Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Mencari rumah


__ADS_3

Sebagai anak orang kaya, tentu saja tempat yang dipilih oleh Camila sangat bagus. Hanya saja, harganya agak sedikit mahal.


Arianna bertanya pada teman lelaki barunya


"Lance, apa kau tau kisaran harga sewa bulanan di komunitas ini?"


Pihak lain melihat papan nama yang berjarak beberapa meter dari mobil yang mereka naiki, papan nama yang bertuliskan kata 'Boulevard'. Salah satu bisnis keluarga Blazemoche yang 'katanya' paling murah, dia mengingat-ingat sejenak akan informasi komunitas ini dalam kepalanya.


Namun dia menjawab


"Seingatku, perbulan adalah tiga juta."


Arianna "........"


Gabriel melirik sahabatnya yang tampak canggung dan memilih tutup mulut, membiarkan Arianna menyelesaikan ini sendiri.


Gadis itu menggaruk tengkuknya dengan canggung dan melirik malu Camila, menjawab lirih


"Aku tidak punya uang sebanyak itu."


Camila merogoh ponselnya untuk membuka aplikasi keuangan dan menatap Arianna


"Aku akan mengirimkannya, apa kau punya rekening?"


"Mana boleh kau melakukannya, itu 'kan uangmu."


"Kalau aku mengirimkannya padamu, itu akan menjadi uangmu."

__ADS_1


"Kau tidak boleh melakukan ini, Camila. Bagaimanapun juga itu uang yang diberikan oleh orangtuamu."


"Kata siapa?"


Arianna mendadak lupa bahwa Camila adalah seorang jenius, tapi dia tetap dengan tegas menjawab


"Aku tetap tidak akan menerimanya. Lagipula aku hanya akan menyewa kamar, bukan seisi rumah."


"Lalu bagaimana dengan makananmu?" Tanya Camila.


"Dan makanan kami?" Imbuh Lance.


"Jangan memalak Anna" Gabriel menegur keduanya.


"Memang lebih baik kau tinggal di kediaman Blazemoche saja" bisik Camila.


Gabriel, Lance dan Arianna sontak memekik


Camila terlonjak kaget, seumur hidupnya dia tidak pernah diteriaki seperti ini. Baik sebelum maupun sesudah transmigrasi. Mau tidak mau dia memiliki sedikit nostalgia akan selinting hidupnya waktu itu.


Dia dulunya adalah siswi SMA jenius yang dengan senang hati menyandang predikat si 5% teratas, dan banyak sekali yang iri dan membencinya. Mungkin kutukan demi kutukan orang-orang itulah yang membuatnya dimasukkan ke dunia ini.


Novel murahan antara badboy dan good girl, dari benci jadi cinta.


Camila tiba-tiba teringat sesuatu.


Dia jelas tidak mungkin membaca buku seperti ini, dia juga tidak memiliki teman ataupun kerabat yang sebaik itu sampai mau merekomendasikan buku untuk dia baca. Jadi kenapa?

__ADS_1


Waktu itu apa yang membuat Camila mau membacanya?


Terlebih, kenapa bisa ada buku seperti itu di kamarnya?


Pertanyaan ini sontak membuat kepalanya berdenging, dia sontak memejamkan matanya sekejap. berusaha menghilangkan pemikiran ini, bagaimanapun juga masih ada hukum kausalitas di dunia ini.


Camila Blazemoche hanyalah seorang penjahat.


Yang memiliki kemampuan ataupun berhak untuk mengubah takdir, adalah anak dunia itu sendiri. Yakni Arianna Mackenzie.


Arianna sendiri juga kaget, dia memang punya alasan sendiri karena tidak mau menyusahkan orang. Tapi bagaimana dengan dua orang ini?


Gabriel yang tidak mau Camila memalingkan sahabatnya dari jalan lurus, juga kaget mendengar penolakan Arianna. Jujur saja dia tidak menduga ini sama sekali, bagaimanapun juga Arianna sangat memprioritaskan Camila.


Sedangkan Lance, dia ikut kaget karena mendengar orang lain kaget. Padahal awalnya dia hanya ingin mendramatisir suasana dengan pekikannya, dia tidak menduga respon orang lain akan sama.


Semua orang terdiam canggung.


"Mn ... Maaf menyela, Tuan muda dan Nona sekalian" suara paman pengemudi adalah yang pertama kali terdengar.


"Kalau anda ingin menyewa kamar dengan harga murah, tapi fasilitas dan keamanan terjamin. Saya rasa saya bisa merekomendasikan suatu tempat" lanjutnya.


"Benarkah? Mari kita dengarkan dulu" Gabriel menyambut baik perkataan sopir keluarganya ini, dan mendengarkan dengan seksama.


Paman pengemudi yang mendapatkan tatapan penuh harap dari empat remaja ini, menjadi agak gugup. Tapi Tuan Mudanya sudah mempercayakan ini padanya, dia tidak boleh mengecewakan.


"Begini, istri dan anak saya juga tinggal di dekat sana. Tepatnya di perumahan sebelah rumah kos tersebut, jadi saya tau bahwa memang tempat itu cukup aman. Minusnya hanya tetangga yang agak usil dan tidak sopan" jelasnya.

__ADS_1


"Nama tempatnya adalah Chantara."


Mendengar nama tempat tersebut, kening Camila berkerut.


__ADS_2