihat seorang pria yang sangat dia kenal berada di tempat itu.


Seringai terbit di bibir wanita yang senantiasa dipoles dengan pemerah bibir berwarna terang. Dia mulai berani beraktivitas lagi, setelah pencarian pada dirinya mulai di longgarkan. Ya, dia adalah Clara. Apalagi Janson telah membuat polisi terkecoh dengan sebuah bukti perjalanan palsu ke luar kota. Hingga para polisi itu berpikir kalau dirinya dan Janson sudah melarikan diri ke luar kota.


Clara mendekat ke arah pria itu. Satu tepukan di bahu, membuat pria itu menoleh. Pria itu lumayan terkejut melihat siapa yang ada di depannya. Dia tidak mabuk sama sekali malam itu. Jadi dalam keremangan cahaya lampu tempat itu. Dia bisa mengenali dengan jelas siapa wanita yang tengah duduk dengan gaya menggoda di depannya.


"Lama tidak bertemu, teman lama."


Sapa Clara sembari menunjukkan gestur tubuh menggoda. Mengenakan mini dress berwarna hitam, membuat tampilan Clara begitu menggoda. Terlebih potongan rendah dan ketatnya pakaian Clara mengekspose bentuk tubuh Clara yang menggiurkan.


Pria di hadapan Clara tersenyum penuh arti. Dia yang tengah frustrasi memilih pergi ke tempat tersebut untuk melupakan sejenak rasa sakit di hatinya. Siapa sangka jika dia akan bertemu buronan polisi saat ini. Sebuah rencana tercetus di benaknya.


"Senang juga bertemu denganmu. Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di tempat seperti ini."


Ada nada mengejek dalam perkataan pria itu. Clara tidak tahu kalau pria di depannya ini yang telah menghancurkan hidupnya. Dan kali ini, pria ini akan melakukan hal yang sama pada Clara.


"Aku memang sakit hati padamu. Tapi aku juga tidak ingin ada orang yang menyakitimu. Jadi aku akan menyingkirkan semua orang yang membahayakan dirimu. Hanya ini yang bisa kulakukan untukmu, Rea."


Berawal dari pertemuan itu, rencananya akan dimulai. Dia akan membuat Clara dan Janson masuk ke penjara.


***


Ada yang tahu dia siapa? 🤔🤔🤔


Siapapun itu ritual jempolnya selalu ditunggu...


Like, vote, gift dan komennya jangan lupa 😘😘

__ADS_1


__ADS_2