Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
"Aku dibom"


__ADS_3

Fiona memeluk tubuh Camila tepat waktu untuk mengurangi efek ledakan, tapi mereka tetap sedikit terlempar ke samping. Kamera pengawasan yang awalnya menyorot mereka sampai patah dan jatuh ke bawah, keduanya segera menyadari ini dan langsung menghentikan aksi mereka bermain peran.


"Parah sekali, ledakan dari bom rakitan harusnya tidak sekuat itu. Dia pasti sudah memodifikasi dan memasukkan paku kedalam bom. Sial, wajahku ..." Fiona merutuk sepanjang jalan, melihat wajahnya yang tergores empat senti. 


Gadis yang dia lindungi dalam pelukannya, juga mengalami sedikit trauma kulit akibat bom. Walaupun tidak sampai menggores tubuh seperti luka pada Fiona, tapi ini sudah cukup.


Ledakan tadi cukup besar dan membunuh akses kamera pengawas, mereka kini tinggal menutup mulut beberapa kroco keamanan, dan membuat cedera mereka tampak sangat serius didepan masyarakat.


Korbannya memang mereka, tapi masih asik untuk berpura-pura menjadi korban. Terlebih tempat parkir sekarang berada dalam kekacauan, dengan dua mobil VVIP yang terus membunyikan alarm keamanan. Mobil Fiona sendiri juga sudah hancur total, hanya tersisa puing-puing hangus terbakar.


Camila menepuk-nepuk gaunnya dan berujar dingin tanpa melakukan kontak mata "Hubungi tim keamanan gedung dan tim penyelidik di kepolisian, laporkan sebagai terorisme."


"Ide bagus, kau juga harus menghubungi Aiden" Fiona mengambil sapu tangan dari saku bagian dalam jasnya, menutupi luka di wajah menggunakan itu. Dia melaporkan kejadian ini dengan tenang pada pihak keamanan dan juga keluarga Harrison, lagipula ini memang bukan pertama kalinya.


Dia lambat laun juga pasti akan terbiasa dengan ini, bagaimanapun juga mereka cukup mirip, serakah "Oh."

__ADS_1


"Kenapa menelpon malam-malam? Bagaimana kencannya? Jam berapa kau sampai rumah?" Lagi-lagi yang mengangkat panggilan bukan kakaknya, melainkan Chester.


Atau jangan-jangan kedua pria itu sudah menukar ponsel mereka?


Tampaknya hubungan keduanya jauh lebih baik dari yang dia bayangkan.


Camila diam-diam merasa lega, konsep bahagia tiap orang memang tidak bisa disamaratakan.


Aiden bahagia dengan pilihannya meski harus dicoret dari kandidat pewaris utama Blazemoche.


"Kak Chester ...?" Camila memanggil dengan tenang, kata-katanya sengaja digantung untuk membuat Chester menyadari ada yang tidak beres.


"Ya. Ada apa?" Pihak lain jelas tau bahwa Camila hari ini berkencan dengan Fiona, dia juga sudah mengantisipasi akan terjadi sesuatu yang buruk pada dua wanita itu.


Namun dia tidak tau itu seburuk apa.

__ADS_1


"Mana Kak Aiden?" Desaknya dengan bergetar, keterkejutannya memakan banyak energi tubuh.


Chester cukup serius merespon ini "Dia masih di kantor, kenapa?"


Camila diam untuk beberapa saat, sengaja ingin menaikkan tensi ketegangan dalam panggilan mereka. Tanpa melihat secara langsung sekalipun, dia tau bahwa Chester sudah mulai menghubungi Aiden untuknya.


Merasa bahwa asumsinya kemungkinan besar adalah benar, Camila dengan lempeng menjatuhkan 'bom' sendiri pada Chester "... Aku dibom."


Pihak lain bahkan sampai tanpa sengaja menjatuhkan cangkir kopi, informasi ini terlalu mengejutkan untuk dia cerna


"Hah?"


Camila menjawab dengan suara gemetar, namun dengan bibir yang tersenyum manis seolah dia adalah pihak yang sudah mendapatkan suatu keuntungan dari perang saham "Seseorang mencoba membunuhku."


Fiona yang jasnya sedikit robek akibat efek ledakan, menahan tawa di samping dengan mata berkilau yang melengkung licik.

__ADS_1


Senang rasanya memiliki rekan wanita yang sama serakah dan liciknya.


__ADS_2