
Gadis yang bersembunyi diluar bilik sambil membawa kereta makanan, melihat ketiga temannya dan fokus pada Camila. Agaknya dia merasa kurang senang melihat Gabriel yang tampak dalam posisi canggung.
"Aku tim Gabriel! Camila, kau bisa dengan tenang menerima ajakan kencan Lance, tapi kenapa tidak dengan Gabriel? Kalau seperti yang kau bilang, bahwa kencan ini hanyalah jalan-jalan berdua ... Lalu kenapa tidak bisa kencan dengan Gabriel?" Seragam pelayan yang dipakainya tampak sedikit berkibar berkat hebohnya pergerakan Arianna.
Lucunya, meski tampak berapi-api, si protagonis tetap meletakkan masing-masing hidangan diatas meja. Lalu merapikan semuanya, berdiri disamping sambil memelototi Camila.
Melirik setiap hidangan yang tampak berkilauan dan sangat harum, Camila jelas tidak memiliki kesabaran ekstra untuk beramah-tamah dan menjawab "Gabriel menyukaiku, sedangkan Lance tidak."
Seperti biasa, Arianna selalu tampak kebingungan akan logika Camila "Uh ... Tetap saja, aku tidak bisa menerima Gabriel diperlakukan seperti ini."
Disebutkan namanya berkali-kali seolah dia tidak ada disana, Gabriel menyahut dengan nada ramah "Camila, bagaimana kalau-"
"Tidak" potongnya dengan kejam.
Ditolak, Gabriel kembali cemberut "Aku 'kan belum mengatakan apapun."
Tidak ada seorangpun dari mereka yang mengambil garpu, oleh karena itu dia akan merasa aneh dan kurang sopan kalau mulai makan sendiri "Kau yang sekarang itu menyeramkan, Gabriel. Aku tidak mempercayaimu."
Gabriel membuat tanda damai, secara alami membalas bersungguh-sungguh "Aku tidak akan melakukan apa-apa, aku warga negara yang baik dan taat hukum."
Camila sendiri tau bahwa second lead memang biasanya sempurna, lebih sempurnanya dibandingkan male lead. Hanya saja ...
"Aku tidak ingin membicarakan ini lagi" akan terlalu kurang ajar jika dia terus membuat-buat alasan jika semuanya sudah sampai ke titik ini.
Gabriel adalah orang baik, tapi bukan berarti pria ini harus terus mengalah demi memuaskan egonya sendiri.
__ADS_1
Dia tidak nyaman akan perasaan yang sangat membebani seperti ini, tapi setidaknya Gabriel sangat menghargainya.
"Gabriel, kalau kau memang sungguh-sungguh menginginkan kencan. Kau harus antri, jangan memilih tempat yang berada dalam jangkauan publik" finalnya.
Bagaimanapun juga, seperti yang dikatakan Arianna. Ini hanya kencan, tidak ada ruginya.
Meski merasa senang sampai rasanya dia ingin menghancurkan kaca, Gabriel masih bisa menahan diri. Karena masih ada satu hal yang cukup mengganjal di benaknya "Tapi ... Bukankah kau bilang kau tidak mempercayaiku?"
Ini sangat kontradiktif, tidak seperti Camila.
Gadis itu tidak mencoba menjelaskan atau mengklarifikasi apapun, meski apa yang dipikirkan Gabriel sudah tertulis jelas di wajahnya.
Dia menjawab santai namun serius "Aku ingin menguji coba."
"Artinya aku punya kesempatan?" Manik ungu cerah Gabriel tampak meledak oleh bintang-bintang, berkilau.
Agar suasana tidak menjadi lebih kusut lagi, Lance menepuk tangannya "Oke, sudah cukup tentang kalian. Yang akan dikencani Camila hari ini adalah aku, aku adalah pacarnya untuk satu hari."
Gabriel memberikan senyum yang tidak mencapai mata sebagai balasan.
Arianna yang mengawasi di samping, merasa campur aduk dan bingung "Aku benar-benar tidak mengerti kalian para orang Borjuis, pewaris bisnis keluarga besar memang menakutkan."
Lance terkekeh kecil mendengar penuturan jujur anak ini, berujar "Yang kau lihat hanya puncak kecil dari bongkahan es, Arianna. Kau akan terkejut kalau tau lebih banyak dari ini. Lebih baik kita makan saja masakanmu, membicarakan masalah personal di lingkup publik bukanlah keputusan baik."
Arianna memutuskan untuk tidak terlalu banyak berpikir, lagipula semuanya baik-baik saja. Sayangnya dia tidak bisa ikut makan bersama teman-temannya, walaupun ingin "Bagus! Sayang sekali ini masih jam kerja, jadi aku tidak bisa makan bersama kalian."
__ADS_1
"Kalau begitu lain kali pilih hari dimana kita semua senggang, Anna. Kau sudah bekerja keras, terimakasih atas traktirannya. Lain kali giliranku" tawar Gabriel, tentu saja dengan senyum teduhnya yang biasa.
"Oke, kalau begitu nikmati makanannya! Jangan sampai ada sisa, kalian harus makan banyak. Terutama Camila!" Dia melambaikan tangannya dan beres-beres sedikit, lalu melenggang pergi.
Lance tidak lagi memperhatikan dan mulai fokus mengamati apa yang disajikan oleh temannya, menilai "Beef Burguignon, Soupe a l’oignon dan ... Lihat, dia bahkan sampai secara khusus memasakkan Confit de Canard untuk kita. Kudengar hidangan ini harus dimasak selama 36 jam bukan? Anna benar-benar sangat menyukai Camila."
Camila sudah mulai memotong hidangan pertama, tampak lempeng "Yah ... Aku juga menyukai diriku sendiri."
"Jawaban macam apa itu? Bisakah kau berhenti bersikap superior?" Setelah rasa sukanya memudar, Lance merasa bahwa Camila memang sesekali harus dipukul.
Sementara yang diajak bicara hanya fokus mengunyah, lalu menjawab "Tapi aku superior."
Lupakan saja, ada sesuatu yang lebih layak untuk dibicarakan daripada ini.
Lance semakin yakin kalau Camila sudah salah pergaulan, tepatnya setelah menjalani pelatihan militer. Hukuman fisik keluarga Blazemoche yang akan diterima gadis ini, pasti akan lebih serius nantinya.
"Aku memiliki sesuatu yang penting dan ingin segera kubicarakan denganmu, Camila" Lance menggodanya dengan gestur yang sangat dihafal oleh mereka.
Ini masalah bisnis.
"Siapa? Kapan?" Tanyanya.
"Kau tidak mengenalnya, tapi Arianna mengenalnya dengan sangat baik. Kujamin kau tidak akan menyukainya" pancing Lance.
Gabriel menyimak di samping dan tidak melewatkan detail sekecil apapun dari percakapan dua orang ini, merasa lega bahwa ini bukan tentang sesuatu yang bersifat emosional.
__ADS_1
Dia mengetuk garpunya ke piring, meminta atensi sebelum bertanya "Biar kutebak, antara rumor atau percobaan pembunuhan bukan?"