Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Tidak tau malu


__ADS_3

"Fitnah!! Kenapa juga aku sampai memutus ikatan dengan putriku sendiri?! Dasar anak jaman sekarang, tidak tau sopan santun! Kau jelas sudah melukaiku, tapi sekarang kau juga mencoret reputasiku!!" Pria itu masih terus menjerit, seolah dia akan langsung mati jika lupa tidak menjerit.


Gabriel diam dan melihat orang ini mengeluarkan sumpah serapah dengan senyum tempel di wajahnya, Camila juga tampaknya sudah terbiasa dengan situasi ini. Dia tidak mau kalah dengan orang yang dia suka, dia harus belajar menghadapi orang semacam Orner Mackenzie cepat atau lambat.


"Paman Mackenzie, kalau anda memang benar-benar kesakitan sampai tidak bisa bangun. Bukankah lebih baik saya memanggilkan ambulans untuk anda? Saya akan menanggung semuanya, saya warga negara yang baik" tawar Gabriel, bagaimanapun juga rasanya risih saat kerumunan justru semakin besar dan membuat mereka menjadi tontonan.


"Tidak perlu! Tidak perlu memanggil ambulans! Kau sudah melukaiku dan mencoreng reputasiku! Kalau kau tidak mau kulaporkan ke polisi, maka berikan kompensasi padaku! Bukankah kau anak orang kaya? Aku tidak akan meminta banyak, sepuluh juta sudah cukup" sinisnya, dengan wajah yang mengundang siapa saja untuk memukulinya.


Tali kesabaran Gabriel terguncang, tapi dia masih mencoba sabar "Paman, kau jelas tidak terluka dan kau menolak melihat pengawasan bersamaku. Tapi sekarang kau langsung meminta sepuluh juta padaku? Tidakkah ini yang biasa mereka sebut sebagai penipu?"


"Aku penipu?! Kau saja yang ingin mengelak dari tanggungjawab!!" Dia menuding wajah Gabriel saat meneriakkan ini.


"Semuanya, datang dan lihatlah betapa kurang ajarnya anak ini!! Dia melukai dan menghinaku, tapi tidak mau meminta maaf sedikitpun padaku!! Bagaimana bisa negara kita membesarkan generasi yang sebajing*n ini?!" Lanjutnya

__ADS_1


Kening Gabriel berkerut tajam "Paman, yang kau katakan barusan itu sudah keterlaluan."


"Keterlaluan?! Tutup mulutmu, bajingan! Siapa yang mencoba menipumu?! Aku hanya meminta jumlah yang pantas kudapatkan!! Kau sudah berbuat kurang ajar, bukankah kau harus bertanggung jawab?!"


Camila sekali lagi berkencan dengan orang asing "Paman, jelas-jelas kau orang yang-"


"Diam kau, pelacur!!! Aku tidak sedang bicara padamu!! Dasar sampah masyarakat!! Kau pasti menjual dirimu pada bocah kaya ini demi uang bukan?! Tak tau malu!! Pantas saja kau membelanya!!" Potongnya sambil menunjuk wajah Camila dengan cara yang sangat merendahkan.


Tali kesabaran Gabriel seketika terputus, dia berhenti tersenyum.


Gabriel memelintir tangan lain yang hendak menyentuh Camila dengan lembut, membuahkan jeritan yang mengerikan.


Orner Mackenzie benar-benar kesakitan sekarang, keringat dingin mengucur dari pelipisnya dan dia dikunci di tanah oleh Gabriel yang tanpa ekspresi, dia hanya bisa berteriak marah "Apa yang kau lakukan?!!"

__ADS_1


Gabriel tidak mengatakan apa-apa, tapi kunciannya lambat laun menguat. Hingga pada tahap Orner tidak bisa mengeluarkan apapun dari mulutnya kecuali raungan kesakitan.


Camila sadar ada yang tidak beres dengan Gabriel, oleh karena itu dia memutuskan untuk mengakhiri masalah dengan caranya sendiri "Paman, apakah kau mau uang?"


Sepatu docmart miliknya hanya berjarak satu senti dari punggung tangan kanan milik pria yang tidak dikunci Gabriel, mengetuk-ngetuk kakinya ke jalan beberapa kali sebelum melanjutkan dengan senyum "Kalau kau mengizinkanku untuk menghancurkan tangan kananmu, aku bisa membayar seratus juta untuk itu."


Dia mulai mengangkat kakinya, bersiap untuk melakukan tindakan "Bagaimana?"


Pada saat ini, terdengar suara bariton seorang pria dari arah pintu restoran "Masih belum selesai?"


Camila menoleh, hanya untuk bertemu dengan pria jangkung berseragam rapi.


Itu adalah sosok pria kulit hitam yang tinggi dan sangat berotot, penuh aura maskulin yang mengintimidasi tapi juga memberikan rasa aman. Ini adalah manajer restorannya, dan pria yang dikabarkan dekat dengan protagonis wanita, Arianna.

__ADS_1


Namanya adalah Raymond Floyd. Kandidat potensial male lead yang baru.


__ADS_2