
Arianna duduk dengan kaku di mobil Gabriel. Meskipun ini bukan pertama kalinya dia naik mobil ini, tetap saja terasa aneh. Sedangkan Camila duduk dengan tenang disisinya, tegap tapi rileks. Arianna melirik pihak lain dan mendapati bahwa temannya ini tampak agak linglung dan mengantuk.
Protagonis menang tidak salah, Camila memang sangat mengantuk. Semalam dia menulis proposal, mengerjakan tugas sekolah, menyortir undangan pesta, dan mencarikan rumah untuk Arianna. Mengingat betapa konyolnya Frost, bukan tidak mungkin male lead itu mencari tau alamat Arianna.
Terlebih Arianna akan tinggal sendirian mulai sekarang, dan dia perempuan di bawah umur. Camila benar-benar harus mencari komunitas yang murah tapi dengan lingkungan baik dan keamanan terjamin. Karena sebagai protagonis novel sampah, Arianna pasti akan selalu mendatangkan masalah.
Kepalanya menjadi pusing.
"Camila?"
Dia menoleh begitu Arianna memanggilnya, mendapati pihak lain memberi tatapan khawatir dan sudah menempeli tubuhnya.
"Kalau kau merasa lelah, kau bisa bersandar di pundakku" tawarnya.
Camila berkedip dan hanya menggeleng
"Tidak perlu, aku hanya akan menurunkan kursi sedikit."
Arianna mengangguk dan tersenyum kecil
"Kalau begitu istirahatlah sebentar, Camila. Seingatku Gabriel juga memiliki selimut disini, sebentar akan kutanyakan pada paman pengemudi."
Dia bangkit dan maju sedikit, membuka sekat pemisah untuk bertanya
"Paman, apakah ada selimut? Temanku ingin beristirahat sebentar."
Paman pengemudi melirik penampilan lusuh Arianna, lalu mata jernih gadis itu yang berbinar naif. Pria tersebut lantas melirik Camila di belakang yang duduk bersandar dengan elegan, seperti ratu.
Perbedaan kemampuan ekonomi memang mengerikan, tapi untunglah mereka bisa berteman akrab. Dia mendengar soal ini sedikit dari tuan mudanya, Gabriel Wundervei. Bahwa Arianna ini membutuhkan rumah baru untuk disewa, tanpa banyak tanya sekalipun dia langsung mengerti. Oleh karenanya dia tidak pernah menghakimi.
Sementara yang duduk di belakang itu terlalu dewasa untuk usianya, mungkin terkesan bahwa Camila adalah anak idaman. Tapi dia tau betapa kerasnya didikan beberapa keluarga kaya, bahkan ada beberapa tuan muda yang kurang mampu dan digantikan oleh anak selir.
Paman pengemudi merasa iba pada dua gadis ini dan menyerahkan selimut yang paling lembut di mobil, selimut milik Tuan muda sambil tersenyum
"Silahkan."
Arianna menerimanya dengan senang hati
"Terimakasih, paman!"
Paman pengemudi mengangguk dan kembali menutup sekat pemisah.
__ADS_1
Arianna mengguncang selimut berwarna biru muda ini dan berseru senang
"Bukankah ini selimut Gabriel? Dia baik sekali, mau meminjamkan selimut kesayangannya pada kita!"
Camila tidak peduli dan meraih selimut di tangan Arianna, memang sangat lembut. Pihak lain membantunya melebarkan selimut dan menutupi tubuh Camila dengan itu
"Istirahatlah, Camila. Aku bisa bertanya pada Lance lebih dulu."
Karena sangat mengantuk, tak butuh waktu lama baginya untuk tertidur.
Arianna menatap wajah terlelap Camila dan merasa takjub.
Camila yang mendominasi dan sempurna saat terjaga, nyatanya hanyalah remaja sama sepertinya. Terlebih lagi, dia terlihat sangat polos dan menggemaskan saat tidur!
Arianna melambaikan tangannya didepan wajah pihak lain beberapa kali untuk memastikannya sudah tertidur, lalu dengan ringan menyingkirkan poni dan rambut yang mengganggu dari wajah Camila.
Gabriel dan Lance masuk mobil dan langsung disuguhi ini
"........."
Lance yang rencananya akan duduk di sebelah Camila, baru pertama kali ini melihat saingannya tertidur. Mau tidak mau merasa lucu, bahwa sosok Camila saat tidur dan terjaga benar-benar sangat berbeda.
"Jangan berisik, Camila tidur" bisik Arianna.
"Camila ternyata memang masih remaja seperti kita."
Gabriel yang duduk di sebelah pengemudi, secepat kilat membuka sekat pemisah dan menatap lekat wajah-wajah di kursi belakang.
Lance yang menatap lembut Camila dan Arianna yang juga memiliki pandangan yang sama, Gabriel sekali lagi memulai drama di otaknya.
Camila menyukai Arianna, oleh karena itu dia selalu melindungi dan menjadi tempat sandaran terbaik Arianna.
Disisi lain Lance dirumorkan selalu mencoba menarik perhatian Camila dengan mendeklarasikan diri sebagai rivalnya. Melihat dari tatapannya yang lembut, tidak mungkin perasaannya karena murni berteman.
Sementara Arianna ... Terlalu polos untuk ini semua dan menjadi sasaran empuk untuk dibengkokkan Camila.
Ini adalah ... Cinta segitiga yang legendaris!
Begitulah yang dipikirkan oleh Gabriel.
"Hei, bolehkah aku memanggilmu Anna? Nama Arianna terlalu menyusahkan kalau disebut terus menerus" tanya Lance.
__ADS_1
Arianna mengangguk setuju
"Silahkan, aku tidak keberatan. Ngomong-ngomong bolehkah aku bertanya tentang rata-rata sewa rumah di bisnis keluargamu?"
Lance tampak berpikir selama beberapa waktu dan mengatakan
"Kusarankan jangan menyewa rumah, terlalu boros untukmu yang tinggal sendirian. Sewa kamar saja, keluarga kami juga punya kos."
"Benarkah? Berapa harga sewanya? Apakah jaraknya jauh?" Dia terkejut.
Lance menjentikkan jari dan menatap Arianna dengan antusias
"Kalau kos, tidak terlalu jauh. Yang lebih bagus lagi adalah bangunan kos ini dekat dengan kediaman Blazemoche! Hanya lima belas menit dengan mobil, dan setengah jam dengan sepeda!"
Arianna terpancing mendengar kata 'Blazemoche' dan ikut menjadi antusias
"Oke! Aku mau itu, berapa harga sewanya?"
Lance memberi gestur dengan kedua tangannya
"Kira-kira segini, bagaimana? Kusarankan ambil yang ini saja, jadi kota bisa sering-sering bermain bersama!"
Arianna mengangguk riang
"Ya! Aku mau yang ini saja! Dengan begini, aku bisa lebih mudah memasak untuk Camila!"
"Hei ... Aku juga mau mencicipi!" Protesnya.
Arianna menepuk bahu pihak lain dan mengacungkan jempol
"Oke, kalau begitu kita bisa makan bersama-sama nantinya. Pasti ramai."
"Bagus! Bukankah lebih banyak orang akan lebih baik?" Lance benar-benar antusias.
Arianna menyetujuinya
"Aku juga sepemikiran!"
Sedangkan Gabriel merasa seolah sudah disambar petir.
Jadi ini bukan cinta segitiga? Melainkan ... Itu? Tiga orang?
__ADS_1
Tubuh Gabriel bergetar.