Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Keputusan


__ADS_3

"Selamat pagi, bolehkah saya masuk?" Tanya beliau, si guru kedisiplinan dari luar pintu.


Dokter Dwyn adalah pihak yang menjawab kesopanan tersebut, dia melangkah tergesa menuju pintu dan membukanya dengan senyum sopan "Silahkan masuk, Pak Lana. Maaf karena saya kurang sopan."


Pria itu melambaikan tangannya dengan gerakan lambat, menolak "Tidak apa-apa, sudah tugas saya sebagai Guru kedisiplinan. Jadi bagaimana keadaannya?"


Dokter Dwyn tidak lagi memaksa, dan secara otomatis menjelaskan kondisi siswa yang membuat pria ini datang kemari. Dia juga mempersilahkan pihak lain agar melihat sendiri "Gabriel memiliki luka yang lebih parah, oleh karena itu saya rasa dia mungkin baru sadar sepuluh menit lagi."


Pak Lana menatap Gabriel yang berada dibalik tirai bersama beberapa orang, lalu menatap ke arah lain "Begitu? Kalau yang satunya lagi?"


Dokter Dwyn bahkan tidak mau repot-repot meminta beliau untuk melihat, hanya mengatakan "Lukanya memang parah, tapi setidaknya tidak separah Gabriel. Sebentar lagi dia juga akan siuman."


Pak Lana menepuk pundak orang ini "Kerja bagus, pasti sulit untukmu."


Dokter Dwyn mengulas senyum sopan menerima penyemangat kecil ini "Tidak, pak. Terimakasih juga atas kerja keras anda."


Begitu dia berjalan mendekat ke kasur Gabriel untuk memastikan keadaan, dia membuat pertanyaan retoris lebih dulu


"Kenapa kalian belum masuk kelas?"

__ADS_1


Arianna menjawab dengan yakin "Gabriel teman kami, pak."


"Bukan berarti ini bisa menjadi alasan bagi kalian untuk bolos kelas belajar mandiri di pagi hari, segera kembali ke kelas" tegurnya, bagaimanapun beliau adalah guru kedisiplinan.


Lance adlah yang membalas kali ini "Inginnya sih begitu, pak. Tapi kami merasa tidak aman meninggalkan Gabriel sendirian bersama anak itu."


Melihat tiga siswa bermasalah tadi sudah mengerumuni kasur Frost, beliau hanya menggeleng dan kembali menatap orang-orang di kasur Gabriel "Bisa ceritakan kronologinya? Saya sudah mendengar cerita versi mereka, tapi saya belum mendengar cerita versi kalian."


Lance menatap Camila dan Arianna yang tampaknya tidak mau buka suara, secara otomatis menjadikannya narasumber utama "Baik, pak. Jadi seperti ini ... Kami awalnya hanya berniat mengantar salah satu teman perempuan kami untuk memarkir sepeda, dan disitulah mereka."


"Mereka mengatakan hal-hal yang sangat tidak pantas dan penuh pelecehan, tapi tidak ada satupun dari kami yang menghiraukan karena dia memang orang caper seperti itu."


"Lalu darimana asal luka itu?" Tanya beliau pada akhirnya, setelah menerima penjelasan mengenai kronologi kejadian dari sudut pandang lain.


"Camila balas menendang kepalanya, pak" Arianna jelas tampak bangga mengatakan ini.


Pak Lana mengangguk mengerti, lagipula anak muda memang selalu seperti ini. Oleh karenanya beliau mengalihkan  fokus pada Camila "Begitu. Keberatan jika saya memberikan surat panggilan orangtua? Besok orangtua atau wali Blazemoche bisa kemari, dan juga biarkan Wundervei menjadi saksi kalau dia sudah merasa lebih baik."


Seperti biasa, Camila tampak tenang "Saya tidak keberatan."

__ADS_1


"Bagus. Tapi saya tetap harus meminta maaf sebelumnya padamu, Blazemoche. Pihak akademi menginginkanmu agar ditahan selama satu malam di ruang introspeksi, renungkan perbuatanmu. Hukuman ini juga berlaku untuk Harrison, tentu saja kalian akan ditempatkan di ruang terpisah. Tidak ada yang merasa keberatan?" Beliau menanyakan pendapat pihak terkait.


Seperti sebelumnya, yang ditanya soal ini masih membalas singkat "Tidak, pak."


"Tapi pak, Camila adalah korban disini. Kalau tidak percaya, cek saja kamera cctv-nya" Arianna mengajukan keberatan pada keputusan ini.


Pak lana dengan sabar menjelaskan "Saya sudah meminta tim keamanan untuk memeriksa kamera pengawasan di setiap sudut sekolah, jadi kau tidak perlu takut akan favoritisme. Hanya saja, tindak pendisiplinan dan introspeksi tetap harus dilakukan untuk formalitas sekaligus kepentingan para konselor" beliau menjelaskan dengan sabar.


"Tapi ... Ruang introspeksi akan mengurangi prestise Camila saat kelulusan, ini juga akan mencemari nama baiknya dan akan berdampak pada saat dia berbisnis kelak" sanggah Arianna.


"Kalau Blazemoche sungguh merupakan korban, kau tidak perlu takut tentang kemungkinan itu."


"Saya pergi dulu" pamit beliau sambil berjalan menuju pintu.


"Terimakasih atas waktunya, pak" balas dokter Dwyn


Pintu ruang kesehatan tertutup.


Camila juga merenungkan kalimat 'menginap di ruang introspeksi malam ini'.

__ADS_1


Yang bisa diartikan sebagai tidak ada makan, minum, ataupun manusia lain selama dua belas jam di ruang introspeksi.


__ADS_2