Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Protagonis wanita


__ADS_3

Baik Camila maupun Miss Alea sama-sama kebingungan akan hal ini, tapi mereka jelas hanya bisa menunggu pihak lain sadar dari pingsannya dan menjelaskan kronologi kejadian pada keduanya.


Karena kesadaran dunia benar-benar mengerikan, maka secara kebetulan di sekolah elit ini masih ada saja beberapa sudut yang tidak dipasangi kamera pengawas. Dan disanalah bullying yang diterima Arianna selalu terjadi, tanpa diketahui oleh siapapun.


Untuk kesekian kali, Camila mengutuk dalam hati.


"Arianna!"


Pekikan Miss Alea menyadarkan lamunan Camila, dia segera mendekati Arianna yang baru saja membuka matanya untuk beberapa saat. Sebelum si protagonis wanita akhirnya menutupi kedua matanya menggunakan telapak tangan, lalu menangis tanpa suara.


Gadis kecil ini menangis dengan sangat menyedihkan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, seolah dia sudah mengalami rasa sakit teramat sangat dan dunianya sudah berakhir.


Dua orang lain sontak kebingungan. Terutama Camila.


Beberapa waktu lalu memang ada kejadian besar dimana Arianna memutuskan hubungan dengan orangtuanya, lalu disusul drama mencari tempat tinggal, dan bullying yang gadis ini alami selama beberapa hari.


Setahunya, betapapun menyakitkan. Arianna tidak akan semudah itu menangis didepan orang banyak, karena dia adalah anak dunia.


Arianna adalah protagonis wanita.


Merasa bahwa Arianna akan lebih nyaman bersamanya, Camila adalah pihak pertama yang mendekati pihak lain untuk bertanya


"Arianna, kau baik-baik saja?"


Tubuh Arianna yang sedang terbaring, sontak tersentak begitu mendengar pertanyaan itu.


Atau lebih tepatnya, suara itu.


"Arianna?" Panggil Camila.

__ADS_1


Namun gadis itu hanya terus menangis dan mengintip lingkungan sekitar beberapa kali, sebelum bangkit dari kasur dan bersujud di kaki Camila.


Hal ini sontak membuat semua orang terkejut.


"Arianna?! Ada apa ini?! Bangun!!" Camila meninggikan suaranya, tidak nyaman akan tindak tanduk anak ini sejak tadi.


"Maaf ..."


Arianna terus bersujud di kaki Camila, dengan wajah berurai air mata terus mengatakan bahwa dia meminta maaf.


Camila jelas merasa sangat aneh akan hal ini, dia tidak merasa ada sesuatu yang sangat mengguncang jiwa terjadi di antara mereka. Jadi dia menarik Arianna dengan lembut agar bangkit dari posisinya, tapi gadis itu tetap bersikukuh di tempatnya.


Miss Alea yang baru saja pulih dari keterkejutan, mau tidak mau merasa harus menyelesaikan masalah ini mengingat identitasnya sebagai guru. Jadi dia membantu Camila untuk menarik Arianna, meski harus dengan menggunakan sedikit paksaan.


"Arianna, sadarlah! Ada apa ini?!" Tegur Miss Alea.


Tapi pihak lain hanya terus menundukkan kepala sambil menangis


Yang terus menerus disebut namanya, akhirnya tidak tahan lagi dan mencengkeram kedua pundak Arianna. Camila mengguncang tubuh pihak lain dan berteriak


"Arianna, cukup!!"


Suara ini tidak hanya membungkam Arianna, tapi juga setiap orang disana bahkan para siswa yang lewat didepan ruang kesehatan. Bagaimanapun juga, Camila Blazemoche terkenal karena identik dengan julukan jenius yang anggun.


Mereka juga tau bahwa Arianna pernah mencoba merayu tunangan Camila, apakah ini berarti perbuatan busuk si jelata sudah terekspos dan Camila tidak tahan lagi dengannya?


Tontonan yang menarik.


Camila melihat Arianna yang tampak menggila dengan sorot mata yang jauh berbeda, tak lagi lembut dan naif. Melainkan memancarkan aura dewasa yang aneh, dan terasa kental seolah aura protagonisnya sudah dilipatgandakan.

__ADS_1


Merasa bahwa kedatangan dan pertemanan mereka sendiri sudah cukup untuk membawa efek kupu-kupu, Camila menarik Arianna tanpa bicara ke arah toilet klinik sekolah.


Lalu mengunci pintunya.


Para guru jelas tidak menduga arah perkembangan ini, tapi mereka tau bahwa Camila bukanlah orang tak beradab yang bisa melakukan bullying seenaknya. Jadi mereka memilih diam dan mengusir para siswa yang mengintip dari jendela dan pintu.


Lagipula sekalipun Camila membully Arianna, itu bukan urusan mereka.


Didalam kamar mandi, Camila bersandar di pintu sambil menyilangkan kedua tangannya


"Jadi? Kau siapa?"


"....."


Merasa bahwa pihak lain terlalu terkejut untuk menjawab, Camila memberi detail pada pertanyaannya


"Arianna yang aku kenal, atau Arianna yang 'aku' tau?"


Mendengar ini, kedua mata Arianna membola terkejut. Dia mendekat dengan antusias


"Camila, jadi kau juga-"


"Kau dilahirkan kembali?" Camila bertanya dengan dingin.


Terkejut, Arianna refleks mengangguk. Sebelum dengan lambat menggelengkan kepala.


"Jadi?" Jelas, dia menuntut sebuah penjelasan.


Arianna membuka dan menutup mulutnya, sebelum mengumpulkan keberanian untuk mengucapkan

__ADS_1


"Ini ... Penggabungan jiwa."


__ADS_2