Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead
Frost Harrison


__ADS_3

Camila melambaikan tangannya pada Arianna yang dengan ceria menaiki sepeda, hendak pulang ke rumah sewaan kecilnya. Keduanya terus melambaikan tangan sampai Arianna berbelok di tikungan, meninggalkan Camila di gerbang sekolah sendirian dengan para siswa yang juga hendak pulang.


Dia belum menghubungi sopir keluarga dan tidak berniat untuk menghubunginya saat ini, dia ingin berjalan-jalan sebentar menikmati senja tanpa gangguan dari para anak dunia.


Namun dia melupakan satu gangguan terbesar.


"Camila, berhenti kau!! Aku mau bicara!!"


Gadis itu menghela nafas panjang untuk menenangkan diri agar tidak emosi, menekan tombol pada pena di sakunya, lalu berbalik dan mendapati Frost dengan seragamnya yang tidak rapi sedang berjalan angkuh ke arahnya. Laki-laki itu tampak marah seperti biasa, bahkan dengan sok membuka kancing seragamnya seolah ingin berkelahi.


Camila bahkan tidak memberi respon berarti selain berkedip beberapa kali, bahkan saat Frost sudah tiba di hadapannya dengan marah.


"Kau benar-benar perempuan berhati keji" itu adalah kata pertama yang dikatakan olehnya.


"Oh."


"Kau tidak punya sopan santun dan tidak tau diri! Beraninya kau membully Arianna dan memaksanya bersujud di kakimu!!" Teriaknya, membuat para siswa di sekitar penasaran akan apa yang terjadi dan mulai mengerumuni.


Frost mengambil satu langkah lagi dan menunjuk wajah pihak lain


"Jangan berlagak suci!! Kau bahkan tidak sebaik Arianna dalam hal apapun! Kau kira dirimu pantas bersanding denganku dengan kepribadian itu?!!"


"Kenapa dengan kepribadianku?" Camila bertanya dengan tenang.


Melihat bahwa semakin banyak siswa berkerumun, Frost semakin percaya diri dalam 'mengekspos' tunangannya yang 'tidak bermoral'


"Kau masih bertanya?! Kau mata duitan!! Matre!! Tukang selingkuh dan tukang bully!! Sombong! Narsis! Bahkan wajahmu saja tidak natural! Monster oplas penipu!!"


Camila berlagak terkejut dengan tangan yang menutupi mulutnya


"Oh. Tau darimana?"


Merasa direndahkan, Frost memotong jarak mereka kembali


"Tentu saja aku tau!! Kau benar-benar menjijikkan, Camila!!"


Gadis itu memutar bola matanya

__ADS_1


"Ya, sudah. Putuskan saja pertunangannya."


Kalimat ini sontak membuat kerumunan terkesiap dan berbisik-bisik lebih keras, beberapa bahkan ada yang menuding Frost sebagai pemicu dan tukang selingkuh.


Tentu saja ini melukai ego si male lead bad boy


"Jangan sok!! Kau tidak berhak memerintah Tuan muda ini!! Dasar keturunan pengemis!!""


"Oh. Pengemis darimana?" Entengnya sambil mengibaskan rambut cokelat muda sebahu miliknya.


Frost mendorong tubuh Camila dan membentaknya


"Jangan berlagak lupa! Kau sering meminta uang keluarga Harrison untuk membayar proyek Blazemoche!! Kau benar-benar matre!! Pengemis!!"


Camila terdorong dua langkah dan mengernyit tidak senang, dia menepuk pundak yang barusan disentuh oleh Frost dengan rasa jijik yang kentara. Rautnya seketika berubah dingin dan tak lagi memikirkan formalitas


"Frost Harrison, aku tidak mau mengatakan ini pada awalnya. Tapi mulutmu terlalu tidak berpendidikan dan kepalamu hanya diisi drama. Jadi akan kujelaskan secara mudah agar bisa diterima otak kecilmu."


Dia memulai penjelasannya


"Kedua, seperti yang kau tau. Wajahku sangat cantik, jadi memang wajar sering disalahpahami jika aku melakukan operasi plastik."


"Ketiga, keluarga Blazemoche dan keluarga Harrison memiliki proyek kerjasama dalam pembangunan pusat perbelanjaan. Tentu saja keluarga Harrison-mu yang kaya itu harus merogoh uang jika ingin memulai bisnis dengan pengemis Blazemoche-ku, Frost. Mana bisa disebut kerjasama jika hanya keluarga Blazemoche-ku yang membayar? Sementara keluarga Harrison-mu yang mencetuskan ide ini bisa dengan santai mengayun cambuk mereka pada pekerja? Jangan bilang kau tidak tau?" Finalnya, dengan mata penuh penghinaan.


Frost semakin tersulut emosi dan mendorong tubuh Camila beberapa kali lagi


"Terus kenapa kalau aku tidak tau?! Kenapa, hah?! Aku masih terlalu muda untuk ikut campur dalam perusahaan!!"


Camila yang didorong berkali-kali tentu saja kini rautnya sudah berubah gelap, dia menampar tangan Frost yang masih mendorongnya dan berujar sinis


"Kau? Terlalu muda? Jadi kau bermaksud melepaskan hak waris untuk anak haram ayahmu?"


"Jaga mulutmu, Camila!" Frost membentak keras.


"Dengar, Frost. Aku bahkan sudah beberapa kali ikut campur dalam proyek Blazemoche, sementara kau sendiri? Hanya bisa berteriak menghinaku dan menjaring gadis disana-sini, kau bahkan tidak pintar dalam sekolah. Mau jadi apa?" Tantangnya.


Frost menatap Camila seolah dia sudah bertemu orang terbodoh di dunia, lalu berteriak penuh penghinaan

__ADS_1


"Tentu saja mewarisi perusahaan Harrison!! Aku adalah Tuan muda-"


"Kau pikir ayahmu akan memberimu perusahaan saat yang kau tau hanyalah menjaring gadis?" Potongnya.


"Kau!!"


Camila menghembuskan nafas panjang dan melanjutkan


"Sebenarnya, Frost. Aku benar-benar tidak masalah putus denganmu, lagipula aku tinggal mengembangkan Blazemoche sendirian tanpa bantuan Harrison selama tiga bulan. Itu mudah. Tapi kau? Apa kau bisa mengembangkan Harrison tanpa Blazemoche?"


"Kau tidak putus denganku karena kau tidak mampu menopang Harrison sendirian. Jadi sebenarnya bukan aku yang tidak layak untukmu, melainkan kau yang tidak layak untukku."


"Akan kubawa panatua Blazemoche ke kediaman Harrison akhir pekan ini, mari putus saat itu juga" tukasnya, dengan postur dan nada bicara bahwa keputusan ini tidak bisa diganggu gugat.


Frost mendorong keras Camila sekali lagi hingga kaki gadis itu membentur pot bunga besar


"Jangan memerintahku, pel*cur!!"


Dia mengernyit, lalu menstabilkan posisinya


"Ngomong-ngomong aku sudah mengirimkan rekaman percakapan kita secara real-time pada nyonya Harrison, ibumu."


"Dasar lancang!! Beraninya kau memfitnahku didepan ibu!!" Frost masih berteriak marah.


Camila tidak tahan lagi dengan kebodohan male lead, apalagi mereka masih disaksikan oleh para siswa


"Terserah, aku pergi. Bicara denganmu melukai kecerdasanku."


"Camila Blazemoche!!!"


Frost menerjang marah dengan tinju yang diayunkan pada Camila, menuai jeritan ketakutan para siswa. Murid laki-laki semuanya bergegas maju untuk menghentikan Frost, sementara murid perempuan dengan panik hendak menarik Camila atau berlari ke ruang guru untuk melapor.


Namun sebelum Camila sempat melawan ini, muncullah dua orang laki-laki yang menghalangi.


Satu orang berdiri di depannya.


Dan satu orang lagi menarik mundur Frost Harrison darinya.

__ADS_1


__ADS_2