Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Fiona Harrison


__ADS_3

"Lihat pria muda yang rambutnya hitam itu? Yang agak pendek dan paling mencolok, itu adalah Lula Asherah" jemari Fiona yang dipenuhi cincin Chr*mert menunjuk seseorang yang sedang bernyanyi sekaligus menari di atas panggung, tepat dibawah mereka.


Camila melihat pria berambut hitam yang memiliki presensi paling kuat diatas panggung, dengan senyumnya yang menyilaukan. Dia memuji  "Cantik."


Fiona melirik jam tangannya dan menanggapi dengan suam-suam kuku "Mn. Bahkan lebih cantik dibandingkan selingkuhanmu, Gabriel Wundervei."


Nada bicara dan pemilihan katanya sangat tidak enak didengar, tapi faktanya memang seperti itu. Jadi Camila tidak menanggapi dengan sarkasme lain dan memilih untuk mengomentari pertunjukan di bawah "All-Rounder? Dia cukup pintar untuk menggali potensi dirinya, kebanyakan anak tidak resmi kudengar terjun ke dunia hiburan?"


Fiona melirik idol lain yang sedang berjuang diatas panggung, kecuali adik tirinya. Menjawab enteng "Memang. Hasil penyelidikanku juga menunjukkan bahwa di antara enam orang lain yang satu grub dengannya, setidaknya ada dua lagi yang senasib dengan dia. Itulah kenapa mereka lebih dekat dibandingkan dengan anggota yang lain."


"Kau cukup waspada juga, Fiona" kalimat ini jelas bukan sanjungan.


Camila menikmati lagu terakhir yang dibawakan oleh Lula Asherah malam ini, dan mengingatkan kembali "Ngomong-ngomong, seseorang akan meledakkan mobilmu malam ini."


Fiona meniup gemas wajah calon adik iparnya ini, merespon dengan enteng "Kau sudah mengatakannya semalam, sayang. Itu hanya anak haram ayah yang lain, tenang saja. Tidak akan ada yang mati hari ini."


Mendengar kata 'hari ini' membuat Camila merasa bahwa dia harus diberikan penjelasan yang lengkap "Jadi memang pernah ada yang mati?"


"Mereka ingin membunuhku, kenapa aku tidak boleh membunuh mereka?" Balasnya dengan enteng, seolah yang mereka bicarakan adalah karakter dalam video game dan bukan orang sungguhan.


"Masuk akal. Tapi bukan anak cantik ini 'kan dalangnya?" Dengan ini, dia menunjuk wajah sayu berkeringat milik Lula dari posisinya.


Tampaknya mereka sudah selesai membawakan lagu debut mereka, lalu memperkenalkan diri masing-masing secara singkat. Sebelum salah seorang staf mendesak mereka agar menyingkir dari panggung, supaya grup idol lain bisa memiliki waktu yang cukup untuk menunjukkan bakat mereka.

__ADS_1


Fiona kembali membalas enteng "Bukan. Jangan takut, sayang. Aku akan melindungimu."


Camila jelas sudah bosan melihat kakak tunangannya, lalu mendesak "Sepertinya mereka sudah selesai, mari pulang."


Fiona melihat ujung dress bodycon sepaha milik Camila yang agak terlipat, lalu dengan main-main menarik bagian itu agar kembali rapi  "Kau tidak ingin mampir dulu hari ini? Ibu mencarimu."


Camila menarik lembut pergelangan tangan Fiona dan balas memeluk lengannya dengan erat, berbisik "Sampaikan saja salamku padanya, aku akan menemuinya dua hari sebelum perjamuan."


Wanita itu mencubit bahu Camila "Buat itu jadi hari ketujuh sebelum perjamuan, untuk berjaga-jaga."


"Mn."


Nyonya Harrison sangat menyukai Camila Blazemoche, adalah normal bagi wanita terhormat itu untuk mengajaknya berkeliling dan menganalisis pasar saham hingga punggungnya kaku. Dan jika Camila sampai menolaknya, dia akan segera diterpa rumor tidak mengenakkan. Ini bisa mempengaruhi kelangsungan bisnis Blazemoche.


"Sudah selesai, Nona pertama dan Nona Blazemoche?" Suara seorang pria yang dia kenal sebagai Tiar, salah satu bawahan Fiona, terdengar samar dari balik pintu.


Akan tidak sopan jika sampai menanyakan alasannya, terlebih Fiona tidak memerintahkan hal yang melanggar hukum. Dia dengan sadar mengangguk meski Fiona hanya melihatnya sekilas, dan undur diri "Baik, nona pertama."


"Sayang, kudengar kau berencana membuat series lipstik baru dengan tema musim gugur?" Perhatian Fiona segera teralih kembali pada Camila, begitu menyadari ada begitu banyak kamera pengawasan di lobi.


Keduanya berjalan menuju lift tanpa ditemani satupun pengawal, mungkin memang ini rencana Fiona. Lagipula jika memang akan ada kejadian tertentu, dan pihak pengawal sampai tertangkap kamera pengawasan, mereka akan dihujat begitu polisi mengedarkan hasil penyelidikan kepada masyarakat.


Mereka bisa menghentikan itu dengan kekuatan uang, tentu saja. Tapi akan selalu ada satu dua orang yang sangat suka mengeruk habis privasi orang, jadi lebih baik tetap menahan diri agar tidak mencolok. Walaupun tumpukan cincin dan kalung berlian yang mereka pakai, sudah lebih dari cukup untuk membuat mereka menonjol di kerumunan.

__ADS_1


Namun Camila yang menangkap maksud terselubung Fiona, hanya menjawab tanpa ekspresi apapun "Aku tidak peka, Fiona."


Lift terbuka dan keduanya masuk tanpa masalah, sangat sedikit orang yang berada di lantai ini selain mereka. Misalnya sepasang pria kembar dari keluarga Huo yang masih asik mengamati idol disana, Puteri tunggal keluarga utama Rochelle dan dua anjing german sheperd-nya yang duduk diam, juga tim tari modern dari akademi Maverick yang berdiskusi.


Sadar bahwa ini tidak bisa membuatnya dapat sampel parfum gratis, Fiona tidak lagi mengungkitnya "Wah ... Kau sungguh tidak manis, sayangku."


Lift beroperasi dengan hanya ada mereka disana. Fiona tampak menghela nafas beberapa kali dan diam-diam meregangkan otot-ototnya, di titik buta kamera pengawasan. Sementara Camila berperan sebagai alibi yang mengajaknya bicara dengan gerakan mulut yang sangat kentara, mengenai saran perjamuan.


"Sudah sampai, jadi apa?" Tagih Camila begitu pintu lift terbuka.


"Mobilku bukan mobil biasa, sayang. Bisakah kau pura-pura merajuk padaku dan berlalu pergi? Aku akan melanjutkan skenario" jelas Fiona dengan tangan yang menggandeng adik iparnya, berjalan keluar dengan langkah lambat.


"Heh. Kalau aku sampai ditanyai oleh reporter tentang isi perdebatan kita, akan kuseret nama Frost yang sedang berselingkuh lagi sekarang" Camila membalas ini saat mereka baru keluar dua langkah.


"Bagus."


Camila mendorong keras bahu Fiona, menyebabkan pihak lain terhuyung mundur dua langkah. Pihak yang terdorong mundur jelas tersinggung, dia balas dengan mencengkeram kedua lengan Camila dan memojokkannya di samping pintu lift, tepat dibawah kamera pengawasan.


Gadis itu meronta keras hingga cengkeraman Fiona terlepas, tangan cantiknya terayun hendak melayangkan sebuah tamparan. Tapi Fiona sekali lagi menggenggam kedua pergelangan tangan Camila, wajahnya tampak sangat kesal seolah memaksanya untuk tenang.


Dengan gerakan yang tidak terlalu cepat ataupun lambat, Fiona menekan tombol kunci keamanan mobilnya. Wajahnya mendekati sisi wajah Camila untuk membisikkan suatu kata, membuat pihak lain langsung berhenti meronta.


Merasa sudah berhasil mengendalikan situasi, Fiona kembali menekan tombol lain untuk membuka pintu mobilnya dari jauh.

__ADS_1


Dan sebuah ledakan besar benar-benar terjadi.


Ledakan itu cukup besar, bahkan sampai menerbangkan dua mobil VVIP lain disana.


__ADS_2