Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Antagonis dan Figuran


__ADS_3

Camila berkedip tenang bahkan saat Lance menatapnya penuh harap, didepan Arianna dan Gabriel. Rambut merah laki-laki ini tampak berapi-api seperti dirinya, sangat cocok. Dia dengan ringan menghembuskan nafas panjang dan melepas genggaman tangan pihak lain.


"Jangan konyol" tegasnya.


"Ini hanya kencan, Camila. Ayolah" Lance masih bersikeras.


"Aku bukannya mengajakmu untuk selingkuh atau langsung menikah, ini hanya kencan" lanjutnya.


Camila memutar bola matanya, jengkel


"Lance, kau tidak menyukaiku sampai sebanyak itu."


"Memang tidak, oleh karena itulah aku hanya mengajakmu untuk sekedar berkencan. Minum teh dan makan cake sambil bercerita atau apalah" Lance melirik Arianna yang masih terdiam dan tampak penasaran akan kelanjutan ini semua.


"Hanya berdua, tentu saja" tegas si rambut merah.


Bagaimanapun juga Camila sudah mengembangkan kebiasaan untuk membawa Arianna kemana-mana, bohong jika Lance mengatakan bahwa dia tidak cemburu. Meskipun dia tau Arianna adalah anak baik dan polos, tapi dia tidak suka dengan aura gadis berambut hitam panjang dan lurus ini.


Arianna Mackenzie, seolah membawa kesan bahwa dia adalah gadis yang harus dikurung dan diperebutkan oleh banyak orang.


Lance tidak suka auranya, bukan orangnya.


Dia sendiri pada awalnya nyaris terpengaruh, tapi karena dia sudah lama berteman dengan Camila. Maka dia bisa lepas dari tarikan aneh tersebut dan memilih untuk menempeli Camila sepanjang hari.


Dan kalau kita sedang membahas Arianna, tentu saja kita juga akan membahas tentang Gabriel. Lelaki berambut perak yang sangat cantik dan ramah, jenius yang punya pesona serta sangat layak untuk menjadi raja sekolah atau bahkan seorang idola.


Lance bukan gay, oke?


Namun dia tau pasti bahwa jika dibandingkan dengan raja sekolah saat ini, Frost Harrison. Gabriel jauh lebih unggul dibandingkan tunangan Camila tersebut.


Soal tampang?


Penampilan kedua lelaki ini sama-sama berkilau dan lembut. Frost dengan rambut pirang dan mata birunya, membawa kecantikan klasik yang keluar dari lukisan. Sementara Gabriel dengan rambut perak dan mata ungunya, memberi kesan bahwa dia adalah orang yang sangat suci, tapi menolak untuk bertemu satupun dari mereka.


Yang lebih menarik adalah kepribadian keduanya, yang sangat bertolak belakang seperti positif dan negatif. Tentu saja Gabriel berada di sisi positifnya.


Namun anehnya, sangat sedikit orang yang mengenal Gabriel dan ada terlalu banyak orang yang mengenal Frost. Seolah laki-laki jenius, rupawan dan ramah tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan laki-laki sampah, playboy dan bahkan tidak lebih tampan darinya.


"Itu ... Kau tidak seharusnya memaksa Camila kalau dia tidak mau" Gabriel menyela.

__ADS_1


Camila merespon dengan menaikkan sebelah alisnya, ada apa ini?


Arianna dan Lance bahkan sampai batal memasukkan makanan ke dalam mulut mereka.


"Kau memperlakukanku seperti Frost Harrison?" Tanya Lance, tentu saja dia kurang senang disamakan dengan b*jingan.


"Sudahlah, hentikan" Camila menyela.


Dia tidak suka keributan, dia juga merasa aneh dengan second lead yang tiba-tiba peduli padanya selain dengan urusan Arianna.


Lagipula, Lance hanya ingin mengajaknya berkencan. Itu sama sekali bukan apa-apa, meskipun di kehidupan sebelumnya dia tidak pernah melakukannya. Setidaknya Camila memiliki beberapa pemahaman akan berkencan.


"Mau kemana?" Dia akhirnya bertanya pada Lance di sebelahnya.


Mendengarkan lampu hijau dari Camila, Lance tersenyum lebar dengan mata berbinar senang


"Aku belum memiliki rencana untuk saat ini, tapi terlalu membosankan jika menuruti rutinitas bukan?"


Camila menyesap air di gelasnya, menjawab


"Aku juga tidak mau mengikuti rutinitas."


"Hei!" Gabriel memekik tidak terima begitu mendengar kata 'berkemah'.


Tapi Camila mengacuhkan pekikan Gabriel dan merespon dengan kening berkerut


"Aku tidak mau berolahraga di akhir pekan, Lance."


"Kalau begitu ... Melihat bintang?"


Camila tampaknya tertarik akan hal ini dan menanyakan lokasi tepatnya


"Observatorium Sovereign?"


Lance mengangguk begitu mendengar salah satu nama Observatorium milik kerabatnya


"Mn. Akan ada hujan meteor dalam tiga hari, mari melihatnya bersama? Aku tidak akan membuatmu lapar ataupun kedinginan."


"Heh!!" Gabriel sekali lagi memekik protes akibat salah fokus.

__ADS_1


Tapi Camila lagi-lagi mengacuhkannya dan bertanya, bagaimanapun juga mustahil Lance sebaik itu saat berkencan dengan seseorang yang bahkan bukan kekasihnya


"Biasanya kau cukup pelit, pasti harus ada yang kubayar bukan?"


Benar saja, pihak lain cengengesan


"Kudengar kau mendapatkan nilai sempurna dalam pelajaran memasak, bisakah kau membuatkan aku sesuatu?"


Camila berpikir sejenak sebelum menyetujui usulan ini


"Boleh. Tapi kau harus berjanji untuk membuatku tetap hangat."


"Lambungmu sakit lagi?" Gabriel bertanya, bagaimanapun juga Lance baru saja mengatakan bahwa pihak lain memiliki lambung yang lemah.


Sebagai respon, Camila menggeleng


"Tidak. Hanya siklus bulanan."


Gabriel terdiam dengan wajah merah, sekarang Lance kembali mengajukan pertanyaan


"Sekarang bagaimana perasaanmu?"


"Cukup tidak nyaman" jawabnya.


Arianna yang merupakan satu-satunya gadis selain Camila, mengerti betapa tidak nyamannya nyeri pasca menstruasi. Jadi dia berdiri dari duduknya dan mengajukan diri untuk membantu


"Camila, akan kubuatkan gula merah hangat untukmu. Tunggu sebentar."


Dengan itu, si tuan rumah pergi.


Lance yang mendapatkan apa yang dia mau, meraih tangan Camila untuk dimainkan sambil sesekali bersenandung. Camila yang tangannya dimainkan dan memiliki beban tambahan di bahunya, juga diam saja. Baginya, bersama Lance yang hanya figuran terasa jauh lebih nyaman dibandingkan dengan para anak dunia.


Namun orang lain sepertinya tidak berpikir demikian.


"Camila."


Yang dipanggil menoleh dan mendapati raut serius milik second lead, untuk pertama kalinya tidak memiliki senyum maupun aura lembut disana.


"Kita perlu bicara" tegas Gabriel.

__ADS_1


__ADS_2