Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Perubahan rencana


__ADS_3

Jelas bahwa yang dia pakai adalah seragam karyawan biasa. Hanya kemeja putih, celana dan sepatu hitam, juga tanda pengenal. Tapi aura yang dipancarkan begitu luar biasa, hingga Camila tidak bisa menahan diri untuk melihatnya agak lama.


Gabriel tersadar akan keanehan pasangan kencannya dan langsung melepaskan Orner, dia menghalangi dua orang yang sama-sama mencolok ini agar tidak bertatap muka. Dia merajuk pada Camila, sambil menggenggam tangan pihak lain "Padahal pacarmu ada disini, kenapa kau justru memperhatikan pria lain?"


Camila berkedip beberapa kali, lalu menatap mata ungu cerah Gabriel dan tersenyum kecil saat menjawab "Maafkan aku."


"Kau jelas tidak merasa bersalah sama sekali!" Protesnya, melupakan Orner yang masih bergulingan diatas tanah.


"Bukankah ini pria yang barusan mengacau di dalam?" Tanya Raymond sembari menunjuk orang yang entah sejak kapan sudah pingsan di tanah, dia melambaikan tangan dan meminta keamanan untuk mengusir kerumunan.


"Kau mengenalnya?" Tanya Camila.


"Tidak juga, nona Blazemoche. Tapi Anna sudah memberikan sedikit gambaran padaku, jadi dia mau diapakan? Lapor polisi?" Raymond menyingkap lengan Orner yang tadi dikunci Gabriel, sepertinya akan membiru.


"Sebelum itu biarkan aku bertanya lebih dulu, dia mengacau seperti apa?" Sebagai pemilik restoran, Camila merasa berhak mengetahui ini.


Sadar bahwa dia akan ada dalam masalah, Raymond menjawab ragu ".... Dia memecahkan dua lampu kristal."


"Dan kau sampai membiarkannya menghancurkan dua?" Tegas Camila, kesal karena harus rugi untuk sampah semacam ayah protagonis wanita.


Raymond merasa tidak enak hati "... Maafkan aku. Mari bicarakan soal ini di kantor nanti."


"Bagus."


"Jadi haruskah aku memanggil polisi?" Tanyanya, bagaimanapun juga dia harus mendengarkan keputusan bos.


"Terlalu merepotkan, lepaskan saja dia. Lain kali jika dia kemari lagi dan mengganggu Arianna, tuntut dia dan paksa membuat surat pernyataan" tidak mungkin Orner akan menyerah semudah itu, tapi akan terlalu kejam untuk menghancurkannya tanpa sisa saat dia sudah memiliki catatan di kepolisian.


"Baik, aku akan meminta Nita mengurusnya."

__ADS_1


"Mn. Dan ini kompensasi untuknya, sampaikan permintaan maafku saat dia sudah bangun" Camila hendak menulis sesuatu diatas cek.


"Camila!" Pekik Gabriel, tidak menyukai gagasan bahwa Camila yang harus memberikan ganti rugi.


"Tidak perlu, nona Blazemoche. Nita bisa mengurus cederanya, dia sangat mampu" tolak Raymond, pria itu juga merasa akan sangat sia-sia merogoh dompet hanya untuk orang tidak jelas seperti Orner.


Mendengar ini, Camila kembali memasukkan cek kedalam tasnya "Baguslah. Boleh aku masuk?"


"Sebelum itu, nona Blazemoche. Bisakah aku mengajukan pertanyaan?" Raymond mencegatnya, tampak serius.


"Ya?"


"Benarkah kau membeli restoran ini untuk Anna?" Tanya si manajer restoran, membuat dua orang lain seketika bungkam.


Gabriel yang tau cerita lama dan diingatkan kembali tentang masalah itu, tentu memiliki kecemburuan di tingkatan baru.


"Terlalu emosional saat kau mengatakannya seperti itu, Raymond. Bukankah semua orang harus menjadi budak sesuatu agar bisa hidup dalam ekstasi?" Jelasnya.


Camila langsung facepalm begitu tidak ada yang mengerti ucapannya "Tidak, aku mencintai uang."


"Nona Blazemoche tidak perlu mengelak, aku orang dengan pikiran yang terbuka" kali ini tatapan Raymond berubah menenangkan, tapi juga ada sebersit kilatan seolah Camila adalah saingan.


"Dan aku memang mencintai uang, Raymond. Perasaan yang kumiliki untuk Arianna, bukan jenis yang terlalu kompleks seperti cinta" dia bahkan sampai muak menjelaskan ini.


"Tapi-"


"Kenapa semua orang sampai berpikir aku lesbian? Entah itu kau, Lance, bahkan Gabriel. Apa ada konspirasi yang aku tidak tau disini?" Potongnya, tidak ingin mendengar lebih banyak.


"Tapi kau memperlakukan Arianna dengan terlalu baik, bahkan kau juga terus berkomunikasi meski berada di militer. Kudengar kau bahkan menggunakan 30 menit waktu istirahat hanya untuk menghubungi Anna" pria itu mengeluarkan alasan yang logis.

__ADS_1


Camila mendadak merasa sangat lelah "Aku bisa jadi lesbian sungguhan jika kalian bersikap seperti ini."


Terlebih saat dia menatap Gabriel tanpa sengaja, pria itu sudah menatapnya dengan sorot terluka "Camila, kau terus menghubungi Anna saat di militer? Kenapa kau tidak menghubungiku sama sekali? Kupikir hubungan kita sudah cukup istimewa ..."


"Gabriel, diam. Jangan menambah beban pikiranku" tukasnya.


"Tapi aku cemburu!" Pekik Gabriel, yang membuat Raymond akhirnya menyadari keberadaannya.


"Ini adalah?" Tanyanya penasaran, bukan pada identitas Gabriel melainkan apa hubungan mereka.


"Pasangan kencanku hari ini, kau pasti mengenalnya. Dia teman masa kecil Arianna" jelas Camila, singkat dan jelas.


"Oh" meski mengatakan ini, sorot mata Raymond seolah berkata bahwa ucapan Camila barusan hanyalah alibi.


"Aku tau apa yang kau pikirkan, aku benar-benar berkencan dengannya hari ini. Dia yang memilih restoran, bukan aku" bantah Camila.


"Camila, berhenti bicara padanya. Ayo pergi" sepertinya Gabriel tidak tahan lagi karena terus diinterupsi, jadi dia segera menarik Camila pergi.


"Kita tidak jadi makan disini?" Bingungnya.


"Tidak! Semua orang sepertinya sudah sepakat untuk merusak kencan kita. Dari supir taksi, ayah Anna, dan sekarang manajer restoranmu sendiri. Bagaimana jika tiba-tiba Anna, Lance, Fiona, bahkan Frost secara tiba-tiba muncul disini? Aku kesal!" Pekiknya.


"Kalau begitu ke restoran mana? Dreeblissa?" Dia menyarankan restoran baru tanpa sadar, ini adalah rekomendasi dari Chester.


Namun Gabriel justru lebih murung "Tidak, itu restoran milik Fiona. Aku tidak mau membiarkanmu main-main lagi. Ini harusnya menjadi kencan pertamamu dan aku, jadi aku ingin kau hanya fokus padaku."


"Jadi kau ingin mengajakku kemana?" Tanya Camila, memperhatikan Gabriel yang menarik lembut lengannya.


"Ke Wisteria, aku akan mengenalkanmu pada ibu" balas Gabriel, tenang dengan sedikit amarah.

__ADS_1


"Eh?"


Dia tidak pernah menduga perkembangan ke arah ini.


__ADS_2