
Seorang pria berdiri dari kursi perjamuannya begitu dua sejoli tadi melangkah pergi, mendentingkan gelasnya beberapa kali dengan sendok dan baru buka suara saat fokus kerumunan teralih padanya "Seperti yang anda semua tau, keluarga kami sangat ketat dalam mendidik anak-anak. Tapi bukan berarti para panatua menjadi sangat berhati dingin dan menguji kami dengan sesuatu yang diluar kemampuan kami."
Itu adalah Aiden Blazemoche, anak tertua keluarga yang menyelenggarakan perjamuan. Juga pria nekad yang melepaskan seluruh hak warisnya hanya demi seorang pria buangan.
Sosoknya tampak gagah dengan balutan jas navy dan dasi merah, jangan lupakan juga jam tangan emas yang terlilit rapi di pergelangan tangannya.
Pria itu berkata dengan senyum "Adik saya, otak dan wajah keluarga Blazemoche, Camila Blazemoche. Merupakan yang paling menonjol dan wajar bagi para panatua untuk mengujinya dengan lebih berat."
Aiden menatap Chester yang hanya mengangguk kecil, mengizinkannya untuk melanjutkan pembicaraan ini. Senyum Aiden menjadi lebih tulus dan perhatiannya sekali lagi terkunci pada para tamu "Dia berhasil kembali dengan beberapa pencapaian, bahkan saat itu bukan bidang keahliannya sama sekali. Ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kelayakannya sebagai Blazemoche, dan sebagai adikku."
"Tapi dia masih muda, jenius dan sangat berkilau. Memicu beberapa oposisi dan tikus yang memanjat dinding kami" dia melemparkan salah satu cincin chr*mert di tangannya kedalam gelas, lalu memutar-mutarnya.
Sepasang matanya mengedar dari kelompok keluarga Wundervei, keluarga Aubrey, sebelum akhirnya terhenti pada keluarga Harrison dan melanjutkan "Maka dari itu saya harap anda semua yang mengikuti perjamuan ini untuk menjaganya bersama-sama."
Dia secara khusus menatap salah satu orang dari keluarga Harrison dan mengangkat gelasnya satu kali "Alangkah baiknya jika kita bisa membicarakan segalanya diatas meja bersama champagne dan bunga, tidak perlu melibatkan bumbu pedas seperti bom dan darah."
Meletakkan gelasnya kembali, Aiden melunakkan senyumnya dan mengakhiri ini "Hanya itu yang ingin saya sampaikan, maaf sudah mengganggu kesenangan anda. Terimakasih dan silahkan menikmati perjamuannya kembali."
__ADS_1
Perjamuan kembali berjalan, meski kali ini tidak terasa sebebas sebelum Aiden buka suara.
"Aiden, aku tidak mengira kau bisa mengatakan hal semacam itu" seorang wanita mendatanginya dan langsung mengatakan ini tanpa perlu menyapa.
Pria itu menatapnya sekilas dan langsung mendengus tidak senang "Memang tidak, aku benci menjadi penjilat seperti ini. Tapi aku harus melakukannya atau harga saham perusahaanku dan chester akan merosot."
"Adaptif itu bagus" pujinya, yang terdengar lebih seperti cibiran seolah Aiden adalah orang bodoh yang baru mengerti betapa pentingnya itu.
Aiden menahan diri untuk tidak mengguyur wanita bergaun merah ini dengan minuman "Fiona, aku masih pihak netral. Kalau kau mendekati kami untuk menarik sumberdaya kedalam pihakmu, maka aku akan dengan baik-baik memintamu enyah dari sini."
Fiona menutup mulutnya dengan dramatis "Wow. Kau bahkan tidak repot-repot berlagak menyukaiku sebagai ipar, kau pasti sangat membenciku."
"Aiden, membuat musuh bukanlah langkah yang bagus untuk kalian bukan?" Fiona tanpa sungkan duduk di sebelah sepasang pria ini.
Chester langsung mengubah wajahnya, dia benar-benar tidak senang saat waktunya di perjamuan bersama Aiden harus terinterupsi seperti ini "Jangan manja, Fiona. Kau sendiri jelas tidak menyukai pria."
"Apa maksudmu?" Tanyanya.
__ADS_1
Chester tanpa sungkan menodongkan pisau roti ke wajahnya, tentu saja dalam ketinggian yang tidak membuat mereka dicurigai "Kau kira aku buta? Dengan kemampuan dan koneksimu, bukan hal yang sulit untuk memahkotai dirimu sendiri sebagai pewaris. Tapi lihat dirimu, berusaha menghancurkan adik kandungmu sendiri menggunakan Camila."
Fiona menepis lembut pisau ini menggunakan garpu "Bukankah wajar untuk menyingkirkan bibit pesaing? Camila juga melakukannya dengan sukarela."
"Kau memancingnya dengan 12 persen, saat kau tau jelas adikku sangat menyukai uang" Aiden ikut berpendapat sambil menarik tangan Chester yang menggenggam pisau.
Wanita itu hanya menjawab dengan "Semua orang suka uang, Aiden."
"Dan yang kau sukai adalah dia, benar?" Aiden sekali lagi menodongnya dengan pertanyaan.
Fiona hanya tersenyum.
Pria itu mencibir "Sudah kuduga."
"Dimana dia?" Tanya Fiona.
Chester dengan tidak ramah menjawab "Dimana lagi? Tentu saja bersama tunangannya."
__ADS_1
Wanita itu mengangguk pelan sebelum bertanya pada dua orang ini, atau lebih tepatnya pada pria yang sudah mengubah suasana keseluruhan perjamuan "Aiden, bisa ceritakan kenapa kau bisa mendapatkan persetujuan Blazemoche soal Chester?"
Yang ditanya justru menatap pria lain di sebelahnya sebelum menjawab "Aku melepas segalanya, lalu membuat miniatur Blazemoche bersamanya."