Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Hidup baru


__ADS_3

Yang menyelamatkan protagonis wanita selama ini bukan salah satu dari para pemeran pria, melainkan Camila.


Yang membantu protagonis wanita lepas dari keluarganya yang abusif juga bukan pemeran pria, melainkan Camila.


Yang memberikan pekerjaan dan rumah baru untuk protagonis wanita juga bukan para pemeran pria, melainkan Camila.


Dan yang membuat protagonis wanita termotivasi untuk menjadi lebih baik, juga bukan salah satu dari pemeran utama pria ... Melainkan Camila.


Dan Camila, si penjahat sendiri baru menyadari semua ini sewaktu Gabriel menangis terisak-isak di dalam pelukannya, menyebutkan semua kebaikan Camila untuk Arianna satu persatu. Gadis itu mengusap-usap punggung Gabriel dengan ekspresi rumit saat itu, dan berpikir memang wajar bagi kesadaran dunia untuk salah paham, mengartikan kebaikan dan simpatinya sebagai buah dari romansa antara dua wanita.


Camila tidak anti pada pelangi karena kakaknya juga pelangi. Tapi bukan berarti dia mau terjun ke komunitas itu!


Untuk Raymond Floyd sendiri ... Pria itu berada dalam posisi yang canggung saat ini, karena Raymond bahkan tidak pernah disebutkan dalam novel sebelumnya. Tapi Camila yakin bahwa pria itu adalah kandidat terbaik sebagai pengganti Frost Harrison, bukan dirinya.


Untung saja perjamuan malam itu berjalan lancar, dan tidak ada satupun yang mengusik meski sudah jelas penampilan mereka semua tampak berantakan. Aiden dan Chester juga kembali lebih awal malam itu, mungkin untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting diantara keduanya. Apapun itu, dia tidak peduli.


Tangannya memegang sekotak suplemen, berjalan dengan tenang ke bangsal rumah sakit umum. Sesekali ia akan menyapa beberapa perawat yang lewat dan juga anak-anak yang menatapnya dengan mata penuh selidik. Ada juga beberapa paman dan bibi yang tampak baru selesai membesuk orang, dan mereka bertukar salam sederhana sebelum meninggalkan privasi untuk satu sama lain.


Camila mengetuk pintu sebanyak tiga kali, mendengar suara seorang wanita muda yang menjawabnya. Dia membuka pintu tanpa sungkan, bertemu pandang dengan seorang wanita muda yang duduk diatas kasur. Tentu saja bersama seorang pria dewasa berkulit gelap, yang sedang mengupas apel berbentuk kelinci untuknya.


"Camila, kau datang?" tanya si gadis, sangat antusias.


Raymond yang melihat gerak-gerik Arianna yang seolah ingin melompat turun dari kasur, dengan sigap memegangi kedua pundaknya dan mendorong pihak lain agar kembali berbaring "Tidur!"


"Arianna, bagaimana kabarmu?" tanya Camila sambil memberikan kotkanya pada pihak lain.


Namun yang mengambilnya adalah Raymond yang tampak sangat tidak mengharapkan kehadirannya disini, Arianna menyikut pria itu diam-diam dan merespon dengan "Aku sehat, nanti sore aku sudah bisa keluar dari rumah sakit."

__ADS_1


"Syukurlah" Camila merespon singkat karena sudah terbiasa.


Raymond yang sedang mengupas apel menghela nafas panjang dan tiba-tiba bertanya "Jadi bagaimana respon keluargamu?"


Arianna tampaknya sudah teringat oleh sesuatu dan ikut bertanya "Benar! Kudengar kalian secara resmi mengakhiri pertunangan, tapi tidak dengan kerjasama? Bagaimana respon orangtua kalian?"


Camila mengingat tampilan punggung penuh luka milik Fiona, lalu menjawab "Untuk Blazemoche sendiri, aku sudah mempersiapkan kemungkinan ini beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk Harrison, Fiona bilang aku tidak diizinkan ikut campur karena dia bilang bisa mengatasinya sendiri."


"Kudengar dari Lance, posisi Frost menerima pukulan yang menghancurkan di keluarga utama karena ini? Apakah anak itu baik-baik saja?" tanya Raymond sekali lagi.


"Ah ... Anak itu memang bodoh, tapi dia tidak sebodoh yang kalian dan aku kira. Jadi dia baik-baik saja ... Kurasa? Aku juga sudah berjanji akan membantunya" balas Camila.


"Maksud dari pukulan yang menghancurkan itu ... Apa?" tanya Arianna.


Raymond menjadi pihak yang menjawab pertanyaan ini "Maksudnya adalah ... Dia bukan lagi pangeran Harrison."


"Tidak seekstrim itu, Anna" sahut Raymond.


Camila kali ini mengambil inisiatif untuk menjelaskan "Maksud dari dia bukan lagi pangeran adalah Frost tidak akan memiliki hak istimewa lagi dalam keluarga. Jika dia ingin mewarisi perusahaan Harrison, maka dia harus belajar sendiri dengan bekerja mulai dari kedudukan terbawah di perusahaan. Apabila dia ingin menyerah pada Harrison dan ingin membangun perusahaan sendiri seperti Chester, dia juga harus mencari modal serta dukungannya sendiri tanpa sedikitpun campur tangan Harrison. Dengan karakternya yang seperti monyet api itu, kau pikir dia bisa menanggung penghinaan semacam ini?"


Arianna tampaknya mengerti, tapi tidak menghentikan mulutnya untuk mencemooh "Kenapa dia sangat tidak suka bekerja keras?"


Raymond menjejalkan sepotong apel kedalam mulut Arianna dan merespon dengan "Sebenarnya kalau dia tidak mau bekerja keras, setidaknya dia harus sepintar Aiden atau Chester, bisa juga selicik Camila atau manipulatif seperti Gabriel. Dengan itu, dia tidak harus bekerja keras dan hanya tinggap memainkan aset yang saat ini dia miliki saja."


Arianna yang terbiasa dijejali makanan oleh Raymond manggut-manggut mengerti dan mengernyit "Bodoh sekali orang yang mau hidup bersama dengan pria seperti itu."


Mendengar ini, sudut mulut Camila dan Raymond berkedut.

__ADS_1


"Hah? Lihat siapa yang bicara? Bukankah dulu kau sampai membunuh nyaris semua orang dan bahkan memiliki anak dengan 'pria seperti itu'?" sindir Raymond tanpa sungkan.


Arianna langsung merona karena malu sekaligus tidak terima, meluncurkan prots dengan kerasĀ  "Itu 'kan masa lalu! Lagipula bukankah wajar bagi setiap orang untuk membuat kesalahan? Itu manusiawi!"


"Tapi akibat dari kesalahanmu itu sangat tidak manusiawi, Anna! Kau bodoh!" maki Raymond sambil menjejali apel ke mulut protagonis wanita dengan cara yang agak kasar.


Sontak Arianna tersedak dan batuk hebat, raut kesal Raymond sontak berubah menjadi panik. Pria itu buru-buru menepuk punggung Arianna keras-keras, lalu menuangkan ait hangat untuk si wanita. Tak lupa mengusap lembut punggungnya sebwgai bentuk upaya menenangkan.


Camila melihat ini dalam diam, tidak berkomentar apa-apa.


Dia hanya terkejut bahwa keduanya bisa membicarakan itu tanpa takut pada kesadaran dunia, sepertinya Raymond lambat laun akan merebut posisi Frost sebagai male lead secara mutlak. Dia hanya berharap semoga tidak muncul penjahat baru yang juga menggantikan dirinya, atau second lead baru yang akan membuat kisah mereka berdua tidak berjalan mulus.


Karena plotnya sudah runtuh dan dunia ini tampaknya sudah menjadi dunia mandiri yang baru.


Dengan harapan seperti itu, Camila memutuskan untuk menggoda dua orang di hadapannya ini sedikit dengan mengatakan "Kalian tampak cocok satu sama lain."


Sontak ini membuat wajah Raymond menjadi semerah kepiting, sayangnya wajah Arianna masih tampak lempeng dan tenang.


Pada saat Raymond dengan sengit membantah "Bodoh! Jangan seenaknya membuat asumsi!"


Arianna dengan riang merespon dengan "Tentu saja cocok. Ray selalu membantuku di temoat kerja, dia sudah seperti keluargaku sendiri selain Camila dan Gabriel!"


Bantahan Raymond yang terkesan tsundere sontak terhenti dan dia menatap Arianna dengan sorot tak percaya, tapi memutuskan untuk tidak mngatakan apa-apa.


Camila yang ada di samping juga tidak lagi mengatakan apa-apa, membuat suasana menjadi canggung.


Untung saja saat ini mereka diselamatkan oleh suara pintu yang terbuka, menampilkan sosok Gabriel yang juga membawa kotak hadiah.

__ADS_1


Pria berambut perak itu melihat kebisuan mereka bertiga dan mengajukan pertanyaan "Apa aku mengganggu?"


__ADS_2