Andra Dan Rea Let The Story Begin

Andra Dan Rea Let The Story Begin
Mengerikan


__ADS_3

Pesta pernikahan Mark dan Nana berlangsung meriah. Semua orang jelas berbahagia untuk pasangan pengantin baru tersebut. Terlebih Rea, gadis itu tidak henti-hentinya mengedipkan matanya yang berkaca-kaca. Melihat kebahagiaan sang kakak dan sahabat terbaiknya. Di antara tamu undangan, ada Bryan dan Terry dengan si kecil Naina yang manyun karena Kai, putra Gina dan Nicky terus mengejarnya.


"Pepet terus Kai, ikuti jejak mak bapakmu!"


Teriak Shane tengil. Gina dan Nicky melotot ke arah Shane. Tapi suami Dena itu hanya mengedikkan bahunya acuh. Nana jelas bahagia bisa menikah dengan Mark. Mark apalagi, jangan ditanya bagaimana bahagianya pria itu. Bisa menikah, hidup normal, punya istri cantik dan sukses, plus otewe jadi papa. Senyum tak pernah lekang dari Mark dan Nana.


Hal itu membuat Vio seketika sadar kalau Mark sudah menemukan kebahagiaannya. Pria itu hanya bisa menatap Mark dan Nana dari kejauhan. Dia sadar kalau tidak ada lagi tempat untuknya di sana. Pria itu berbalik, bermaksud pergi. Hingga panggilan dari satu orang membuat Vio menghentikan langkahnya.


Bryan membawa Vio ke arah pelaminan. Vio jelas kelabakan. Suasana berubah canggung ketika Vio berada di depan Mark dan Nana. Pria itu merasa bersalah pada Nana, dia merasa tidak seharusnya muncul di sana.


"Ayolah, yang sudah terjadi adalah masa lalu. Kalian bisa mencari masa depan kalian. Mark sudah mendapatkannya. Sekarang giliranmu Vi."


Sejenak keempatnya terdiam, hingga suara Nana memecah kecanggungan di antara mereka. "Aku yakin, kak Vio akan bertemu orang yang bisa menerima kak Vio apa adanya."


Senyum Vio mengembang mendengar ucapan istri Mark, yang nampak cantik dalam balutan gaun pengantin berwarna putih. Satu tatapan dari Nana menyiratkan kalau dia tidak apa-apa. Hingga dua pria itu saling berpelukan. Vio dengan lapang dada menerima perubahan Mark. Sedang dia sendiri akan mencoba memperbaiki diri. Sembari berharap akan ada seorang wanita yang mau menerima dirinya.


Semua yang hadir, terutama teman-teman Mark dan Vio tentu merasa senang dengan hal itu. "Selamat untuk kalian. Semoga bahagia, dan anak kalian lahir dengan selamat."


Nana melebarkan senyumnya, mendengar ucapan tulus dari Vio. Keduanya melihat Vio yang berlalu bersama Bryan. Bergabung bersama teman lainnya.


*


*


Suasana terlihat menegangkan. Lengan Andra terluka, sementara pria itu berusaha menyembunyikan Rea di belakang tubuhnya. Di depannya dua perempuan tampak mengacungkan pisau pada Andra dan Rea. Bermaksud naik ke kamar hotel lebih dulu. Andra dan Rea dihadang Sonya dan.....Stacey, di area tangga darurat

__ADS_1


Entah bagaimana Stacey bisa lolos dari rumah pelacurraann itu. Bahkan bisa bekerjasama dengan Sonya. Tujuan mereka adalah melenyapkan Rea, seperti tujuan Janson dan Clara sebelumnya.


"Hari ini, tidak akan ada yang menyelamatkanmu. Tidak Bradley, tidak Ken atau yang lainnya"


Stacey berteriak marah. Dia sangat ingin balas dendam pada Andra dan Rea, dua manusia yang sudah membuat hidupnya serasa di neraka. Cukup lama Stacey harus memuaskan tiap laki-laki yang datang padanya. Dia sangat tersiksa di sana. Sampai datanglah Sonya yang membantunya kabur dari tempat itu. Dengan balasan kalau Stacey akan membantu Sonya untuk balas dendam pada Andra dan Rea.


Andra mundur menutupi Rea dengan dengan tubuhnya. "Hubungi Nicky." Desis Andra melalui sudut bibirnya. Rea dengan cepat mencari ponsel Andra di saku jas sang suami. Langsung menekan angka satu lalu menyentuh icon berwarna hijau.


Tidak ada yang bicara. Rea berusaha menyembunyikan ponsel Andra. Sementara Stacey berusaha memisahkan Andra dan Rea. Wanita itu menghancurkan wajah Rea. Dia sangat iri dengan Rea. Wanita yang sudah merebut perhatian pria yang dia suka. Janson dan Bradley keduanya berpaling, dan meninggalkan dirinya. Mereka hanya fokus pada Rea.


Stacey mengayunkan pisaunya, berusaha menusuk Rea tapi gadis itu sigap menghindar. Rea dan Andra mulai terdesak. Keduanya mulai terpojok di ujung tangga darurat. Di bawah mereka, ratusan anak tangga terlihat mengular. Berputar menuju lantai satu, sementara mereka berada di lantai sepuluh. Sedang Sonya juga melakukan hal yang sama. Mengancam Andra dan Rea menggunakan pisaunya.


"Jangan jauh-jauh dariku!"


"Mati kau!"


Stacey mengayunkan pisaunya hendak menusuk Andra, sedang Sonya langsung mendorong Rea. Andra berhasil menghindar. Stacey menusuk ruang kosong. Sementara Rea turut menarik Sonya, hingga dua wanita tersebut jatuh bersamaan, menuruni anak tangga. Andra berteriak histeris. Terlebih dilihatnya, Rea yang tampak diam, tidak bergerak. Sonya langsung berdiri. Wanita itu menyeringai melihat Rea yang tampak meringis kesakitan.


Di sisi lain, Andra terus berusaha menghindari ayunan pisau Stacey.


"Kau gila!"


"Memang iya. Dan kau yang membuatku gila!"


Andra berusaha menahan tangan Stacey yang ingin menusuknya. Tarik ulur itu terjadi. Namun Stacey kalah tenaga dari Andra. Satu hentakan dan pisau itu terlepas dari tangan Stacey.

__ADS_1


Di lantai bawah, Sonya tampak puas melihat Rea yang kesulitan bernafas karena cekikannya. Wajah Rea mulai memerah. Wanita itu berusaha melonggarkan cekikan Sonya. Satu detik berlalu, Rea menggunakan sisa tenaga terakhirnya dengan menendang tubuh Sonya.


Wanita itu seketika melepaskan cekikannya. Langsung tersungkur ke lantai menahan sakit di perut. Di sisi atas, bisa Rea lihat, kalau tubuh Andra mulai lemah karena darah yang tidak kunjung berhenti dari lukanya. Pria itu tampak tidak berdaya menghadapi kemarahan Stacey yang menendang dan memukulnya tanpa ampun.


Rea baru saja akan naik ke tempat Andra ketika Sonya menjambak rambutnya kasar. Membawanya menjauhi tangga, kembali menyeretnya ke sisi tangga. Andra jelas panik, pria itu sekuat tenaga melawan Stacey.


Berhasil mendorong Stacey, Andra berlari menuju ke arah Sonya yang siap melempar Rea menuju lantai bawahnya. Rea terkejut ketika Sonya mendorongnya, tapi lebih terkejut saat Andra tiba-tiba muncul. Menahan tubuhnya, dengan berpegangan pada besi pembatas tangga.


"Kak...."


"Tenanglah semua akan baik-baik saja."


Seulas senyum samar terbit di bibir Andra. Detik berikutnya, tubuh keduanya jatuh berguling, menuruni anak tangga, setelah Sonya menendang Andra, mengakibatkan pegangan pria itu terlepas. Andra mendekap tubuh Rea erat. Menempatkan kepala sang istri dalam lindungan tangannya. Keduanya beberapa kali meringis, menahan sakit karena benturan di tubuh mereka.


Keduanya saling tatap, saat mereka sampai di lantai bawah. Tubuh keduanya berhenti berguling karena membentur dinding.


"Kak....sakit."


Rea berucap lirih, wanita itu merasakan sakit luar biasa di punggung dan juga perutnya. Andra ingin bangun tapi Sonya sudah menginjak tangan Andra. Pria itu meringis. Sementara Rea mulai tidak sadarkan diri.


Andra dilanda kepanikan luar biasa. Tidak menyangka jika hari pernikahan Nana dan Mark menjadi hari yang paling mengerikan dalam hidupnya dan Rea.


****


Ritual jempolnya jangan lupa...

__ADS_1


__ADS_2