Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Renungan


__ADS_3

Camila membuka matanya dan mendapati lingkungan yang asing, dia berkedip beberapa kali dan bangkit dari kasur untuk mengamati sekeliling. Dilihat dari dekorasi dan tata letak barang, ini jelas merupakan kamar khusus untuk tamu.


Dia sontak tau laki-laki mana yang dengan terang-terangan berani 'menculiknya'.


Camila melihat termos putih dengan corak bunga Magnolia di meja sebelah ranjang, dengan catatan di bawahnya yang bertuliskan.


Aku sudah meminta izin pada Aiden, kakakmu juga sudah meminta sopir keluarga Blazemoche agar mengirim seragam sekaligus perlengkapan sekolahmu kemari besok pagi. Jadi kau bisa istirahat, Camila. (/・ω・(-ω-)


"Apa sih ..."


Meski merasa cringe teramat sangat, dia tidak memungkiri bahwa perlakuan seperti ini benar-benar manis.


Perlakuannya, juga orangnya.


Camila membuka termos untuk memeriksa isinya, teh jahe kunyit.


Dengan gula merah.


Figuran ini benar-benar memanjakan penjahat sepertinya, Camila tidak tau harus menangis atau tertawa begitu mengingat ini. Akan bagus sekali jika dia bisa bersama Lance, tapi akan sangat melelahkan jika harus bergesekan dengan plot armor para anak dunia sekaligus kesadaran dunia.


Begitu dia menghabiskan secangkir kecil teh, dia menyadari bahwa ada tulisan kecil di sebelah tulisan tadi. Dia melihatnya dari jarak lebih dekat dan mengernyit heran.


Buka ponselmu.


Meski malas, Camila tetap membuka ponselnya. Mendapati ada pesan baru selain dari orang-orang Blazemoche, Arianna dan ... Gabriel?


Arsipkan saja orang terakhir.


Camila membaca pesan dari Lance, yang hanya mengirimkan satu pesan suara berdurasi lima detik. Tanpa pikir panjang, dia membukanya karena penasaran.


Dan ternyata itu adalah pesan suara berisi ciuman panjang selamat malam.

__ADS_1


Karena geli bercampur kaget, Camila tertawa terbahak-bahak. Seolah melupakan bahwa dia adalah nona muda jenius yang mengambil peran sebagai penjahat dalam dunia ini, dan ditakdirkan untuk berakhir menyedihkan di tangan tunangannya sendiri yang dia perjuangkan sepenuh hati.


Saat ini, dia hanya ingin tertawa.


Dan pihak yang sudah membuatnya tertawa, tersenyum kecil diluar pintu kamar. Mendengarkan tawa langka dari gadis yang dia suka, dan ingin dia jaga sebagai saingan sekaligus teman. Lance tertawa kecil sambil menenteng piyama baru yang dia ambil dari salah satu hadiah perjamuan, lalu berbalik pergi.


Dia tidak mau merusak suasana hati Camila.


Lain Lance, lain pula dengan pihak yang chatnya diarsipkan langsung tanpa dibaca.


Gabriel insomnia.


Dia memikirkan perkataan Lance berkali-kali dalam kepalanya.


"Aku menyukai ... Anna?"


Dia benar-benar kebingungan.


Kenapa dia mengatakan hal semacam itu saat Lance bertanya soal perasaannya pada sahabatnya?


Bahkan sekalipun dia tau bahwa Arianna bukan tipenya, entah kenapa dia selalu berdebar saat melihat sahabatnya. Dan itu bukanlah debaran jantung alami saat dia menyukai seseorang.


Debaran jantung saat menyukai seseorang, akan dimulai secara bertahap. Mulai dari rasa senang, disusul gugup kemudian takut berbuat salah, dan terakhir barulah debaran jantung.


Namun saat dia melihat Arianna, jantungnya langsung berdebar kencang tanpa perasaan khusus yang mengikuti sebelum atau sesudahnya. Hanya debaran kencang dari jantungnya.


Seolah dia dipaksa untuk menyukai Arianna.


Aku tidak menyukai Anna.


Aku tidak menyukai Anna.

__ADS_1


Namun begitu Gabriel membuka mulutnya untuk mengulang perkataan didalam kepalanya, yang keluar justru kalimat


"Aku ... menyukai Anna."


Gabriel mengernyit tidak senang.


Apa-apaan ini?


Dia kembali mengulang hal itu berkali-kali, tapi tetap saja yang keluar dari mulutnya adalah


"Aku menyukai Anna."


Gabriel bahkan sempat curiga, apakah Arianna melakukan sesuatu padanya?


Namun jika memang iya, kenapa baru sekarang saat mereka mengenal Camila?


Kenapa bukan saat mereka masih anak-anak? Bukankah lebih baik memupuk perasaan sebagai Childhood sweet heart dibandingkan cinta monyet biasa?


Dan alasannya?


Kalau soal tampang, banyak yang lebih rupawan daripada Gabriel. Demikian pula soal materi dan kemampuan finansial, banyak yang lebih baik darinya.


Oleh karena itu Gabriel menolak gagasan bahwa Arianna adalah pemicu ini semua.


Untuk saat ini, Gabriel hanya bisa terus menerus mengulangi kalimat 'aku tidak menyukai Anna' hingga pagi, seperti mantra ajaran sesat.


Saat Gabriel merasa bahwa dia bisa pingsan kapan saja dengan kepala terasa berat, dia seolah mendengar sesuatu yang terpotong.


Kemudian disusul oleh suara sesuatu yang pecah.


Suara pertama berasal dari jantungnya, dan suara kedua berasal dari kepalanya.

__ADS_1


Begitu dia mendengar suara ini, kesadaran Gabriel langsung anjlok ke titik nol dan dia pingsan.


Dengan hidung dan mulut berdarah.


__ADS_2