Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Wundervei


__ADS_3

".... Gabriel?" Panggil Camila, dia mengalihkan pandangannya sejenak dari danau buatan yang penuh lotus pada pria di sampingnya.


"Ya?"


"Bela diri apa yang kau kuasai?" Dia mulai bertanya.


Gabriel menjawab dengan mudah "Systema dan kick boxing."


Dia mengangguk penuh apresiasi saat mendengar Systema, itu bela diri yang mematikan. jadi dia bertanya lagi "Kau bisa menggunakan senjata api?"


"Tentu saja aku bisa" Gabriela sekali lagi menjawab seolah ini bukan masalah besar.


"Pernah mengikuti program pelatihan bertahan hidup?"


"Pernah, selama enam bulan."


"Apakah kaca mobilmu anti peluru?"


"Bukankah semua mobil kita anti peluru? Pertanyaanmu sungguh aneh" Gabriel balas bertanya, kebingungan. Mungkinkah mobil Blazemoche tidak dilengkapi kaca anti peluru?


Camila langsung berkompromi "Kalau begitu biar kuganti pertanyaannya, apakah kau sering memakai rompi anti peluru?"


Gabriel mengunyah kue kecilnya sebelum menjawab pertanyaan ini ".... Aku jarang memakainya, apalagi jika itu bukan acara sosial atau pertemuan keluarga besar. Kenapa?"

__ADS_1


Gadis itu menggeleng lembut "Tidak apa-apa, aku juga jarang memakainya. Kau cukup bagus, diluar dugaan."


Untungnya, ibu Gabriel berangkat ke perjalanan bisnis pagi tadi bersama suaminya. Jadi Camila bisa mengantisipasi rasa canggung karena bertemu orangtua, pada saat mereka bahkan baru maju satu langkah.


"Jadi kesimpulannya ... Apakah kau mau mepertimbangkanku?" Tanya Gabriel, melenyapkan jarak mereka dan tanpa sungkan meletakkan kepalanya di pundak Camila.


Camila tidak memberikan respon negatif, dia bahkan mengusap rambut lerak Gabriel tanpa diminta "Aku tidak akan menyetujui ajakanmu kalau aku tidak berpikir begitu, kan?"


Gabriel tidak sedang meminum alkohol, tapi dia merasa mabuk.


"Tapi aku belum bisa putus dengan Frost Harrison" imbuh Camila.


Kali ini Gabriel bahkan merosot dan meletakkan kepalanya diatas paha Camila "Tidak apa-apa, aku bisa menunggu."


Seolah mendengar lelucon, pihak lain tertawa hingga bahunya bergetar "Kalau aku tidak mengenalmu, tentu aku akan berpikir demikian. Lagipula sekarangpun kau belum memiliki siapa-siapa di hatimu, tapi setidaknya aku sudah memiliki tiket untuk masuk kesana 'kan?"


"Tepat."


"


Gabriel mendekatkan kepalanya ke perut Camila dan buka suara "Sebenarnya, Camila ... Aku penasaran soal ini sejak dulu, kenapa kau bisa begitu tenang?"


"Hm?"

__ADS_1


Dia menyamankan posisi menggunakan Camila sebagai bantal "Saat kita masih kelas satu SMA, kau juga nyaris menciumku dengan wajah datar seperti ini ... Aku tidak pernah melihatmu tersenyum untukku."


"Tapi setidaknya kau sudah memiliki gambaran tentang alasannya 'kan?" Camila menjawabnya dengan sebuah pertanyaan.


Gabriel memikirkan satu rumor di kalangan sosial dan berkata "Kontrol diri keluarga Blazemoche?"


"Benar."


"Pasti melelahkan untukmu" pria itu menghela nafas.


"Bukankah kau juga sama? Keluargamu memaksa untuk terus bersikap rendah hati bukan?" Tanya Camila, bagaimanapun juga mustahil ada seseorang sebaik ini yang bisa bertahan saat berbisnis.


Gabriel tertawa dan menjelaskan "Benar. Ibaratkan saja seperti Blazemoche mendidikmu menjadi singa, sedangkan Wundervei mendidikku menjadi semut."


"Ada apa dengan analogi ini?" Dia sudah tau maknanya, tapi lebih bagus jika Gabriel mau menjelaskan sendiri.


"Begini ... Semua orang tau Blazemoche terkenal sebagai keluarga jenius dan menjadi puncak rantai makanan dalam berbisnis selain Harrison, keluarga lain secara alami akan segan dan waspada bahkan saat kalian tidak melakukan apa-apa, semuanya berkat titel tersebut. Tapi Wundervei berbeda ..." Dia sengaja menggantung kata-katanya.


"Kami terbiasa bersikap ramah, rendah hati, baik dan ringan tangan. Tapi mana ada pelaku bisnis yang seperti malaikat bukan?" Tebak Camila.


"Benar. Wundervei terbiasa memakan bisnis keluarga lain sedikit demi sedikit. Pertama-tama tanamkan kepercayaan dan pengakuan, lalu gunakan koneksi tersebut untuk menanam seseorang yang akan mempengaruhi orang penting perusahaan lawan, rampas kekuatan sedikit demi sedikit, buat perusahan lawan seolah sedang mengalami krisis, lalu Wundervei yang baik hati ini akan membeli sahamnya disela investasi. Menarik bukan?" Gabriel tertawa saat mengatakan ini.


"Kau ada di pihakku 'kan, Gabriel?" Tanya Camila, karena akan sangat merepotkan jika Gabriel sampai berpihak pada Aiden yang sudah memiliki Chester.

__ADS_1


__ADS_2