Andra Dan Rea Let The Story Begin

Andra Dan Rea Let The Story Begin
Aneh


__ADS_3

Terdengar kekehan lirih yang keluar dari bibir Rea suatu pagi. Hari ini libur, lebih tepatnya hari ini pernikahan Nana. Jadi Rea dan Andra tidak akan pergi ke kantor. Wanita itu terlihat sangat senang. Apalagi setelah skripsinya selesai, dan sidangnya berjalan sukses. Dia akan menjalani wisudanya sebulan lagi. Di mana itu akan terjadi seminggu setelah pesta pernikahan mereka. Rea menyunggingkan senyum mengingat hal itu. Anggap saja wisudanya adalah kado pernikahannya.


Tawa lirih itu kembali terdengar. Hingga pria yang tidur di bawah tubuh Rea mulai terganggu. Pria itu merasakan sentuhan lembut di wajahnya. Tapi bukan ciuman atau sejenisnya. Benda-benda lembut yang menyentuh wajahnya sangat berbeda. Hingga perlahan pria itu membuka mata.


Andra sedikit membuka mata, dan mendapati tubuh sang istri di atas tubuhnya. Awalnya Andra tidak terlalu peduli dengan apa yang dilakukan Rea. Sebab Andra merasa lelah, setelah pergelutan panas mereka semalam. Kabar kehamilan Devi, istri Alex, membuat Andra kebakaran jenggot. Bagaimana bisa Alex dan Devi yang baru dua bulan menikah, malah sudah berhasil mencetak Alex Junior lebih dulu. Sedang dirinya yang sudah empat bulan menikah, belum berhasil menghamili Rea.


Pria itu panas hatinya, hingga sudah seminggu ini, dia terus saja menanamkan benihnya di rahim Rea tiap malam. Dan entah kenapa seminggu ini pula, Rea tidak pernah menolak permintaan Andra. Wanita itu selalu menuruti keinginan sang suami.


"Apa sih, By."


Gumam Andra. Pria itu masih enggan membuka matanya. Tubuhnya lelah, tidak seperti biasanya. Pria itu biasanya tidak akan merasa lelah meski dia menggempur sang istri sepanjang malam.


"Diam ihhh, tangannya."


Rea menyingkirkan tangan Andra yang menutupi wajah sang suami. Menghalangi kesenangan yang tengah dia buat. Tubuh Rea yang hanya terbalut tank top tanpa penutup dada itu, menindih sebagian dada Andra yang polos. Bisa dipastikan kalau tubuh Andra masih naked. Tanpa satu pakaian pun yang melekat dibadannya.


"Kamu ngapain sih?"


Akhirnya pria itu kepo dengan kekehan lirih sang istri, terlebih gerakan-gerakan yang dia rasakan di wajahnya.


"Selesai."


Suara girang diikuti ledakan tawa Rea membuat Andra langsung membuka matanya. Dilihatnya sang istri yang terbahak saat melihat dirinya,lebih tepatnya, wajahnya.


"Astaga, dia cantik sekali. Aku saja kalah."


Andra mengerutkan dahinya, mendengar perkataan Rea. Pria itu menggaruk kepalanya, tidak protes ketika Rea meraih ponselnya, lalu mengambil fotonya.


"Jangan dipost di medsos. Nanti mereka heboh."


Andra bergumam. Teringat beberapa waktu lalu, Rea memposting foto diri di kamar mewahnya. Tanpa sengaja, Andra yang masih bertelanjang dada ikut masuk ke frame foto Rea. Bisa dibayangkan bagaimana hebohnya jagat permedsos-an. Andra, pria yang jarang aktif di media sosial, sekalinya nongol buat jantung ketar-ketir.


"Nggaklah yang ini akan jadi koleksi pribadi. Cantik...."


Rea terkikik kembali. Kali ini hal itu sukses memancing atensi Andra. Pria itu langsung merebut ponsel Rea. Dua bola mata Andra serasa ingin melompat keluar dari tempatnya. Melihat wajahnya yang full make up ala cewek.


"Andrea Kirana Sky!"


Teriakan Andra menggelegar di kamar tersebut. Pria itu memungut boxernya lantas memakainya dengan tergesa. Menyusul sang istri yang mengunci diri di balkon kamar mereka.

__ADS_1


"Buka gak!"


Rea tidak menanggapi permintaan Andra, wanita itu sibuk memegangi perutnya yang kram. Sakit karena menahan tawa. Tiap kali melihat ke arah Andra, wanita itu tertawa terbahak-bahak. Andra jelas kesal dibuatnya. Bisa-bisanya sang istri mendandaninya dengan alat make up milik Rea.


"Rea, buka!"


Tidak ada tanggapan. Wanita itu malah menjauh, lantas duduk di kursi sofa di balkon kamarnya. Andra semakin geram dibuatnya. Seringai muncul di bibir Andra. Pria itu menatap sang istri yang masih terpingkal-pingkal melihat fotonya di ponsel milik Rea. Sembari berkacak pinggang, satu tangan Andra menggeser sebuah panel di dinding dekat pintu balkon. Satu tombol ditekan, dan sebuah dinding kaca muncul disekitar balkon tanpa Rea sadari. Satu lagi tombol ditekan, pintu balkon terbuka.


Seiring dinding kaca yang menutup sempurna tempat itu, Andra merebut ponsel Rea. Ehhhh, Rea terkejut melihat wajah cantik Andra muncul di depannya. Bukankah dia sudah mengunci pintunya. Bagaimana sang suami bisa membukanya.


"Enak saja kabur setelah durhaka pada suami."


Protes Andra, menjauhkan ponsel Rea dari jangkauan sang istri. "Kembalikan!"


"Nggak!"


"Jangan dihapus. Bagus itu."


"Bagus apanya? Masak orang ganteng begini, jadi cantik."


"Metroseksual. Androgini."


"Baby, aku ini pria. 100% tulen tanpa campuran."


Rea menggeleng. Mulut wanita itu terus mengeluarkan tawa yang membuat Andra kesal. Hingga tawa itu berhenti kala Andra menindih tubuh Rea di sofabed di balkon itu.


"Mau apa?"


"Mau tahu rasanya bercinta dengan sesama wanita?"


Rea seketika merasakan mual di perutnya. Bercinta dengan sesama wanita yang benar saja. Wanita itu berontak, tapi Andra tidak melepaskan sang istri. Lipbalm rasa strawberry itu seketika terasa di bibir Rea. Begitu sang suami menciumnya.


Berusaha menghilangkan bayangan yang tidak-tidak. Rea menutup matanya. Sebab dia tahu, melawan tidak ada gunanya. Semakin dia melawan, Andra akan semakin gencar menyerangnya.


"Enak bukan?"


Rea memalingkan wajahnya, saat pria itu sudah bergerak di atas tubuh Rea. Dengan wajah cantik, tapi tenaga seperti kuda. Gila! Andra justru semakin beringas dengan wajah cantiknya. Pakaian mereka kembali bertebaran di karpet balkon, sementara si empunya baju larut dalam desahhan penuh hasrat kala mentari baru saja menampilkan sinarnya.


Hampir dua jam, Andra menghukum Rea di sofabed itu. Hingga lenguhan panjang sang suami terdengar di telinga Rea. Puncak sudah mereka gapai bersama, tubuh keduanya beraroma khas hormon oksitosin. Hormon yang muncul setelah mencapai kepuasan dalam bercinta.

__ADS_1


"Kapok nggak?"


Tanya Andra di sela deru nafas yang masih tersengal, pria itu memeluk erat tubuh polos Rea, yang nafasnya tidak kalah berantakannya dari dirinya.


"Nggak."


Andra menggeram. Jika Rea berkata tidak. Ada kemungkinan kalau wanita itu akan mengulangi keisengannya itu.


"Besok malah pingin dikuncir dua."


Kekeh Rea, meraih rambut Andra yang memang terlihat panjang dibagian depan, sebab pria itu menyukai model poni lempar. Rea lantas membagi dua rambut suaminya dengan tangannya.


"Tu kan cantiknya gak ada lawan."


Tawa Rea meledak melihat ekspresi cemberut Andra. Wajah Andra memang bisa menjadi tampan spek dewa, tapi di sisi lain juga memiliki sisi feminim yang membuat Rea gemas sendiri.


"Kenapa tingkahmu jadi aneh begini sih?"


Rea menggeleng. Masih sibuk memainkan rambut Andra yang basah karena keringat. Pria itu tampak pasrah, saat Rea malah mengepang kecil-kecil rambutnya. Meski hanya jadi dua lilitan tiap kepangannya.


"Whateverlah, asal kamu tahu aja. Kalau ini pria sungguhan."


Akhirnya kata itu yang keluar dari bibir Andra, kala dia tidak lagi bisa menghalau tangan Rea dari wajah dan rambutnya.


"Kenapa tingkahnya jadi aneh begini."


Batin Andra sembari memejamkan mata. Lelah, pria itu merasa lelah. Dengan tubuh polos, Andra memeluk Rea, menenggelamkan wajahnya di dada sang istri. Sementara Rea masih saja meengepang rambut depannya.


"Haisshhh, gini amat istri gue."


****



Kredit Pinterest.com


Manyun...bayangin rambutnya dikepang sama Rea..🤭🤭


Anyway..ritual jempolnya jangan lupa

__ADS_1


Like, komen dan vote...ditunggu...


****


__ADS_2