Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Logika seorang playboy


__ADS_3

Arianna melotot tak percaya pada apa yang barusan didengarnya, dia sudah menduga bahwa Frost adalah lelaki sombong yang kaya dan kurang ajar. Tapi dia tidak menyangka bahwa Frost adalah lelaki yang begitu hipokrit, membenarkan perselingkuhannya sendiri tapi menghina perselingkuhan orang lain.


Gabriel juga tak bisa berkata-kata begitu mendengar ini, tanpa sadar melepaskan tangan Camila dan melangkah maju untuk memukul kepala orang ini


"Apa-apaan kau? Perselingkuhan? Dihina orang-orang?"


Camila menarik mundur Gabriel dan menyadarkan lelaki ini dengan sebuah kalimat dingin


"Jangan ikut campur."


Dia berdiri berhadapan dengan Frost untuk pertama kalinya


"Frost, mengenai pertunangan kita. Ini baru dilakukan secara lisan dan bisa dibatalkan kapan saja, kau dan aku juga sama-sama masih 15 tahun. Jadi bisa dibilang pertunangan ini sama sekali tidak valid mengingat kita masih dibawah umur. Selain itu mengenai pengkhianatan, harap katakan itu pada dirimu sendiri. Karena kalaupun ada pihak yang tak setia diantara kita, maka kaulah orang yang mengkhianatiku lebih dulu."


Camila menyelipkan rambutnya dibalik telinga dan melanjutkan


"Lagipula kau sendiri yang tidak mau mengakui pertunangan kita."


Frost tampak tidak mendengarkan sama sekali dan menatap sengit perempuan di hadapannya


"Apa? Aku mengatakan itu karena kau hanya menyukai uangku saja, kenapa? Takut keluargamu bangkrut tanpa bantuan keluarga Harrison?"


Camila menatapnya tanpa fluktuasi emosi sedikitpun


"Kalau begitu mari bicarakan ini pada para tetua, untuk membatalkan pertunangan kita."


Frost tampaknya juga tidak menyukai gagasan ini, dia mendorong bahu Camila


"Pembatalan pertunangan bukan hakmu untuk mengatakannya, Camila."


Gabriel tidak tahan lagi


"Kau tidak mau mengakui pertunangan kalian, tapi juga tidak mau memutuskannya. Jadilah dewasa, Frost. Jangan mempermainkan hubungan dan perasaan orang seperti ini! Aku mungkin orang luar, tapi karena itulah aku tau betapa kau suka bermain-main dengan perempuan lain!"


Frost menatapnya dengan penuh kebencian dan mendorong keras pundak Gabriel

__ADS_1


"Jangan menceramahiku! Itu wajar bagi pria untuk memiliki satu atau dua kekasih diluar! Tapi Camila adalah seorang wanita, tidak pantas baginya untuk bersikap seperti pelac*r murahan dengan pria lain!"


Arianna juga menjadi sangat marah, dia merangsek maju dan menampar keras wajah Frost


"Orang gila! Beraninya mengatakan hal semacam itu di hadapan Camila! Kau bilang apa barusan?! Simpanan?! Aku memang miskin, tapi aku tidak semurah itu untuk menjadi perusak hubungan orang!!"


Gabriel juga ikut memukul perut Frost hingga orang itu tersungkur


"Uang sudah merusak otakmu 'kan? Kau lupa bahwa bukan hanya kau saja orang yang memiliki uang disini?"


Namun Frost masih memegangi wajahnya yang barusan ditampar Arianna, Camila merinding karena tau apa yang akan keluar dari mulut male lead badboy ini. Benar saja, Frost tersenyum dan menatap Arianna lekat-lekat


"Baru pertama kali ada orang yang memperlakukanku seperti ini."


Gabriel dan Arianna menjadi tak bisa berkata-kata seketika.


Frost bangkit dari tanah dan tersenyum miring, memberi Arianna mata panas


"Lihat saja nanti."


Lalu dia pergi begitu saja.


"Apakah dia selalu seperti itu?"


Camila hanya menjawab


"Tidak tau. Tidak penting."


Arianna yang masih shock seketika tersadar dan menatap Camila dengan mata bersalah, lalu mulai menangis


"Camila, maaf ... Maafkan aku ... Andai saja aku tidak mencari semanggi, tidak akan terjadi hal seperti ini."


Camila mengeluarkan sapu tangan dan membersihkan wajah gadis ini


"Bukan salahmu."

__ADS_1


Lagipula, kalian berdua adalah tokoh utamanya. Sekalipun kau tidak mau bersamanya, kesadaran dunia akan selalu memiliki cara untuk mempertemukan kalian berdua.


Gabriel menepuk-nepuk pundak Arianna


"Benar, Anna. Bukan salahmu, anak itu saja yang tidak punya otak."


Arianna menangis lebih keras


"Maafkan aku. Padahal aku sudah bilang bahwa aku tidak menyukainya, tapi Frost selalu saja menggangguku."


Camila masih menyeka wajah pihak lain


"Bukan salahmu. Kalau kau takut, tetaplah bersamaku dan jangan jauh-jauh. Aku akan melindungimu."


Bagaimanapun juga, Arianna adalah anak yang polos dan jujur. Dia tidak bersalah, jadi anak ini memang pantas untuk mendapatkan perlindungan.


Arianna menjadi lebih terharu mendengar tawaran Camila, dia menangis lebih keras dan menghambur untuk memeluk gadis itu. Camila juga balas memeluk dan menepuk punggungnya, berusaha menenangkan anak ini. Bagaimanapun juga, tidak buruk berteman dengan tokoh utama.


Namun Gabriel tidak berpikir demikian.


Pikirannya kembali mulai berkeliaran dan tidak fokus akibat tuturan Camila barusan.


Jangan takut.


Jangan jauh-jauh.


Aku akan melindungimu.


Bukankah itu adalah dialog yang biasa diucapkan oleh seorang kekasih?!


Dia menatap horor Camila yang berhadapan dengannya, sementara Arianna sedang memunggunginya.


Apakah Camila sungguh-sungguh menyukai Arianna?!


Camila yang merasakan tatapan pihak lain, balas menatapnya dan mendapati raut khawatir Gabriel. Mengerti bahwa dua orang ini berteman sejak kecil, Camila memahami kekhawatiran Gabriel. Oleh karena itu dia memberi pihak lain seulas senyum menenangkan.

__ADS_1


Namun bukannya lega, Gabriel justru tampak lebih cemas.


Camila jadi bertanya-tanya, sebenarnya apa yang dipikirkan oleh second lead ini?


__ADS_2