
Nana yang shock karena dirinya hamil, hanya bisa diam membisu. Dia tidak menyangka di usianya yang belum genap 22 tahun, dia dinyatakan mengandung. Jika Nana malah seperti orang linglung, Mark justru sebaliknya. Pria itu sangat bahagia, kehamilan Nana membuktikan kalau dirinya sungguh pria normal. Kecebongnya mampu membuat Nana hamil.
"Kenapa kamu malah cemberut gitu sih?"
Mark bertanya sebab dari tadi dilihatnya Nana yang memanyunkan bibirnya.
"Kak, aku tu hamil."
"Terus?"
"Kan aku belum nikah. Nanti apa kata orang."
Hal itu yang terlintas di kepala Nana. Apalagi orang tuanya. Aduh tidak terbayang bagaimana terkejutnya mereka kalau tahu Nana hamil di luar nikah.
"Kan ada aku. Lagipula, tiga bulan lagi kita akan menikah. Atau kamu mau dipercepat? Tidak masalah."
Nana seketika memandang Mark. Tidak ada ekspresi menyesal di wajah Mark, padahal pria itu sudah menghamilinya.
"Kakak gak akan ninggalin aku kan?"
Mark melongo mendengar pertanyaan Nana. Apa wanita ini berpikir kalau dirinya akan meninggalkan Nana karena dia mengandung anaknya.
"Tentu saja tidak. Mana mungkin aku meninggalkan anak dan istriku. Dengarkan aku Kirana Maeda, aku sangat mencintaimu. Kamu adalah wanita yang mengembalikanku ke jalan yang benar...."
Nana mencebik, memangnya Mark ikut ajaran sesat apa.
"Dengarkan aku dulu, aku belum selesai ngomong. Kamu tahu kan aku dulu penyuka sesama jenis. Tapi sejak bertemu kamu aku sembuh. Aku bisa bergairah saat bersamamu."
"Itu saja yang ada kepala Kakak."
Protes Nana, hingga Mark terkekeh. Pria itu lantas menjelaskan, kalau itu penting bagi pria sepertinya. Pria yang dulu pernah memiliki gangguan orientasi seksual. Kebanyakan dari mereka bisa sembuh setelah bertemu dengan wanita yang mampu membuat mereka berhasrat.
"Jadi jangan pikirkan soal apapun. Jangan khawatir, aku akan selalu ada untukmu dan dia."
Pria itu mengusap pelan perut Nana yang masih rata. Sementara Nana, masih mencoba menerima kehamilannya. Pria itu juga memberitahu kalau besok dia akan mengajak Nana untuk memeriksakan kandungannya.
*
*
Andra mendengus geram ketika mendapat laporan kalau Sonya kembali berulah di pos security. Kata mereka, wanita itu memaksa masuk, karena dia adalah kekasih Andra. Alex yang melihat wajah manyun Andra, seketika terpingkal.
"Mau aku buang saja dia ke kutub utara."
Gerutu Andra sepanjang jalan menuju pos security. Di belakangnya Alex malah menimpali, agar Sonya dikirim ke tempat Stacey. Biar kapok.
Ketika mereka keluar dari lift, para karyawan menunduk hormat pada Andra. Mereka sedikit segan pada Andra mengingat pria itu pernah dua kali berlaku kasar pada perempuan yang mengejarnya. Meski mereka juga setuju pada tindakan Andra.
Begitu sampai di pintu lobi, Andra dan Alex yang bersiap menghadapi kekonyolan Sonya, justru disambut pemandangan yang membuat dua pria itu tersenyum puas.
__ADS_1
Di depan sana, tampak Rea yang dengan percaya diri meladeni ocehan Sonya, yang bisa dipastikan sejak tadi tidak pernah berhenti. Wanita itu berdiri sembari melipat dua tangannya. Memberi kesan akan dominasi yang dia miliki di tempat itu. Bagi Rea sendiri, dia sudah kenyang dibuli. Ajaran Steve sungguh merasuk ke dalam pikiran Rea yang paling dalam. Dia tidak akan mengalah. Terlebih, Rea tidak akan membiarkan wanita lain menganggu rumah tangganya. Jebakan Stacey membuka mata Rea, kalau banyak wanita yang menginginkan sang suami. Karena itu dia akan melakukan apapun untuk mempertahankan miliknya.
"Jangan mimpi ya kamu bisa memiliki Andra, dia itu milikku."
Rea masih diam saja mendengar kicauan Sonya. Hingga beberapa waktu, wanita itu berhenti bicara karena lelah.
"Sudah ngocehnya?"
Rea bertanya sembari meniup kukunya. Hingga cincin pernikahanya terlihat jelas di mata Sonya. Mata wanita itu membulat, dia baru sadar kalau Andra kemarin juga memakai cincin di jari manisnya. Padahal dia tahu benar kalau Andra tidak suka memakai cincin.
"Kau siapa?"
Akhirnya pertanyaan itu terlontar dari bibir Sonya. Dia ingin tahu siapa Rea. Wanita yang dua kali dia lihat ada di kantor Andra. Wanita yang digandeng mesra oleh Andra.
"Kamu mau tahu siapa aku?"
Rea menoleh ke arah Andra, yang dia tahu dari tadi ada di pintu lobi. Hingga Sonya langsung memundurkan langkahnya, melihat Andra di sana. Bisa dipastikan kalau pria itu mendengar semua ucapannya, yang sebagian mengatai Rea. Menyebut Rea murahanlah, tukang cari perhatianlah.
"Boleh aku memberitahunya?"
Andra mengangguk. Pria itu tidak bergeming dari tempatnya berdiri. Di depan sana, Rea berjalan memutari Sonya. Aura dominasi itu mulai terasa di sekitar Sonya. Rea seperti seorang singa yang tengah mengintai mangsanya.
"Sonya Adiba, 25 tahun. Istri dari Johannes Arman. Statusmu masih istri orang, tapi kamu berani menggoda suami orang."
Sonya mendelik mendengar Rea menyebut nama sang suami. Oh salah, bukan itu tapi menyebut Andra suami orang. Setahu dia, Andra belum. Atau lebih tepatnya berita yang mengabarkan pria itu sudah menikah. Andra menikahi Rea di desa itu, memang untukmenghindari pemberitaan menghebohkan soal hal itu.
"Andra belum menikah. Dan aku sudah bercerai dengan suamiku."
"Kamu itu tidak sadar, Sonya. Punya suami sebaik itu tapi tidak bersyukur. Malah kelayapan pengen balik sama mantan yang sudah jadi suami orang."
"Dia belum menikah!"
"Nyatanya aku istrinya. Kamu mau apa?"
Tantang Rea. Sonya limbung ke belakang. Beruntung ada yang menopang tubuh Sonya, hingga perempuan itu tidak terjengkang ke belakang. Sonya menoleh, dia terkejut melihat sang suami ada di sana.
"Mas Arman...."
"Maafkan saya, Nyonya Sky. Saya tidak becus menjaga istri saya. Sampai dia berani mengganggu suami Anda."
Sonya semakin shock, kala Arman menyebut Rea, Nyonya Sky. Dia tidak percaya kalau Rea benar-benar istri Andra. Sonya berontak ketika Arman membawanya menjauh dari sana.
"Tunggu dulu. Aku belum selesai dengan wanita itu."
"Sudahlah Sonya. Apa kau ingin membuat keluarga kita bangkrut karena menganggu keluarga mereka."
Sonya tidak menjawab. Karena yang dikatakan Arman benar. Padahal awalnya Sonya mendekati Andra agar dia bisa mengeruk kekayaan pria itu supaya dia bisa hidup enak. Tapi jika sudah begini, perkataan Arman bisa jadi kenyataan. Andra bisa menghancurkan bisnis keluarganya. Membuatnya menderita. Sonya marah, rencananya gagal. Dan semua gara-gara Rea, wanita yang mengaku istri Andra.
Begitu Sonya pergi, Rea berbalik. Berjalan menuju ke arah Andra yang masih menunggunya di sana. Wajah wanita itu manyun, menggambarkan dia masih marah soal kejadian tadi.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa bertemu dengan Johannes Arka?"
Andra bertanya sambil menatap tajam ke arah Rea. Wanita itu tidak menjawab. Hanya berlalu melewati Andra yang bergegas mengejarnya. Tanpa kata dua orang itu berjalan beriringan. Karyawan yang melihat keduanya hanya bisa melongo, melihat ketampanan Andra dan kecantikan Rea yang membuat semua orang iri. Banyak yang berbisik, berkasak kusuk soal siapa Rea.
Wanita itu, Rea, perempuan ketiga yang bebas keluar masuk Sky Corp Company Building. Selain Katya dan Gina. Tapi yang ini sepertinya lebih spesial. Soalnya CEO mereka selalu menggandeng tangan Rea. Atau merangkul mesra wanita itu.
"Katakan! Bagaimana bisa kamu bertemu Johannes Arka."
"Aku bertemu dengannya dua hari lalu."
Rea menjawab seraya mendudukkan diri di sofa. Mereka sudah masuk ke ruangan Andra. Di depannya tatapan tajam dari Andra seolah ingin menghakimi sang istri. Melihat binar cemburu di mata Andra, Rea tersenyum tipis.
"Malah diam. Jawab Re!"
Rea hanya menaikkan alisnya. Seolah tidak ingin memberitahu Andra. Rea seperti tengah menantangnya. Merasa diabaikan, Andra geram. Pria itu lantas menarik tangan Rea.
"Ehhh, mau ke mana?"
Rea protes ketika Andra menyeret tubuhnya ke salah satu sudut ruangan. Pria itu membuka pintu, dan sedikit menghentak tubuh Rea. Begitu Rea berbalik, dilihatnya itu adalah kamar pribadi Terdengar bunyi klik. Menandakan pintu telah dikunci.
"Ngapain?"
Tanya Rea curiga. Apalagi melihat Andra yang melucuti jasnya sendiri. Lalu dasi dan membuka kancing kemejanya.
"Memberi hukuman pada nyonya Sky, karena berani bertemu pria lain dibelakangku."
Ha? Mata Rea membulat. Hukuman? Hukuman apa yang bisa dilakukan di sini. Pikir Rea. Hingga tiba-tiba Andra mendorong tubuh Rea, sampai wanita itu terjatuh di ranjang besar di belakangnya. Setelah itu Andra langsung menindih tubuh Rea. Mencium bibir wanita itu. Rea jelas kelabakan dengan serangan Andra.
"Tunggu dulu...tunggu dulu. Ini ada apa sih?"
"Bukankah sudah kubilang hukuman karena kamu bertemu pria lain di belakangku."
"Eh, itu aku pergi dengan Alex."
Mendengar jawaban Rea, wajah Andra justru semakin gusar. Alex tidak memberitahunya. Awas saja, suami Devi itu akan mendapat hukumannya nanti. Sekarang yang penting, dia akan menhabiskan sisa hari dengan memadu kasih bersama istri tercinta.
"Kenapa sih kamu? Aku kan tidak pergi sendiri. Aku pergi dengan Alex."
"Justru karena kamu pergi dengan Alex, kamu semakin membuat kesalahan."
Ha? Andra ini bagaimana sih. Tadi pergi menemui Johannes Arkasendirian, dia dimarahi. Sekarang , dia memberi tahu pergi dengan Alex. Andra justru semakin beringas menyerangnya. Hingga siang itu, menjadi kali keduanya bersatu setelah penyatuan mereka tiga hari yang lalu. Pria itu sepertinya mulai kecanduan dengan aktivitas panas sekaligus olahraga ranjang bersama sang istri.
****
Kredit Pinterest.com
Jempolnya digoyang...ayo jangan lupa..
__ADS_1
Like, komen dan votenya ditunggu..😘😘😘
***