Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Harem?


__ADS_3

Tiga hari setelah kehebohan di akademi terjadi, barulah Camila bisa menginjakkan kaki disini lagi. Dengan punggung lurus dan postur tegap seperti biasa, hanya saja dia menjadi lebih kurus dan ada satu dua tetes keringat dingin yang membasahi pelipisnya. Jelas, semua orang tau bahwa dia sedang menahan diri.


Namun yang aneh adalah Camila tampak lebih bebas dibandingkan sebelumnya, ini membuat kerumunan langsung merasa lega. Tidak apa-apa merasakan pahit hari ini, ada kehidupan manis yang akan menunggu nanti. Pertengkaran tempo hari juga membuat mereka bertanya-tanya, apakah keduanya putus?


Sebagai gadis terhormat yang bisa apa saja, mustahil Nona Blazemoche akan bertahan di sisi sampah semacam itu 'kan?


Dengan keyakinan inilah para lelaki serta beberapa gadis di akademi, mendekati Camila satu persatu di jam olahraga. Dimana gadis itu duduk sendirian di tribun, melihat kelas dan membantu guru mencatat waktu teman-teman sekelasnya.


Saat tiba-tiba ada kakak dengan emblem kelas tiga yang duduk di sampingnya, menyodorkan sebuah tas Herm*s tanpa menatapnya. Berbisik "Untukmu."


Bocil Tsundere darimana pula ini?


Camila berhenti mencatat untuk sejenak, lalu tersenyum kecil dan menanggapi dengan "Maaf, saya tidak bisa menerima barang dari seseorang yang tidak saya kenal."


"Aku dari keluarga utama Isaiah, kami bekerjasama dalam proyek 'Apricot eyes' semester lalu. Ingat?" Ujarnya, kali ini sambil menatap Camila. Ada rona merah samar di pipinya.


Ini segera mengingatkannya pada seseorang di perjamuan makan terakhir, mengucapkan satu nama "Kak Kirstein?"


Jelas, panggilan ini membuat rona merah di pipinya semakin kentara "Benar."


Camila mendorong tas ini menjauh "Saya tetap tidak bisa menerimanya."


"Kenapa?" Lelaki ini seketika murung.


Gadis itu hanya menjawab singkat "Saya tidak suka tas tangan, maaf."


Begitu dia selesai mengatakan ini, seorang gadis dengan pita besar di rambutnya langsung merangsek maju, menyingkirkan senior barusan "Selama itu bukan tas tangan, tidak apa-apa 'kan? Camila, aku membawakanmu parfum baru keluargaku yang baru akan rilis musim depan. Kau pasti mengingatku 'kan? Aku dari keluarga cabang kedua Dakota, Avantie Dakota. Kita mengerjakan projek sains bersama saat kelas lima SD!"


Kenapa juga ada anak perempuan disini?


Camila masih menjawab baik-baik "Saya suka parfum, tapi saya masih tidak bisa menerimanya, maaf."


Gadis itu memberikan tatapan tak percaya dan matanya langsung berkaca-kaca, tampak akan menangis "Uh ...."


Tak menunggu Avantie mengurai air matanya, sesosok lelaki yang masih memakai celemek kelas memasak mendesaknya agar pergi dari sini "Minggir! Camila, terimalah! Aku membuat Turkish delight di kelas memasak hari ini! Anna bilang, kau suka camilan manis."


Kepalanya mulai pusing karena menerima banyak informasi "Terimakasih. Tapi saya tidak bisa menerima hadiah dari orang asing."

__ADS_1


"Aku teman sebangku Anna, Beryl Levine! Kita sering bertemu!" Lelaki berambut coklat ini masih tidak menyerah.


Suara bantingan bola basket terdengar keras, disusul teriakan seorang pria yang sepertinya guru "Kalian! Apa yang kalian lakukan di kelas olahraga dan mengganggu murid saya?! Kembali ke kelas!!"


Para siswa langsung berlari ketakutan, tidak mau namanya dicatat dan dilaporkan ke komite kedisiplinan. Guru olahraga yang baru magang semester lalu dan merupakan alumni, mendecakkan lidahnya dan duduk di sebelah Camila.


"Pasti berat untukmu 'kan, Camila?" Tanya Arlo, si guru olahraga.


"Tidak apa-apa, saya sudah terbiasa" balasnya dengan singkat.


Arlo berdehem singkat dan mengetuk-ngetuk lantai menggunakan kakinya dan bertanya "Apakah kau sudah putus dengan Frost Harrison?"


Camila seolah merasakan deja vu "Masih akan dirundingkan bersama para tetua di akhir pekan, Sir Arlo."


Pria ini tampak agak kecewa, tapi masih berujar penuh rasa percaya diri dengan masih memegang bola "Kalau kalian sudah putus, harap memberitahu saya. Kau tau? Saya masih anggota utama keluarga Mendel, jadi ...."


Camila langsung kehilangan kata-kata.


................................


"Lelah?" Lance menanyakan ini saat sudah membantu Sir Arlo membereskan bola di aula olahraga, jelas dia tau bahwa Camila dikerumuni siswa.


Lance tersenyum senang, tapi masih menepis lembut tangan Camila untuk menghindari rumor dan membantah "Pahaku penuh otot dan keras, tidak akan nyaman untukmu. Mau kuambilkan plushie Gabriel?"


"Kenapa juga dia membawa plushie ke sekolah?" Herannya.


Lance mengetuk main-main kepala Camila dan menjawab dengan kesal "Kepalanya baru menerima tendangan, ingat? Dia bahkan datang dengan perban di kepalanya."


"Oh."


Mendengus singkat, dia menunjuk hidung Camila dan memberi perintah "Duduklah sebentar, akan kuambilkan dulu."


"Jangan lama-lama" lempengnya.


"Kau akan merindukanku?" Dia menanyakan ini dengan nada geli.


Tentu saja pihak lain ikut membalas dengan setengah hati "Ya, ya."

__ADS_1


"Heh" cibirnya sambil berlalu pergi.


Camila menundukkan kepala dan bersandar pada dinding aula, mengamati kamera pengawas yang kini sudah dipasang di setiap sudut sekolah. Hanya untuk mendengar bunyi pertengkaran yang semakin mendekat, sepertinya ada tiga orang.


Melihat raut penuh selidik milik Camila, Lance sontak menunjuk wajah cemberut Gabriel dengan marah "Dia bersikeras mengikutiku!"


"Memangnya tidak boleh?" Dia mengatakan ini sambil memeluk plushie berbentuk awan berukuran sedang.


"Kau benar-benar seperti anak anjing tersesat, tau?!" Bentak Lance, kesal akan apapun yang dilakukan anak ini.


Camila berdiri tegap dan menunjuk kepala lelaki yang kini sudah penuh dengan warna kuning, bertanya "Gabriel, apa itu di kepalamu?"


Gabriel mengeratkan pelukannya pada plushie dan menjawab malu "Ah. Ini dari teman sekelas."


Arianna yang melihat bahwa situasi sudah cocok untuknya, langsung mengikuti arah pembicaraan ini "Guru bilang, corat-coret itu tidak sopan dan termasuk vandalisme. Makanya teman-teman kelas A pergi ke koperasi gedung SD dan membeli stiker."


"Kenapa anak ayam?" Tunjuk Lance, sambil mengambil salah satu stiker ayam yang cemberut.


Arianna masih menjadi orang yang menjawab pertanyaan "Karena koperasi di gedung SD tidak menjual stiker anjing. Sementara beruang dan kucing tidak cocok untuknya, jadi mereka memilih anak ayam."


Lance memuji dan setengah sarkas "Tidak kusangka ternyata kuning juga cocok untuk Gabriel."


"Camila, aku membawa plushie-nya untukmu" ujar Gabriel, menunjukkan plushie di perutnya.


"Terimakasih."


"Biar aku ambilkan, Camila duduk saja!" Arianna tampak bersemangat mengatakan ini, merenggut plushie berbentuk awan dari tangan Gabriel dan berlari ke arah pihak lain.


Entah karena stereotip protagonis wanita atau apa, Arianna langsung tersandung begitu berlari. Mengejutkan mereka semua. Begitu gadis berambut hitam itu berpikir akan menghancurkan wajahnya di lantai aula olahraga, tangannya langsung ditarik oleh sebuah tangan lembut yang hangat.


Disusul oleh tangan lain yang memegang punggung, setengah memeluknya.


Arianna membuka mata, mendapati bahwa Camila sekali lagi sudah menolongnya. Dia merasa sangat terharu hingga pipinya memerah, gadis ini selalu ada di sampingnya saat dia mendapatkan masalah demi masalah, teman yang sangat baik "Camila ..."


Gadis itu menstabilkan posisi mereka dan menepuk pelan kepala Arianna "Jangan terus-menerus membuatku khawatir."


Arianna mengangguk senang dan menutupi wajahnya menggunakan plushie Gabriel, malu karena selalu merepotkan pihak lain. Menjawab "Mn!"

__ADS_1


Lance dan Gabriel yang kembali disuguhi pemandangan ini terdiam "........"


Mereka masih benci pelangi ini.


__ADS_2