Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Kohabitasi


__ADS_3

"Maaf menunggu lama, makan malamnya sudah siap!" Arianna berujar dengan wajah penuh senyum.


Camila yang sedang mengamati seluruh sudut kamar, lantas berhenti melihat-lihat dan duduk di samping Lance yang sedang fokus mengerjakan PR. Gabriel yang membantu pekerjaan di dapur juga tampak baru saja meletakkan celemek, dan sedang mencuci tangannya.


Arianna memutuskan untuk tinggal di lingkungan yang disebutkan oleh sopir keluarga Gabriel tadi, karena menurutnya tidak ada lagi pilihan yang lebih baik daripada ini. Lagipula dengan harga sewa yang agak mahal, tapi sudah mencakup fasilitas memadai dan lingkungan yang nyaman, Arianna tidak bisa mengatakan tidak.


Gabriel juga bisa menjamin bahwa tidak akan ada apapun yang terjadi, jadi Camila cukup tenang untuk sekarang.


Sampai tiba-tiba sebuah potongan sosis masuk ke mulutnya, Camila tersentak dan mendapati Lance adalah pihak yang barusan menyuapinya.


"Sedang memikirkan apa?" Tanya lelaki berambut merah tersebut.


Camila mengunyah dan menelan apa yang ada di mulutnya, lalu menusuk perut Lance menggunakan jari telunjuk


"Itu privasi, lagipula jangan asal memasukkan sesuatu ke dalam mulutku. Tidak sopan, Lance."


"Aiden bilang padaku kalau lambungmu lemah, jadi jangan sampai telat makan" Lance balas menusuk perut Camila menggunakan jari telunjuk.


Gabriel mengernyit melihat tindakan balasan ini dan menegur lelaki itu


"Lance, kau tidak boleh seenaknya menyentuh lawan jenis seperti barusan. Tindakan itu tidak pantas."


"Camila menyentuhku lebih dulu, tentu saja aku harus membalasnya. Lagipula, aku tidak menyentuh tempat yang aneh. Jangan terlalu kaku, Gabriel" balasnya.


Camila menatap Gabriel dengan tenang, membuat laki-laki perak ini agak gelisah dan bergerak tidak nyaman. Pihak lain juga terus meliriknya dan Lance dari waktu ke waktu, yang agak aneh.


Bukankah second lead harusnya membantu protagonis untuk memindahkan masakan dan piring?


Kenapa second lead justru mengurusinya? Karena moralitas?


"Tak apa, Gabriel. Sama sepertimu dan Arianna, aku dan Lance tidak akan saling merusak satu sama lain" jelasnya.


"Bukan itu yang- sudahlah, tidak apa-apa."


Arianna meletakkan piring terakhir dan duduk di sampingnya, turut berkomentar


"Gabriel, kau akhir-akhir ini jadi aneh."


"Bukankah dia memang selalu aneh?" Tanya Camila sambil mulai menuangkan air minum di gelas masing-masing.


"Seingatku dulu Gabriel tidak seaneh ini, Camila" balas Lance sambil membersihkan setiap piring menggunakan lap bersih.


"Kau menyadarinya juga 'kan? Taukah kalian bahwa di kelas dia juga bertingkah aneh?"


Camila jadi teringat bahwa protagonis, male lead dan Second lead memang teman sekelas. Kenapa dia tidak menduga hal semacam ini sebelumnya?


"Anna, hentikan" cegah Gabriel.

__ADS_1


Arianna melotot kesal dan memasang sikap seseorang yang siap bergosip


"Tidak. Kau selalu menatapku tanpa mengatakan apa-apa, tapi begitu aku bertanya ... Kau justru membalas dengan pertanyaan apakah Camila sudah me-"


"Oke, hentikan. Berhenti membahas tentangku!" Potong Gabriel.


"Gabriel, kau mau menikungku?" Tanya Lance, setengah bercanda.


"Memangnya kau menyukai Camila?" Gabriel yang awalnya ingin membantah, justru fokus pada sesuatu yang lain akibat shock.


Lelaki berambut merah tersebut menyenderkan kepalanya ke pundak Camila


"Tidak boleh?"


Gabriel merasa tidak nyaman akan hal ini


"Demi Tuhan, Lance. Camila ada tepat di sebelahmu, kau tidak malu?"


Lance tertawa dan merangkul pundak Camila yang lain, setengah memeluknya


"Kenapa harus? Dia sudah tau kok."


Dia sungguh tidak bisa mempercayai ini


"Serius?"


Pihak lain tertawa


Dengan tatapan kosong seolah jiwanya melayang, Gabriel menoleh


"Camila?"


Yang dipanggil hanya mengangguk dan mulai makan.


Entah kenapa dada Gabriel terasa agak kesal


"Itu saja?"


"Lalu?"


Arianna juga sudah menggeser posisinya ke tempat yang lebih nyaman dan bertanya


"Kalian tidak berkencan?"


Lance tidak bisa mengikuti arah pembicaraan yang tiba-tiba berubah haluan


"Sebentar, kita sedang membahas apa sih sebenarnya?"

__ADS_1


"Kau yang menyukai Camila" jelas Gabriel.


"Lalu apa hubungannya dengan kami berkencan atau tidak?" Dia mengangkat sebelah alisnya.


Arianna nyeletuk


"Bukankah normal untuk orang yang memiliki perasaan khusus untuk bersama?"


Lance menjawab


"Normal untukmu, Anna. Tapi baik aku dan Camila sudah bertunangan, jadi begitulah."


"Kau punya tunangan?!" Gabriel shock.


"Memangnya kau tidak?"


"Tidak."


Lance menghembuskan nafas panjang dan berujar dengan nada sedikit iri


"Kalau begitu kau beruntung sekali, lahir di keluarga yang tidak memprioritaskan keuntungan dan kerjasama."


Arianna tidak bisa mengerti


"Camila, kalau kau tersiksa dengan pertunanganmu. Kenapa tidak putus saja? Ini tidak seperti kau mencintai Frost Harrison."


Camila menggeleng dan menjawab


"Memang tidak. Tapi pertunangan keluarga seperti kami, tidak semudah dan seindah suka atau tidak suka. Karena begitu kami terikat pertunangan, itu berarti pondasi kerjasama kedua perusahaan besar juga menguat. Pertunangan kami adalah rantai pengikat yang mengamankan ekonomi ribuan karyawan dan bahkan beberapa terhubung dengan pemerintah. Kalau kami putus hanya sebatas karena tidak suka, maka kami harus membuktikan bahwa kami lebih dari layak untuk mengembangkan perusahaan sendirian dalam masa percobaan tiga bulan."


"Intinya di pundak kami ada tanggungjawab mengurus seluruh karyawan dan juga resiko campur tangan politik. Kalau mereka putus hanya karena alasan emosional, itu akan sangat menghancurkan dan tidak bertanggung jawab. Makanya Frost lebih memilih selingkuh daripada putus dari Camila, bagaimanapun juga anak ini adalah salah satu pemegang saham di perusahaannya" tukas Lance.


Kening Arianna berkerut


"Rumit sekali"


Lance setuju


"Memang, menjadi kaya tidak seindah yang kau pikirkan. Ada terlalu banyak tanggungjawab"


Seolah teringat sesuatu, dia menyenggol gadis di sebelahnya


"Tapi, Camila ... Kalau kupikir-pikir memang sudah agak lama sejak terakhir kali."


Camila menjawab tanpa menoleh


"Aku akan berpura-pura tidak mendengar ini, Lance."

__ADS_1


Lance menggenggam tangan pihak lain dan menyeret suaranya saat berkata


"Ayolah Camila, mari berkencan."


__ADS_2