Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Suara langkah kaki


__ADS_3

Orang-orang yang sejak awal diam karena ingin tau seperti apa 'Camila' menyelesaikan ini, lantas melongo begitu menyaksikan dua orang yang sedang berciuman di hadapan mereka. Aiden bahkan langsung merangsek maju untuk memisahkan mereka, tapi dia langsung dipegangi oleh Lance. Begitu dia akan meneriaki mereka berdua, mulutnya bahkan disumpal oleh Fiona menggunakan sapu tangan. Keduanya bekerjasama memegangi amarah Aiden sambil melihat tontonan.


Gabriel sendiri langsung merona dengan jantung yang berdetak cepat, tapi dia segera berpikir bahwa ini pasti hanya akal-akalan 'Camila' untuk mendapatkan apa yang ia mau. Bukan sekali dua kali, 'Camila' melakukan hal semacam ini padanya. Oleh karena itu Gabriel tidak terkejut saat wajah 'Camila' bahkan sama sekali tidak merona saat ciuman mereka terlepas, seolah dia memperlakukan ciuman mereka sama seperti berpegangan tangan antar sesama teman. Sama seperti sebelumnya.


Hanya saja, begitu ia memperhatikan 'Camila' matanya menangkap sesuatu yang menarik.


Wajah gadis ini mungkin tampak tenang seperti sebelumnya, tapi karena ketenangan Gabriel saat ini dan keinginan pria itu untuk lebih memperhatikannya. Dia tanpa sadar menemukan bahwa sepasang telinga 'Camila' sudah berwarna sangat merah, dan gadis ini tanpa sadar mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Gabriel yang memiliki beberapa gagasan didalam benaknya, lantas merona lebih parah dibandingkan sebelumnya dan memanggil "Camila, kau ...."


"Diam" tukas pihak lain, tidak mau membahas ini lagi dan melepaskan wajah Gabriel.


Gabriel berkedip bingung beberapa kali, sebelum akhirnya tersenyum sangat manis dan sekali lagi menarik 'Camila' ke arahnya.


Rambut hitamnya yang panjang dan rambut perak Gabriel saling tercampur dan membentuk ombak monokrom, saat kali ini Gabriel adalah pihak yang melayangkan ciuman kedua.


Pria itu memeluk pinggang ramping 'Camila' yang saat ini memiliki tinggi badan sebatas bahunya, dan mulai mendaratkan ciuman seringan bulu mulai dari sudut bibirnya hingga berhenti ditengah-tengah. Gabriel diam untuk beberapa saat dan memastikan bahwa dia tidak ditolak, baru kemudian mulai menyapukan lidah merahnya ke celah bibir pihak lain.


'Camila' membeku, jantungnya yang dia kendalikan mati-matian mulai berdentum dengan irama yang sama dengan pria yang  sedang mencicipi bibirnya dengan penuh perasaan.


Pelukan mereka begitu erat, mustahil Gabriel tidak bisa merasakan detak jantung 'Camila' yang disebabkan olehnya. Pria itu merasakan rasa manis yang teramat sangat saat ini, dan memegangi bagian belakang kepala 'Camila' dengan lembut sebelum mulai menjelajahi rongga mulutnya.


Lance, Fiona dan Aiden terkejut hingga pada tahap berubah menjadi batu saat menyaksikan ciuman mereka. Tidak ada satupun dari ketiganya yang berpikir bahwa Gabriel memiliki sisi seperti ini, bahkan bisa menekan 'Camila' tanpa harus bersusah payah. Terutama dalam sosoknya yang seolah ingin memakan 'Camila' saat ini juga, mereka bisa merasakan bahwa Gabriel masih akan mengendalikan diri dan tidak ingin memaksanya.


Gabriel merasakan remasan lembut di pinggangnya dan menghentikan ciuman sepihaknya, menatap wajah bersemu pihak lain dengan nafas yang sama tersengalnya. Pria berambut perak itu mengecup pipi 'Camila' sebelum berbisik "Lain kali balas ciumanku."


Gabriel tidak menuntut jawaban karena ia sudah tau apa yang gadis ini rasakan padanya.


Pria itu langsung memeluk 'Camila' erat-erat di dadanya, menghirup wangi rambutnya dan mengusap-usap sayang punggungnya.


'Camila' pada awalnya merasa sangat malu, tapi kemudian seluruh tubuhnya sekali lagi membeku. Dia mengintip wajah polos Gabriel dengan mata menyipit marah, lalu mulai berjuang untuk melepaskan diri. Dia tau Gabriel sangat menyukainya, tapi dia tidak tau bahwa ciuman saja sudah berhasil membuat tubuh pria ini bereaksi padanya!


"Jangan bergerak, maaf ... Tapi bisakah kita begini lebih lama? Aku tidak akan melakukan apapun" suaranya bahkan menjadi agak serak saat mengatakan ini.

__ADS_1


"Gabriel, kau ...." Ia bahkan tidak bisa menemukan kata-kata yang bisa mewakili situasi mereka saat ini.


"Maaf, aku hanya terlalu menyukaimu" kekeh Gabriel, sama sekali tidak merasa bersalah meski terus meminta maaf.


".... Binatang" Lance tidak tahan lagi dan akhirnya memaki Gabriel dengan lirih, wajahnya sudah semerah rambutnya.


Dia pria, tentu saja dia tau apa yang terjadi disana meski tidak bisa melihat apa-apa.


Fiona sendiri hanya mencibir dengan "Heh."


Meski keduanya sama-sama memaki Gabriel dalam benak mereka, tapi tidak ada satupun yang berani melepaskan Aiden. Kalau Aiden sampai bebas, maka pria itu pasti akan mendorong Gabriel dari balkon. Akan runyam kalau salah satu tokoh penting dari sudut pandang 'Camila' sampau tewas di situasi genting ini, mereka harus menahan pria ini setidaknya sampai dia bisa menahan diri dari berbuat anarkis.


Setelah situasi menjadi lebih kondusif, barulah keduanya melepas Aiden. Tapi Gabriel sendiri tampaknya masih betah memeluk gadisnya, dia bahkan memberikan tatapan setajam pisau pada Fiona.


Ditatap seperti itu dalam situasi ini, apa lagi yang bisa dia katakan selain "Aku mengerti. Aku akan bicara pada panatua Harrison untuk pemutusan pertunangan. Tapi sebagai gantinya, aku minta Wundervei menyerahkan salah satu cabang perusahaannya sebagai ganti rugi Camila, demikian pula Blazemoche."


Gabriel tersenyum sangat manis dan setuju tanpa ragu "Bukan masalah."


'Camila' sangat menyukai uang, jadi bagaimana mungkin dia setuju dengan mudah? Apalagi yang diminta Fiona tidak tanggung-tanggung dan langsung cabang perusahaan keluarganya, dia akan rugi besar!


Tawaran ini tidak terdengar buruk ...


Namun 'Camila' masih ingin menggigit bagian yang lebih besar, jadi dia berkata "Aku mau tambahan dua puluh kilo ambergris."


Dia sedang mengembangkan parfum akhir-akhir ini, oleh karena itu dia butuh banyak ambergris.                   


Gabriel terkekeh dan menguseli puncak kepalanya "Tentu."


Fiona tidak tahan lagi dan melemparkan salah satu bros berliannya tepat ke kepala Gabriel, membuat kepala pria berambut perak itu terlontar ke belakang dengan "Ah!"


"Bisa kita kembali ke fokus permasalahan sekarang?" Tanyanya, lalu menarik 'Camila' dari pelukan Gabriel yang masih menggelkat kesakitan.


"Kurasa sekarang kita hanya tinggal mencari tau siapa pasangan baru Arianna ini untuk menggantikan posisi Frost?" Dia kembali bertanya pada 'Camila' untuk memastikannya.

__ADS_1


Gadis itu mengangguk dan menjawab "Aku tau kalau ada setidaknya satu orang yang dekat dengan Arianna, dia adalah manajer di restoranku yang dihadiahkan oleh Aiden beberapa tahun lalu."


Gabriel memegangi dahinya yang sedikit robek sambil meringis, lalu ikut menyahut "Maksudmu Raymond Floyd? Aku mendengar Anna menceritakan pria itu beberapa kali, tapi bukankah semuanya sia-sia jika dia juga ikut 'tiada'?"


Aiden tampak berpikir sebelum ikut buka suara "Gabriel benar, kita tidak bisa melakukan apapun jika target barunya sudah tidaka ada seperti yang lain. Karena itu berarti kesadaran dunia yang disebutkan 'Camila' sebelumnya tidak mendukung perubahan ini."


"Kalaupun ada pilihan kedua, maka kita harus memilih setidaknya satu orang dari kita untuk menggantikan Frost. Yang pasti itu bukan aku, aku lurus" jelas 'Camila' sambil menatap wajah orang-orang ini satu persatu.


Gabriel jelas menolak dengan halus "Aku tidak bisa, yang aku suka selalu Camila dan aku juga hanya menganggap Anna sebagai saudari."


Fiona tampak mempertimbangkan ini sebelum akhirnya menggeleng "Aku memang bengkok, tapi aku baru menemui Arianna hari ini dan mustahil memiliki perasaan mendalam saat kesan pertama kami saja sudah hancur. Ditambah lagi aku masih Harrison, resikonya terlalu tinggi. Aku juga yakin bahwa Arianna ini lurus."


Wanita itu melayangkan tatapannya pada Aiden yang diam.


Aiden dengan enteng menjawab "Aku gay, aku juga sudah menikah. Mustahil."


"Tidakkah kau pikir drama meluruskan kaum pelangi dari sisi keluarga tunangan mantannya, terdengar sangat mendebarkan?" Ejek Fiona.


"Tutup mulutmu. Kau juga pelangi, brengsek" balas Aiden, sama sekali tidak menutupi rasa tidaj sukanya pada Fiona.


Satu-satunya yang tersisa adalah Lance.


Pria berambut merah itu tampak tidak nyaman ditatap seperti ini dan bertanya dengan bodoh "Aku?"


Semua orang mengangguk.


Lance menggaruk tengkuknya "Aku sudah bertunangan, hubunganku dan Anna bahkan tidak sedekat itu. Mustahil."


Semua orang lantas menjadi hening, memikirkan apakah mereka bisa mengecoh kesadaran dunia dengan berpura-pura menyukai Arianna. Tapi bukankah akhir bahagia itu tidak jauh-jauh dari pernikahan?


Semua orang disini sudah memiliki seseorang di samping mereka, mana mungkin mereka memiliki ruang ekstra untuk memperlakukan Arianna sebagai sosok yang paling istimewa hanya karena gadis itulah tokoh kuncinya?


Bukankah itu tidak adil untuk semua pihak?

__ADS_1


Dengan kebingungan yang membuat mereka nyaris kehilangan harapan, suasana menjadi sunyi kembali seperti sebelum mereka berkumpul disini. Tidak ada sapuan angin, gemerisik dedaunan, bahkan detik pada jam sekalipun itu hanya jam tangan. Semuanya sunyi.


Sampai mereka tiba-tiba mendengar ada suara langkah kaki lambat yang menaiki tangga, tampaknya hendak mendekati mereka.


__ADS_2