Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Pembuat masalah


__ADS_3

Kerumunan yang mendengar seruan keras tersebut, langsung fokus pada apa yang menjadi masalah. Ada seorang pria paruh baya yang jatuh dan tampak marah di jalan, lalu sepasang remaja yang menatap orang itu dalam diam tanpa berniat memberikan bantuan.


Orang sekitar otomatis membuat asumsi 'anak jaman sekarang' dengan mata tidak suka, tapi tidak berusaha menengahi.


Gabriel terbiasa dikelilingi orang baik atau munafik, oleh karena itu dia bingung begitu bertemu dengan manusia selancang ini tanpa perlu repot membuat pencitraan.


"Paman ini ... Maaf, tapi jelas-jelas anda yang menabrak saya lebih dahulu" dia berusaha membujuk dengan sopan, meski hatinya terus merutuk akan betapa gilanya manusia. Gabriel secara sopan mengulurkan tangan untuk membantu,meski tidak mau.


Pria tua itu langsung menampar tangan Gabriel yang terulur padanya "B*ngsat, beraninya berbohong didepan begitu banyak saksi?! Jelas kau yang mendorongku duluan agar bisa lewat dengan pacarmu!! Aku tidak mengenalmu, kenapa juga aku harus melakukan ini padamu, bocah?!"

__ADS_1


"Kau pasti meremehkanku karena miskin, 'kan?! Kau pasti menganggapku mudah ditindas karena hukum tidak pernah memihak kalangan bawah! Dasar antek kapitalis!!" Dia terus berteriak-teriak tanpa henti, melontarkan ungkapan penuh warna yang memicu pemikiran orang yang menonton.


Satu orang adalah pria bersih yang ampak berpendidikan, sedang bergandengan tangan dengan pacarnya. Sementara satu orang lagi pernah terjerat kasus n*rkoba.


Jelas orang akan mulai merasa bingung akan siapa yang benar.


Gabriel masih mempertahankan senyum sopannya, sementara Camila mendengus sembari memalingkan muka. Dia menyikut Gabriel agar cepat menyelesaikan masalah ini "Ayah Arianna bukan? Lakukan sesuatu."


Gabriel menepuk pelan debu yang ada di pundak ayah sahabatnya, tanpa menggunakan kekuatan ekstra tapi dengan senyumnya yang sangat mengganggu "Melihat dari tindakan anda barusan, saya rasa jelas yang anda incar bukanlah pemukulan apalagi permintaan maaf. Melainkan kompensasi atas cedera yang tidak disengaja."

__ADS_1


"Saya tidak mendorong anda, dan kita bisa melihat rekaman kamera pengawasan jika anda masih bersikeras memfitnah saya. Keputusan ada di tangan anda. Selesaikan dengan damai dan hiduplah dengan lurus, atau mendekam di sel karena kasus pencemaran nama baik?" Tawarnya, sedikit menyombongkan diri agar dia tidak dianggap lunak hanya karena suka tersenyum. Bagaimanapun juga dia memang sering mendapat masalah akibat penampilan luarnya.


Senjata Camila mungkin adalah ketajaman pikiran dan wajah menariknya.


Sedangkan senjata Gabriel adalah senyuman, yang mana membuat siapapun yang membencinya tidak akan berani langsung memukulnya begitu saja. Karena sangat sulit untuk memukul wajah yang tersenyum.


Dan berkat senyum inilah dia sering mendapatkan masalah dan beberapa kehilangan kecil di sekolah, selama SMA. Seolah jawaban 'tidak apa' yang dia ucapkan saat tersenyum, benar-benar sungguh berarti 'tidak apa'.


Masih dengan senyum, dia bicara dengan nada yang sopan namun terdengar sangat tidak menyenangkan "Dan soal anda tidak mengenal saya ... Bukankah Anna sering bermain bersama saya sewaktu kecil? Kenapa anda berpura-pura tidak mengenal teman Puteri anda sendiri? Oh, maaf! Maksud saya ... Anak yang sudah anda buang dan coret dari kartu keluarga."

__ADS_1


"Benar bukan, Orner Mackenzie?" Tekannya.


__ADS_2