Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Kontak baru


__ADS_3

"Camila, aku ..."


BRAK!!


Baik Camila maupun Gabriel terlonjak kaget akibat bunyi keras barusan dan melihat ke arah sumber suara barusan, yakni jendela. Hanya untuk disuguhi mata melotot dan wajah tersenyum Lance yang menabrak jendela, tersenyum seperti psikopat.


"Ketemu" ujarnya, lalu menghilang.


Camila "?????"


Gabriel "Apa-apaan? Apakah Lance memang selalu seaneh itu?"


Camila meletakkan minumannya dan hanya menggantung kata-kata dengan


"Yah ..."


Tidak butuh waktu lama sampai bilik mereka terbuka, menampakkan Lance yang tampak masih berkeringat akibat berlarian. Untungnya lelaki merah ini sudah mengganti bajunya menjadi seragam biasa, membuat Gabriel menjadi satu-satunya yang tampak seperti hantu serba putih.


"Camila, tau tidak? Aku mendengar rumor aneh tentangmu dan Anna" Lance secara alami duduk di sebelah Camila, semangat untuk berbagi cerita.


Camila merespon dengan lempeng


"Apa?"


Sementara Gabriel yang cukup sensitif akan persoalan seperti ini, menjadi gugup dan takut. Bagaimanapun juga, dulu Arianna dibully karena rumor dan dia salah paham pada Camila karena rumor.


Dia bertanya was-was


"Rumor semacam apa?"


Lance terkekeh


"Seluruh forum sekolah bilang kau meni**** Anna di toilet klinik sekolah, sampai dia tidak bisa berjalan."


Gabriel berubah menjadi tomat saking merahnya.


Sedangkan Camila hanya memiringkan kepala


"Menarik."


Lance merangkul bahu Camila dengan senyum cerahnya


"Ya 'kan? Kreativitas manusia memang tanpa batas!"


Camila dengan tenang membahas ini


"Cara bicaramu seolah kau bukan manusia saja, Lance."


Namun Gabriel tidak bisa untuk tidak panik, bagaimanapun juga dia sudah lama tidak masuk sekolah dan ketinggalan berita

__ADS_1


"Bagaimana bisa ada rumor mesum seperti itu?! Ini mengerikan! Jelas-jelas Anna sangat lurus!"


Anna memang lurus, tapi bagaimana dengan Camila?


Itulah yang dipikirkan oleh Second lead.


Lance adalah yang pertama kali merespon


"Orang-orang tidak bisa hidup dengan menyenangkan tanpa adanya bumbu kehidupan."


Gabriel tampak tidak senang karena orang-orang ini meremehkan masalah


"Mana bisa disebut bumbu jika merugikan orang? Harusnya bumbui saja hidup mereka sendiri."


Camila hanya merespon dengan


"Bukan masalah. Ini bukan yang pertama."


Lance turut menimpali sambil mencomot permen gratis di atas meja


"Ya, selama tidak dibesar-besarkan."


"Camila, kau sungguh tidak keberatan?" Gabriel memastikan.


"Tidak."


Pria perak itu jelas tampak khawatir


Melihat second lead yang tampaknya hendak menghubungi seseorang, Camila menghentikannya


"Tidak perlu, Gabriel."


Namun lelaki itu hanya menggeleng dan menatapnya dengan khawatir


"Aku tidak mau reputasimu menjadi lebih hancur lagi, bagaimanapun juga ... Ini semua karena Anna dan Frost yang terus berputar di sekelilingmu."


Lance tertawa kecil dengan sorot meremehkan


"Kau mengatakan ini seolah Anna adalah tanggungjawabmu saja, Gabriel."


Gabriel menatapnya dengan raut serius


"Lance, aku juga ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu. Tapi kujamin kau tidak akan menyukainya."


Lelaki merah itu mendengus dan mengibaskan tangannya


"Kurasa aku bisa tau itu apa, jadi lupakan saja. Kesanku padamu memang sudah memburuk sejak terakhir kali di rumah Anna."


Gabriel dengan cemas menjelaskan

__ADS_1


"Kau salah paham, bukan seperti itu ..."


Namun Lance tidak memberinya kesempatan


"Itu urusanmu, Gabriel. Selesaikan sendiri dan jangan melibatkanku, bagaimanapun juga aku sudah seratus langkah di depanmu."


Gabriel lantas menjadi murung


"..... Ah."


Takut melihat anak dunia diperlakukan seperti ini akan membawa efek kupu-kupu, Camila segera mengalihkan pembicaraan


"Ngomong-ngomong, Gabriel. Kurasa kita belum bertukar informasi kontak?"


Raut Gabriel sontak menjadi cerah kembali dan dia cepat-cepat menyerahkan ponselnya


"Benarkah? Kalau begitu ... Boleh aku meminta kontakmu sekarang?"


"Hei Gabriel" panggil Lance.


"Ya?"


Dengan mentalitas sebagai penggosip, Lance bertanya


"Mau tau sesuatu yang menarik?"


"???"


Pihak lain melirik Camila yang masih dirangkulnya


"Username milikku dan Camila, benar-benar lucu."


"Kau mengganti username seenaknya, Lance" sanggah Camila sambil mengetik sesuatu di ponsel Gabriel.


Lance turut membalas


"Dan kau terlalu malas mencari username baru, Camila."


Gadis itu hanya mendengus kecil dan mengembalikan ponsel yang barusan dia genggam


"Ini, Gabriel."


Si penerima tersenyum manis dan mengambil ponselnya


"Terimakasih."


Hanya untuk mendapati dua kontak baru dengan username aneh.


'Dewa Ranking, Camila'

__ADS_1


Dan 'Suamimu, Lance'


Sudut mulut Gabriel sontak berkedut.


__ADS_2