Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Male lead baru?


__ADS_3

Aiden yang semula mengambil ancang-ancang bersama Gabriel untuk menendang jatuh siapapun itu, terkejut mendapati sesosok pria yang sangat mereka kenal. Salah satu pelayan dari restoran keluarga Blazemoche, yang selalu diam dan bisa melakukan segala hal yang berkaitan dengan pekerjaannya.


Pria yang barusan mereka duga sudah tiada seperti orang-orang lain, kini berdiri di hadapan mereka dengan penampilan yang cukup memicu trauma.


Bagaimana tidak?


Raymond yang jelas masih memiliki fitur lengkap sebagai manusia, kini sepenuhnya kehilangan warna seperti orang lain. Sosoknya hanya terisi oleh warna hitam, putih, dan abu-abu yang menyedihkan. Tapi matanya jelas menunjukkan keinginan kuat untuk bertahan hidup, dan mengakhiri ini semua dengan segera.


"Dimana ... Anna?" Tanyanya dengan suara yang mengerikan. Seolah seseorang sudah menguburnya hidup-hidup untuk beberapa tahun lamanya, sebelum melepas dan mengeluarkannya dari sana sebagai mayat hidup yang baru bisa menggunakan pita suara.


Setetes keringat dingin meluncur turun dari pelipis Fiona, dia merasakan bahwa ada yang aneh dari pria ini. Tapi dia masih bisa mengendalikan diri dan dengan acuh menunjuk Arianna yang masih tak sadarkan diri dengan darah yang nyaris memenuhi lantai, tercampur bersama darah Frost.


Dengan langkah kaku seolah tubuhnya sudah terendam semen, Raymond berjalan mendekati keduanya. Tubuhnya yang berwarna hitam dan putih, pelan-pelan juga mengembalikan warnanya seolah sudah dicat kembali. Matanya yang semula tampak kabur juga lambat laun kembali mendapatkan fokusnya.


Mulutnya terbuka dan tertutup untuk beberapa kali, terus memanggil "Anna ..."


Gabriel yang memang merasa agak emosional setelah menerima pengakuan sekaligus ciuman 'Camila' sebelumnya, bergeser sedikit demi sedikit ke arah gadis yang tampak cemas itu. Dia dengan lembut menggenggam tangan pihak lain, yang dibalas tanpa membutuhkan banyak waktu. Fiona dan Aiden yang secara kebetulan bertemu pandang satu sama lain, sama-sama mengerutkan kening dengan jijik dan membuang pandangan ke arah sebaliknya.


Lance menatap orang-orang di sekelilingnya untuk mendapatkan kenyamanan secara emosional, karena merasa bahwa dua orang itu akan menyuguhkan adegan cinta yang sangat mengharukan. Tapi sayang sekali orang-orang yang bersamanya saat ini cukup istimewa, membuatnya mengurungkan niat untuk mencari kenyamanan.


'Camila' sudah bergandengan tangan dengan Gabriel, skip.


Aiden itu pelangi dan dia takut padanya, skip.


Sementara Fiona ... Wanita itu tadi sudah mengancamnya menggunakan senjata, kenyamanan emosional macam apa yang bisa dia dapatkan dari orang semacam itu setelah kejadian itu?


Dia akhirnya hanya bisa cemberut di sudut.


Lima orang itu menyaksikan Raymond yang berjalan terhuyung-huyung, sebelum akhirnya berhenti tepat di sebelah Arianna. Dengan momentum yang kuat, dia menjatuhkan dirinya dengan cara yang cukup dramatis disana. Semua orang melihat Raymond mulai membuka mulutnya dengan gugup, sama-sama mengantisipasi apa yang akan dikatakan pertama kali oleh pria yang kemungkinan besar akan menggantikan Frost sebagai male lead.

__ADS_1


Arianna memiliki kehidupan yang tragis seperti Cinderella, apakah Raymond akan menjadi pangeran yang menyelamatkannya dari penderitaan itu?


Atau apakah pria itu akan mengambil langkah ekstrim seperti Romeo dan menyusul Arianna yang sudah tiada?


"Anna ..." panggilnya sekali lagi, suaranya sudah kembali normal seperti manusia begitu ujung jarinya memegang lembut lengan atas Arianna.


Semua orang menahan nafas mereka.


Namun bukan adegan mengharukan dan penuh cinta yang mereka dapatkan, melainkan justru adegan Raymond yang menarik keras hidung Arianna dan menggerakkannya ke kanan dan ke kiri seolah memiliki dendam padanya. Pria itu lantas juga mendudukkan tubuh lemas dan tak sadarkan diri Arianna, yang selanjutnya dia guncang ke depan dan ke belakang dengan galak.


Ekspetasi semua orang akan kisah cinta yang manis sontak hancur berantakan di tempat.


Raymond berujar dengan keras "Bangun, bangun kau! Cewek sialan, dulu aku mati karenamu dan sekarang kau bahkan masih ingin menyeretku untuk mati bersamamu? Kau pikir siapa dirimu? Tokoh utama novel atau semacamnya?"


'Camila' yang tau nyaris segalanya hanya bisa berkeringat dingin dan diam-diam membatin, kalian memang tokoh dalam novel.


Namun meski kata-kata yang diucapkannya cukup kasar, ada kekhawatiran yang sangat kental di kedua matanya. 'Camila' mau tak mau teringat pada seseorang saat melihat pria ini.


Apakah ini perasaannya saja, atau apakah Raymond Floyd ini memiliki sedikit kemiripan dengan karakter Frost Harrison di novel asli?


Keduanya sama-sama mengucapkan kata-kata menyakitkan untuk mendapatkan perhatian, memiliki penampilan yang cukup mengintimidasi tapi juga memancarkan aura bahwa seseorang akan merasa dilindungi.


Hanya saja dibandingkan dengan Frost, Raymond tampak jauh lebih bisa diandalkan. Apakah ini karena Frost masih muda, sementara Raymond sudah terhitung cukup dewasa? Oleh karena itu dia tampak lebih cocok berada di samping Arianna, membuat pasangan yang tenang dan rendah hati.


Namun apa maksudnya Arianna menjadi penyebab Raymond tiada? Apakah pria itu juga mengulang waktu seperti Arianna?


Kalaupun iya, kenapa Arianna bisa menjadi penyebab kematiannya? Bukankah tidak ada satupun karakter bernama Raymond Floyd di novel asli? Arianna juga tidak pernah menyebutkan nama Raymond Floyd di hadapannya.


Apakah ini ada kaitannya dengan bunuh diri Arianna di kehidupan pertama? Kalau begitu ... Bukankah mustahil kesadaran dunia akan mengirim pria ini bersama Arianna tanpa alasan?

__ADS_1


Dunia sebelumnya runtuh begitu Arianna tiada, menunjukkan betapa kesadaran dunia sangat menyayangi protagonis wanita. Mungkinkah kesadaran dunia tidak ingin Arianna menderita untuk yang kedua kalinya, lalu mengirim Raymond Floyd untuk membahagiakannya?


Bukankah ini berarti hipotesisnya benar dan rencana mereka akan berjalan lancar?


Dengan wajah rumit, 'Camila' memanggil pria itu "Raymond."


Pria berkulit gelap tersebut menghentikan gerakannya mengguncang Arianna, lalu menatap bosnya dengan pandangan bertanya.


'Camila' bertanya "Apakah kau mau mencoba memberikan nafas buatan padanya?"


Ekspresi pria itu langsung berubah menjadi kosong, seolah dia baru saja mendengar sebuah lelucon dan membalas dengan "Kenapa harus?"


'Camila' dengan pintar memilih kata-katanya "Arianna sudah cukup lama tidak sadarkan diri, dia juga tidak merespon semua ucapan kami. Saat kami mengeceknya sebelum kau naik kemari, kami bahkan kesulitan mendeteksi denyut nadinya. Bukankah sudah seharusnya memberikan nafas buatan?"


Raymond mengernyit, tapi dia merasa bahwa perkataan orang itu ada benarnya. Hanya saja tatapannya menjadi aneh saat kembali menatap kedekatan 'Camila' bertubuh baru dengan Gabriel, membuatnya secara refleks bertanya "Kau siapa?"


'Camila' langsung facepalm, tapi masih menjawab "Akan kujelaskan nanti, untuk sekarang bisakah setidaknya kau memgutamakan untuk menyelamatkan Arianna?"


Dia sekali lagi merasa bahwa perkataan gadis ini ada benarnya, oleh karena itu dia dengan sigap membuka dua kancing seragam Arianna dan berkata "Aku hanya melakukan pertolongan pertama padanya, jangan sampai aku mendengar kalian sampai mengataiku melecehkannya."


Fiona menjawab dengan tidak sabar, pria ini terlalu lambat "Yakinlah, tidak akan."


Mendapatkan respon positif, Raymond mulai mendekatkan wajahnya setelah memegangi dagu serta hidung Arianna.


Saat bibir keduanya nyaris menempel, Semua orang disana selain 'Camila' dan Gabriel lantas mengalami mimisan hebat.


Disusul oleh suara yang terputus secara paksa didalam kepala mereka.


Waktu kembali berjalan, dan dunia sekali lagi mendapatkan warnanya.

__ADS_1


__ADS_2