Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Adegan klise kantin


__ADS_3

"Berisik."


"Aku 'kan belum bilang apa-apa?" Keluh pihak lain


"Tapi wajahmu saja sudah terlihat berisik."


Arianna meringis melihat Lance yang tidak diizinkan untuk bergabung dengan meja mereka, Camila terkadang memang tanpa ampun pada orang lain. Tapi itulah yang membuat Arianna kagum padanya, karena teman barunya ini begitu kuat dan serba bisa!


Dia bisa dengan tegas menolak jika tidak mau, dan tidak akan ada seorangpun yang mampu memaksanya, sangat berbeda dengan Arianna.


Jujur saja Arianna pernah mencoba menguatkan dirinya dan menolak tegas Frost seperti cara Camila, tapi selalu saja seolah ada sesuatu yang menusuk dadanya dan membuatnya meneteskan air mata.


Seolah Tuhan tidak mengizinkan dia menolak Frost.


Tentu saja mereka harus tahan mendapati tatapan kecut dari seisi sekolah saat jam makan siang, mulai dari hari sejak Camila mengajaknya makan bersama. Dimana Arianna akan memberikan Camila bekalnya, dan Camila akan memberikan makanan kantin padanya. Ini sudah terjadi selama berminggu-minggu, tentu saja Gabriel ikut serta.


Sekalipun sahabatnya itu selalu tampak agak was-was.


Camila agaknya sudah terbiasa pada gelagat aneh Gabriel dan tidak ambil pusing, hanya saja dia agak risih dengan tatapan beberapa orang yang sepertinya ingin mencari perkara.


Bagaimanapun juga, Arianna adalah protagonis dari novel murahan antara badboy dan good girl. Jadi pasti akan selalu ada kerumunan yang ingin mencari gara-gara dengannya, yang berhasil menarik perhatian Frost.


"Wah ... Wah ... Apa ini?" Seorang gadis berambut hitam sepunggung, berjalan mendekati meja mereka sambil berkacak pinggang.


"Arianna Mackenzie, apa kau sudah tidak waras?" Cibirnya.

__ADS_1


Arianna yang sudah menduga akan terjadi hal seperti ini, tentu saja memilih diam. Dia akan semakin dihina jika melawan, jadi lebih baik biarkan saja orang ini mengatakan apapun yang dia suka, nantinya juga pasti akan bosan sendiri.


Camila, Gabriel dan Lance juga diam dan fokus pada makanan mereka. Tidak mau meladeni orang tidak penting, tapi Gabriel akan melirik khawatir Arianna dari waktu ke waktu.


"Hei, aku bicara denganmu! Tuli ya?! Apa kemiskinan sudah membuat otakmu tertutup lumpur?! Mana sopan santunmu?!" Bentaknya.


"Scarlett, tolong ... Kita sedang berada di kafetaria" cicit Arianna, tidak lagi memiliki selera makan.


"Memangnya kenapa? Toh semua orang juga tau betapa tak tau malunya dirimu, pelakor!" Tatapannya benar-benar menghina.


Wajah Arianna tampak memerah karena marah, dia sudah muak difitnah dengan julukan yang sangat merendahkan seperti ini. Tapi dia tau bahwa tidak boleh mengatakan apapun saat sedang marah, jadi dia menahan diri mati-matian dan menyanggah


"Scarlett, aku tidak tau apa alasanmu menuduhku seperti ini. Tapi aku sudah mengatakannya berkali-kali, bahwa aku tidak memiliki hubungan ataupun menyukai Frost Harrison. Tidak sedikitpun."


"Kau kira aku percaya? Manusia manapun tentu saja bisa berbohong, sementara sudah jelas bahwa kau selalu menguntit Frost dan muncul dengan menyedihkan untuk menggodanya!" Dia mengibaskan rambutnya dengan arogan, lalu pandangannya jatuh pada Camila.


Scarlett menuding wajah Arianna sambil berkata dengan nada menasehati


"Camila, tidakkah kau tau betapa murah dan mencurigakannya bahan yang digunakan dalam bekal itu? Pernahkah kau dengar bahwa orang-orang seperti Arianna cenderung akan tetap memasak sayuran layu yang penuh pestisida? Dia bahkan memberikannya padamu, apakah dia ingin membunuhmu?"


Kali ini Lance menjadi orang yang pertama kali berkicau


"Scarlett, bisakah kau berhenti? Itu pilihan Camila, dia lebih dari sekedar sadar akan apa yang dia lakukan dan apa yang dia makan."


Gabriel memberi gadis itu senyum menenangkan

__ADS_1


"Bisakah aku bertanya, kenapa nona ini memiliki kesimpulan bahwa Arianna adalah pihak yang menjadi akar dari rumor jelek itu?"


"Sudah jelas 'kan? Dia miskin, tentu saja dia ingin secepatnya memanjat ranjang seorang Tuan muda untuk menaikkan statusnya. Apa yang didapatkan Frost dari anak seperti ini? Sudah ada Camila Blazemoche yang begitu sempurna di sisinya" dia menjelaskan dengan jijik.


Arianna menghela nafas panjang dan berujar


"Scarlett, aku tau kau tidak akan pernah mau mendengarkan apapun yang kukatakan. Tapi aku akan tetap mengatakannya, aku tidak menyukai Frost Harrison."


"Alasan klise! Padahal kau pasti-"


"Scarlett, maaf menyela" potong Camila.


Perhatian gadis itu segera teralih pada Camila


"Apa?"


"Sejak pertama kali kau membuka mulutmu, aku mendapatkan beberapa hal yang menarik. Kau terdengar seolah membelaku, padahal kenyataannya tidak seperti itu" dia membersihkan bibirnya dan menatap lekat pihak lain yang tampak gugup.


"Katakan. Apa yang Frost Harrison janjikan padamu?" Tanyanya.


Scarlett tersentak


"Hah?! Apa-apaan ini?! Apa kau menuduhku?! Jelas-jelas aku mencoba membelamu!"


Camila tersenyum kecil, manik ungu gelap miliknya berkilat dingin

__ADS_1


"Tapi kenapa di telingaku kau terdengar seperti pacar yang cemburu pada gadis lain, dan bukan seorang teman yang menegur pihak ketiga?"


__ADS_2