Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Trending Topik


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Bela terbangun karena suara handphonenya yang terus berdering, entah siapa pagi-pagi buta ini yang menghubunginya. Ia melihat nama yang tertera di layar handphone bertuliskan nama sang ayah, dengan cepat ia pun mengangkat teleponnya.


" Halo, selama pagi Ayah.. "


Ternyata sapan yang ia lontarkan justru membuat sang ayah marah besar, sejenak Bela bingung kenapa bisa sang ayah bernada marah bahkan sampai menyuruhnya pulang kerumah sang ayah.


" Pokonya ayah tidak mau tahu kamu harus pulang ke rumah ayah, temui ayah sekarang juga " bentaknya lalu menutup teleponnya


" Ada apa dengan ayah "


Bela masih bingung dan mencerna ucapan sang ayah (efek baru bangun tidur), ia mencoba untuk merebahkan tubuhnya kembali ke kasur empuknya namun dering telepon kembali lagi berbunyi, kali ini yang menelepon adalah Candra sang kakak tiri.


" Halo.. " ucap Bela dengan nada malas


" Kamu dimana?? Aku cari di rumah Bu Mina tapi tidak ada ?? " Tanyanya


" Ada apa ini sebenarnya.. kenapa semua orang tampak sibuk mencari ku?? " Tanya Bela


" Kamu tidak menonton berita, namamu menjadi trending topik hari ini.. "


" Apa?? Trending topik?? Maksudnya gimana?? " Ucap Bela kaget


" Sekarang kami nyalakan televisi.. " ucap Candra


Bela langsung bangun dari tempat tidur menuju ruang televisi dan menyalakannya. Benar saja ucapan Candra karena nama dan foto dirinya ada disana. Semua orang tahu tentang hubungan dirinya dengan Bram. Pantas saja Sang ayah sampai marah barusan di telepon.

__ADS_1


" Bagaimana.. kamu sudah lihat?? "


" Aduh gawat.. gimana ini?? " Ucap Bela panik


" Sekarang beritahu keberadaan mu dimana?? Biar aku yang jemput.. jangan sampai keberadaan mu di ketahui orang lain, bisa-bisa semua orang menyerangmu " ucap Candra


" Baik, aku akan berikan lokasinya.. " ucap Bela langsung menutup teleponnya


Setelah mengirimkan lokasi dimana dirinya berada Bela segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, ia juga harus bersiap-siap pergi kerumah sang ayah. Ia harus mempersiapkan mentalnya ketika ia berhadapan dengan sang ayah, karena bisa di pastikan jika dia akan di marahi habis-habisan oleh sang ayah.


Tak butuh waktu lama untuk ia mandi apalagi berdandan, setelah selesai ia segera menuju dapur untuk sarapan terlebih dahulu agar dia kuat menghadapi kenyataan.


Suara bel pintu apartemennya berbunyi, ia menduga jika yang datang adalah Candra. Ia segera membukakan pintu apartemennya.


" Bel, kamu tidak apa-apa kan?? " Tanya Candra panik


" Tidak, aku baik-baik saja " ucap Bela sambil tersenyum


" baiklah "


Bela menutup wajahnya dengan masker tak lupa juga topi yang ia kenakan, ia mengikuti langkah Candra agar ia tidak ketahuan oleh orang banyak.


Kini keduanya sudah berada di mobil milik Candra, bela merasa lega karena ia bisa lolos dari banyak orang dan wartawan Yang sedang menunggunya.


" Terima kasih Cand "


" Bela jawab jujur apa berita itu benar?? " Tanya Candra sambil mengendarai mobilnya menuju rumah sang ayah tiri.

__ADS_1


" Aku tidak mungkin bohong, toh semua orang juga sudah tahu " batin Bela


" ya benar.. "


" SERIUS " ucap Candra kaget, bahkan ia sampai mengerem mendadak membuat Bela kaget


" Astaga Candra pelan-pelan.. kita bisa celaka " ucap Bela sambil memegang perutnya


" Maf.. aku kaget " ucapnya melajukan kembali mobilnya


" Kenapa Bel harus dia?? Kamu sudah tahu kan kalau dia punya istri bahkan istrinya juga sedang mengandung " ucap Candra dengan nada marah


" Kamu juga tidak tahu kalau aku juga sedang mengandung anak bram " batin Bela


" Sudahlah jangan di bahas!! " ucap Bela malas jika harus menjelaskan secara detail apalagi posisinya memang salah saat ini.


Sepanjang perjalanan Candra tidak lagi menanyakan sesuatu pada Bela, bahkan dia hanya diam seribu bahasa seakan dirinya sangat kecewa dengan apa yang Bela lakukan.


Kini mereka sudah sampai di rumah sang ayah, Bela keluar dari mobil ia masih memperhatikan raut wajah sang kakak yang marah dan sedih bahkan kekecewaan itu wasih terlihat jelas. Ia segera masuk kedalam rumah.


Disana ternyata sang ayah sudah menunggunya bersama dengan ibu tirinya, raut wajah sang ayah sangat jelas kalau dia sedang marah besar. Walau dengan perasaan takut ia segera menghampiri sang ayah.


Plak...


Pipi kiri Bela di tampar oleh sang ayah hingga menimbulkan warna merah yang menyala, rasa sakit dan perut kini Bela rasakan. Ia mencoba untuk diam dan menahan emosinya.


" Ayah... " ucap Candra kaget

__ADS_1


" Diam kamu jangan ikut campur " ucap Teti pada putra sulungnya itu


" Kasihan Bela "


__ADS_2