Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Kau yang dari novel (1)


__ADS_3

"Penggabungan jiwa?" Camila memiliki konsep kasar akan hal ini, tapi dia sendiri tidak paham secara detail.


"Benar, karena aku yang disana sudah tiada" jelas Arianna, jelas dia agak berat dan sakit dengan berusaha  menjelaskan ini.


"Lalu?" Tidak masuk akal jika penggabungan bisa terjadi hanya karena alasan seperti itu.


Camila tau bahwa kesadaran dunia sangat menyayangi anak dunia, tapi Tuhan tidak akan diam jika kesadaran dunia menjadi bias dan melakukan hal-hal seenaknya.


Karena jika anak dunia tiada, maka kesadaran dunia akan secara otomatis melahirkan anak dunia baru dan memulai kisah yang baru.


"Dunia runtuh" cicitnya.


"Apa?!" Pekik Camila.


Dunia runtuh? Hanya karena protagonis mati? Aturan dunia macam apa itu?


Tidakkah itu berarti Tuhan menciptakan dunia itu hanya untuk satu orang? Itu benar-benar tidak mungkin, karakter Arianna Mackenzie bukanlah karakter yang demikian luar biasa dan mampu mengguncang dunia.


Terlebih, ini bukan novel religius atau novel keilahian.


Tuhan itu maha adil.


"Bagaimana bisa?" Camila merasa bahwa ini benar-benar tidak masuk akal.

__ADS_1


"Atau jangan-jangan kau sudah melakukan sesuatu yang membuat dunia runtuh?" Pemikiran ini jelas lebih masuk akal, apalagi melihat dari reaksi 'Arianna' begitu dia tersadar dari pingsan.


Mendengar pertanyaan ini, Arianna sekali lagi menangis tanpa suara dan menatap lurus Camila sambil tersenyum


"Kau tau? 'Camila' di dunia itu benar tentang Frost dan aku."


Gadis berambut pendek itu menaikkan sebelah alisnya


"Soal?"


Arianna menjawab ini dengan suara bergetar


"Kami tidak akan bahagia, karena kami memulai hubungan ini dengan cara menghancurkan orang-orang. Aku merebut Frost dari Camila, Frost membunuh Camila, dan kami menghancurkan masa depan Gabriel hanya karena dia masih mencintaiku. Mendorong Gabriel menuju kegilaan dan bunuh diri."


"... Apa-apaan. Kau membunuhku di dunia itu? Membunuhku setelah merebut tunangan dan menghancurkan setiap aset bahkan anggota keluargaku?"


Arianna gemetar ketakutan, bagaimanapun juga dia dulu sering di-bully oleh Camila di dunia sebelumnya


"Aku-"


Camila melangkah maju dan mendorong pelan tubuh Arianna beberapa kali hingga membentur tembok, dia benar-benar marah pada apa yang telah didengarnya


"Kau bahkan memanfaatkan Gabriel? Hanya karena dia mencintaimu sepenuh hati, bukan berarti kau bisa melakukan apapun dan meminta apapun padanya. Arianna, dialah orang yang menemanimu saat kau masih di angka negatif."

__ADS_1


Dada Arianna menjadi semakin sesak, dia menjawab dengan wajah yang memancarkan luka


"Aku tau, itu sebabnya aku-"


"Kau bunuh diri?" Simpul Camila, bagaimanapun juga hanya ini yang bisa dia tangkap dari gelagat aneh pihak lain.


Arianna mengangguk.


Dia menyilangkan kedua tangannya


"Karena kau sudah membunuh aku dan Gabriel?"


Arianna sekali lagi mengangguk, lalu menambahkan alasan lain


"Itu satu alasan, tapi masih ada alasan lain yang membuatku langsung membunuh diriku sendiri dan menjadi sebab utama runtuhnya dunia."


Merasa bahwa ini cukup serius, Camila memfokuskan diri sepenuhnya pada apa yang akan dikatakan oleh si protagonis wanita


"Apa itu?"


Pihak lain tidak lagi memiliki binar di matanya seperti saat mereka bertemu di gudang olahraga, lalu membuka mulutnya yang mengukir senyum dengan mata yang terus menangis. Seolah dia sudah mati didalam sana, dan tidak lagi punya apa-apa untuk bertahan.


Arianna menjawab ringan

__ADS_1


"Aku membunuh Frost Harrison."


__ADS_2