Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Keputusan


__ADS_3

Camila, Aiden, bahkan konselor sendiri tidak ada yang mengantisipasi hal ini akan terjadi. Frost yang baru saja memulihkan energi setelah dikurung, juga sampai jatuh tersungkur akibat tamparan ini. Lelaki itu tampak shock dan untuk sementara tidak bisa merespon.


Fiona mengusap tangannya sendiri menggunakan tisu, berujar sinis "Keluarga Harrison tidak butuh tulang lunak yang tolol seperti ini. Jadi diam dan dengarkan perkataan gurumu, Frost Harrison."


Melihat Camila yang sedang berdiri bersama Aiden di ambang pintu, Frost benar-benar merasa terhina dan segera bangkit, lalu meneriakinya "Apa lihat-lihat?! Mau kucongkel matamu?!"


Aiden mengerutkan kening, melirik adiknya sendiri yang masih tampak tenang dan merasa lega. Dia melihat Fiona yang memakai setelan rapi dan mengangguk sedikit, menyapa "Selamat siang, Nona pertama Harrison."


Fiona membalas salam formalitas ini "Siang juga untukmu, Tuan pertama Blazemoche."


Aiden menghargai sopan santun wanita seusianya ini, bertanya sambil melirik Frost yang masih melotot "Kalau boleh saya tanyakan, ada apa ini?"


"Ada apa yang mana yang anda maksud saat ini? Kejadian barusan, atau perangai bocah ini?" Fiona balas bertanya.


Camila merespon dengan "Keduanya."


Fiona tersenyum penuh arti dan mulai menjelaskan garis besarnya "Saya meminta konselor untuk membacakan keputusan dari petinggi akademi lebih dulu, tapi anak ini tidak bisa menerima hasilnya. Sementara untuk perangai anak ini sendiri ... Mungkin itu karena keluarga Harrison terlalu memanjakannya. Bagaimanapun juga, anak ini adalah satu-satunya anak lelaki yang lahir dari keluarga utama."


"Patriarkal?" Aiden mengangkat sebelah alisnya saat menanyakan ini.

__ADS_1


Wanita itu mengangguk mengiyakan "Semacam itu."


"Jadi?" Seloroh Camila.


Fiona terkikik dan melambaikan tangannya, adik ipar ini menarik "Tenanglah, adik ipar. Akademi sudah memutuskan untuk menendang keluar bocah bermasalah ini,  membiarkan keluarga besar Harrison untuk menyelesaikannya sendiri."


"Aku tidak setuju!! Jelas-jelas aku korbannya!! Kenapa harus aku yang dikeluarkan?! Ini tidak adil!! Blazemoche pasti sudah menyuap sekolah!!" Frost berteriak setelah merapikan penampilannya, menarik kerah jas sang kakak.


Fiona menepis tangan ini dengan kening berkerut dalam, tidak senang "Apa kau dalam keadaan sadar saat mengatakan ini padaku, Frost? Tepat didepan gurumu?"


Frost kembali berteriak dan menunjuk konselor yang berada di balik meja "Dia hanya guru!! Apa pentingnya dia?! Lagipula, kenapa harus kau yang datang?! Mana ayah?!"


"Mustahil! Aku adalah anak kandungnya! Satu-satunya lelaki dari keluarga utama! Aku yang berhak mewarisi Harrison di masa depan! Hanya aku!!" Protesnya sambil menepuk dadanya dengan penuh kebanggaan.


"Kualifikasi apa yang kau punya untuk mengatakan ini di hadapanku, Frost? Kau hanya bisa terus menyeret hubungan darah, dan hanya itu yang bisa kau jadikan alasan. Pada akhirnya, kau hanya anak manja yang tidak bisa apa-apa" ejeknya.


"Bahkan aku yang bukan laki-laki, setidaknya sudah memiliki posisi tetap di perusahaan Harrison. Sedangkan kau?" Tantang Fiona.


"Aku masih muda! Kenapa juga aku harus berkumpul dengan para orangtua bawel itu?!" Bantah Frost.

__ADS_1


Fiona melirik seseorang yang mengamati ruang konseling sambil makan kuaci, lalu berkata "Sepupumu, Chester Harrison. Dia sudah menyumbangkan ide mengenai cabang perusahaan di bidang literatur saat dia masih seusiamu."


Frost tampaknya menyadari kehadiran Chester, mencibir keras "Gay sialan itu hanya berkoar tentang ide kemayu, bagaimana dia bisa dibandingkan denganku?!"


"Pria yang kau sebut gay itu sudah memiliki setidaknya lima belas properti atas namanya sendiri, berkat ide kemayu yang kau sebutkan tadi saat masih seusiamu. Sedangkan kau? Frost, kau hanya bisa mengandalkan uang saku bulanan dari patriark" balas Fiona.


"Aku adalah cucunya! Kenapa aku tidak bisa mengandalkan uang saku?! Itu hakku sebagai pewaris masa depan Harrison!!" Anak ini masih terus berteriak.


Fiona bahkan sampai tidak tau harus menjelaskan seperti apa lagi agar anak bodoh ini mengerti maksudnya "Aku sudah sering mengatakan ini padamu, Frost. Dalam bisnis dan perebutan hak waris, tidak ada yang namanya hubungan darah ataupun keluarga utama."


"Siapapun yang menang, dia yang berhak bicara" tukasnya.


Wanita itu mendekati Frost yang tidak bisa menjawab, menunjuknya "Sedangkan kau? Kau sudah tertinggal sepuluh langkah di belakang anak-anak haram ayah dan saudara kita yang lain."


"Kemampuan apa yang kau punya hingga bisa membuatmu menjadi besar kepala seperti ini? Bisnis? Farmasi? Literatur? Atletik? Seni? Teknologi? Sains? Bahasa? Musik?" Tantangnya lagi.


Melihat Frost yang menggertakkan gigi, dia terkekeh geli "Tidak satupun 'kan?"


Fiona melipat tangannya di depan dada, tidak kunjung berhenti bicara "Kau hanya bocah baru puber yang merasa hebat karena bisa menginjak temanmu menggunakan nama Harrison."

__ADS_1


"Karena itu menurutlah pada guru, tutup mulut, ikuti keputusan keluarga dan pergilah ke luar negeri dengan tenang. Jadilah berguna" finalnya, sambil menggenggam pergelangan tangan Frost dengan tatapan setajam pisau.


__ADS_2