Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Wanita licik


__ADS_3

"Tidak percaya?" Fiona Harrison jelas melihat raut penuh keraguan milik Camila.


"Tentu saja tidak" tegasnya.


Bagaimanapun juga, mereka adalah keluarga utama Harrison. Pihak yang paling mendukung hubungan Camila dan Frost, pihak yang paling membenci Arianna dalam novel.


Fiona melambaikan tangannya, meminta pihak lain untuk mendekat "Mau berbagi rahasia? Kemarilah."


"Kau terdengar seperti Tante-tante mesum yang menggoda anak dibawah umur" cibir Camila, tapi masih mendatanginya.


Bagaimanapun juga, ada cctv.


"Mungkin kau pernah mendengar ini dari seseorang dari keluarga cabang Harrison, bahwa keluarga utama adalah yang paling kacau. Terlebih sekarang ada iblis kecil bernama Frost Harrison" dia membuka penjelasannya, dengan kedua tangan yang memainkan jari-jari Camila.


Camila duduk di sebelahnya dan merespon dengan "Mn."


"Aku tidak akan membenarkan kelakuannya yang suka mengacau hanya karena kurang perhatian, itu murni kebodohannya sendiri. Dulu aku juga tidak diperhatikan, terlebih aku adalah anak perempuan. Kau mengerti maksudku bukan?" Fiona bertanya sambil menarik lembut tubuh Camila, mengistirahatkan kepala pihak lain di pahanya.


Dia mengamati wanita ini dari bawah "Ya. Alat pertukaran bisnis."


Dia memprotes dengan tangan yang mengusap-usap lembut kepala Camila "Tepat sekali, itulah kenapa aku semakin tidak menyukai adikku. Hanya karena dia laki-laki, apa yang membuatnya berhak menjadi pewaris utama? Jelas akulah yang sudah bekerja keras sejak masih seusia kalian, hingga perusahaan Harrison menjadi sebesar ini. Tentu saja aku tidak rela harus memberikan kerja kerasku pada bocah tengil yang tidak tau apa-apa, kebodohannya hanya akan membuat Harrison bangkrut."


"Jadi kau bermaksud menyingkirkan Frost dari kandidat sebagai pewaris?" Camila menggenggam tangan yang mengusapnya.


Fiona mengulas senyum manis dengan mata menatap sesuatu di kejauhan "Aku akan memberinya pelajaran dan kesempatan lebih dulu selama tujuh tahun kedepan. Jika dia masih sama, akan kutendang dia dari tahta."


"Tidak akan semudah itu, petinggi perusahaan dan Tuan Harrison tidak akan membiarkanmu melakukannya" sanggah Camila.


Fiona mencubit hidung Camila, sok akrab dengan calon adik iparnya "Huh. Aku sudah membagi dividen perusahaan pada para tua bangka itu sejak lama, posisiku di benak petinggi sudah jauh lebih tinggi dari Tuan Harrison sendiri."

__ADS_1


"Kau tau sendiri bahwa manusia adalah objek yang tidak akan pernah bisa dipercaya. Musuh kemarin, teman hari ini. Bisa juga sebaliknya" dia menyanggah lagi.


Fiona kembali mengusap kepala Camila, sambil meletakkan paper bag aneh tadi di sebelah tubuh Camila "Kau meremehkanku, dik. Aku sudah mengantisipasi hal ini, jadi kau tidak perlu khawatir untuk hal-hal yang akan terjadi tujuh tahun lagi. Sekarang lebih baik fokus pada apa yang akan kukatakan, tapi kau setidaknya harus menerima ini dulu."


"Apa itu?" Dia meliriknya sekilas, pura-pura bodoh.


"Kudengar Nona muda Blazemoche menyukai giok dan berlian, jadi kubawakan beberapa perhiasan sebagai oleh-oleh dari perjalanan bisnisku" jelas, Fiona tau bahwa anak ini sedang berpura-pura polos.


Camila mendengus dan menolaknya "Aku tidak akan menerimanya. Tidak sampai kau menjelaskan apa tujuanmu."


Tapi Fiona justru tertawa dan memuji "Kau pintar, dik. Aku suka ini, lebih mudah berbicara pada orang pintar."


"Jadi?"


Fiona langsung mengatakan niatnya "Aku tidak mau kau putus dari Frost Harrison."


"Kenapa?"


Dia menyisir rambut lepek Camila "Karena itu jadilah menyedihkan, pura-puralah menjadi gadis naif yang mendambakan cinta dari pasangan yang dipilihkan orangtua. Dengan ini, Frost akan semakin membencimu dan semakin tidak rasional. Dia akan menjadi pria yang menganggap bahwa semua wanita jatuh cinta padanya, dan menjadi pewaris yang akan sangat mudah jatuh dalam pelukan wanita."


Bibirnya masih mengulas senyum, meskipun sudah mengucapkan konspirasi secara terang-terangan. Bahkan dia masih melanjutkannya "Kau tau sendiri bahwa kandidat pewaris yang mudah jatuh dalam kubangan nafsu, akan berpikir dengan ************ mereka alih-alih otak mereka. Membuat perusahaan saingan akan lebih mudah menyusupkan mata-mata untuk menggodanya, dan membuatnya dengan mudah mengorbankan perusahaan."


"Itulah alasan mengapa banyak bos perusahaan merupakan penyuka sesama jenis, tapi tetap merahasiakannya dan menikah, pura-pura menjadi orang lurus pada umumnya" dia benar-benar sabar menjelaskan.


"Termasuk dirimu?" Camila bertanya, untuk menggodanya


Fiona merespon dengan mengusap pipi gadis yang sedang menjadikannya bantal, bertanya "Coba tebak?"


"Lagipula tidak akan ada orang yang mau menjadi bawahan orang mesum yang suka menyalahgunakan wewenang, kau tau maksudku?" Lanjutnya.

__ADS_1


Camila mengulas senyum palsu serupa "Kau mengerikan, kak. Tapi aku tidak suka menjadi bidak orang lain."


"Lima persen" ujar Fiona tiba-tiba.


"Hm?"


Wanita itu menatapnya lekat-lekat "Sebagai ganti rugi, akan kubeli harga dirimu dengan tambahan lima persen dividen untuk Blazemoche. Jadilah tunangan menyedihkan Frost Harrison."


Camila langsung bangkit dari paha Fiona, meremehkan tawaran ini "Heh. Lima persen untuk membeli harga diri dan waktuku? Aku menolak."


Alis Fiona berkedut, jelas kesal bahwa dia harus meninggikan tawaran "Kalau begitu sepuluh persen dividen."


"Lima belas persen, tidak boleh kurang dan tidak boleh ditawar lagi" saran Camila.


"Wow. Dasar lintah" Fiona tertawa sarkas.


Camila memberi Fiona senyum terbaik yang dia punya.


"Dua belas persen, bagaimana?" Dia akhirnya memutuskan ini.


Memikirkan kekayaan milik keluarga male lead, dia tak lagi keberatan "Oke."


Fiona mengulurkan tangan kanannya "Selamat bekerjasama, adik ipar."


Camila menerima uluran tangan ini "Jangan memanggilku begitu, kak. Karena setelah tujuh tahun berakhir, akan kubuang adikmu."


Dia tersenyum santai, tidak keberatan "Lakukan sesukamu, bagaimanapun juga aku tidak berniat membesarkan sampah seperti dia."


"Wow. Dia adikmu, dan kau sudah sekejam ini? Apakah ada udang dibalik batu?" Camila tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.

__ADS_1


Fiona bangkit dari kasur dan hanya menjawab sambil tersenyum dingin "Anggap saja sebagai dendam dari kehidupan masa lalu."


Lalu pergi dari ruang kesehatan.


__ADS_2