Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Kakak


__ADS_3

"Camila, aku melihat seorang wanita keluar dari sini barusan. Siapa dia?" Lance menenteng tas Camila sambil menanyakan hal ini, terkejut melihat wanita canggih seperti itu datang ke akademi mereka


Camila yang sedang memakan bubur hingga tandas, hanya menjawab "Kakak Frost, Fiona Harrison."


"Hah? Mau apa dia kemari? Menyuapmu?" Lance bertanya kembali sambil menyerahkan tas ini pada si empunya, lalu duduk di samping dan menuang teh barley Arianna untuk dirinya sendiri.


Camila menjawab sambil beres-beres "Ya. Agar aku tidak putus dengan adiknya."


Pada saat inilah Arianna masuk sambil membawa segelas air madu hangat dari kafetaria, bertanya "Keluarga Harrison memangnya sangat tidak tau malu seperti ini?"


Camila menerima gelas tersebut dan meneguknya sedikit, sangat hangat "Mereka bisa menjadi lebih tidak tau malu dari yang kau kira, Arianna."


"Ini kesepakatan. Dia juga memberiku hadiah yang sangat cantik" dia menambahkan begitu selesai menyesap sekali lagi.


Lance menunjuk sinis paper bag yang diam sejak tadi, menyalahkannya "Apa? Paper bag itu? Paling juga cuma barang branded atau perhiasan, aku juga bisa memberikan itu untukmu."


Camila menggeleng sambil meletakkan gelas tersebut ke atas meja, beralih mengecek isi didalam paper bag "Dia tidak hanya memberiku perhiasan, tapi juga saham."


"Apa?! Berapa persen?!" Lance sangat terkejut, bagaimana bisa anggota keluarga Harrison bersikap sangat murah hari?


"Dua belas persen, angka yang cantik bukan?" Gadis itu tersenyum cantik dengan kedua lengan yang memeluk paper bag.


"Gila! Lalu apa yang dia minta?" Lelaki merah itu takjub akan pa yang barusan didengarnya.


Camila menjawab enteng "Dia mau aku menjadi racun dan merusak Frost pelan-pelan secara permanen."

__ADS_1


"Dia .... Kakak tiri ya?" Arianna menanyakan ini karena tidak habis pikir.


Bagaimanapun juga, tidak ada sesosok wanita dalam keluarga Harrison di kehidupan pertamanya.


Camila merespon dengan gelengan "Tidak. Dia kakak kandungnya, wanita yang sangat ambisius dan cantik. Keren, aku cukup menyukainya."


"Keluarga kaya memangnya selalu seperti ini?" Arianna adalah pihak yang bertanya kali ini.


"Iya. Semuanya, bahkan aku dan Aiden mungkin akan saling mencakar satu sama lain tujuh tahun dari sekarang" jawab Camila.


"Kalau sampai itu terjadi, aku akan ada di pihakmu!" Lance berseru sambil membusungkan dada dengan bangga.


Melihat tampilannya yang seperti ini, Camila hanya bisa mendengus "Huh. Singkirkan dulu anak haram ayahmu dari daftar, Lance. Barulah kau bisa mengatakan itu padaku."


".... Kau tidak ke ruang konseling?" Lance mengalihkan pembicaraan.


Lance mengangguk "Sudah sampai."


Dia sontak berdiri dan menepuk-nepuk roknya "Kalau begitu aku pergi, kalian lebih baik tidak menungguku."


"Kami akan menunggumu. Ayo kencan bertiga" Lance sekali lagi mengatakan sesuatu yang konyol.


"Pemilihan kata-katamu itu agak ..." Jelas Arianna menjadi tidak nyaman.


"Ayo ke ruang konseling" ajaknya kemudian, mereka lantas berjalan beriringan ke ruang konseling di gedung para pengajar sebelum berpamitan.

__ADS_1


"Sampai jumpa nanti, Camila" Arianna melambaikan tangannya dan menarik pergi Lance, mereka tidak boleh ikut campur dalam proses ini.


Saat inilah terdengar suara seorang pria muda yang sangat tidak asing "Camila, kau tidak apa-apa?"


Dia menoleh hanya untuk mendapati kakaknya juga membawa seseorang yang tidak diundang


"Kenapa Chester juga ada disini?"


Aiden menepuk pundak pria muda di sebelahnya "Dia bilang ingin melihat keributan. Lagipula, dia itu te-"


"Katakan dia temanmu lagi, akan kusumpahi kalian selamanya hanya bisa menjadi teman" Camila memotong perkataan si kakak dengan menyumpahi mereka.


Keduanya segera membisu. Adik kecil ini sangat galak.


"Mau masuk sekarang?" Aiden berdehem.


Chester memilih kursi terdekat untuk dia duduki "Aku akan menunggu di sini sambil makan kuaci."


"Apa kau sudah membawa cukup makanan? Tidak bisakah kau ikut masuk bersama kami?" Aiden mengkhawatirkannya.


"Aku tidak diundang. Daripada menjadi sasaran kritik akibat ketidaksopananku, lebih baik duduk tampan disini saja" jelas Chester sambil menyamankan posisi di kursi.


"Kak, ayo masuk" Camila menarik pria itu bersamanya.


Keduanya mengetuk pintu ruang konseling sebanyak tiga kali, lalu menunggu selama lima detik sebelum membukanya.

__ADS_1


Dan langsung disuguhi dengan pemandangan Fiona yang menampar wajah Frost.


__ADS_2